Cara Melatih Fisik Ayam Bangkok

Ayam bangkok yang sudah siap bertarung biasanya berumur 7 bulan, hal ini ditandai dengan seluruh bulu sayap dan bulu ekor tumbuh sempurna atau tidak ada lagi bulu-bulu yang muda.

Ayam dengan umur dan kondisi seperti ini sudah bisa dilakukan penjemuran dalam kurungan selama 2 jam setiap harinya.

Sebelum dilakukan menjemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dahulu untuk menurunkan temperatur badan ayam setelah itu baru ayam diberi makan dalam kurungan sambil dijemur.

Waktu menjemur ayam bangkok aduan yang baik adalah jam 9 pagi sampai jam 11 siang. Setelah 10 hari waktu penjemuran ditambah 2 jam lagi yaitu jam 9 pagi sampai jam 13 siang.

Tujuan ayam bangkok dijemur adalah untuk memperpanjang nafas ayam dan untuk membakar lemak yang menumpuk dibawah kulit, dan selama penjemuran ayam tidak diberi air.

Setelah penjemuran selesai ayam diteduhkan di bawah pohon atau ditempat yang tidak terkena cahaya matahari selama 15 menit, kemudian ayam diberi air minum.

Untuk menjadikan seekor ayam sebagai petarung yang tangguh ada beberapa latihan yang harus diberikan pada ayam agar otot-ototnya kuat dan tahan terhadap pukulan.

Cara Melatih Ayam Bangkok Petarung

Ada beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan ayam menjadi petarung yang tangguh:

1. Berenang

Pada prinsipnya semua ayam bisa berenang meski seringkali ayam ketakutan ketika melakukannya. Latihan renang ini berguna untuk memperpanjang nafas ayam, untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam, dan untuk menambah beban pukulan ayam serta memperkeras otot leher agar kepala tegak sewaktu berkelahi.

Baca juga:  Ciri-Ciri Ayam Bangkok yang Bagus

Latihan ini dapat Anda lakukan dengan caranya memegang pangkal ekor ayam kemudian ayam direnangkan dalam kolam atau bak air yang berukuran 2 m x 2 m. Hindari kepala atau paruh ayam menyentuh pinggir kolam karena akan merusak paruh ayam.

Ayam direnangkan awalnya 30 menit kemudian untuk latihan renang berikutnya waktu ditingkatkan 30 menit lagi menjadi satu jam, sampai ayam mampu bertahan selama 2 jam berenang.

Atau boleh juga ayam direnangkan awalnya 30 menit kemudian untuk latihan berenang berikutnya ayam direnangkan sampai letih tergantung dari stamina ayam.

Waktu latihan renang yang baik adalah jam 6 pagi, setelah berenang ayam diistirahatkan sambil diberi makan dan dijemur sampai bulunya benar-benar kering atau dijemur sampai jam 11 siang.

2. Melatih dengan Ayam Untulan

Ayam untalan adalah ayam diadu dengan ayam yang sudah berpengalaman dengan cara tajinya dibalut dan paruhnya dibalut juga dengan memakai lakban, agar ayam tidak cedera.

Latihan ini akan membuat ayam cepat lelah yang disebabkan napasnya tidak bebas. Latihan ini cukup dilakukan sampai jengger ayam kelihatan menghitam dan lakukan dua atau tiga kali seminggu.

3. Menyediakan Kurungan Ganda

Ayam sebagai umpan diletakkan dalam kurungan ganda (mempergunakan 2 kurungan) dan ayam yang dilatih diluar kurungan. Ayam yang dilatih diluar kurungan ini akan berlari dan terus berlari mengitari kurungan biarkan selama 2 jam tergantung stamina ayam.

Kalau bisa ayam yang dijadikan umpan didalam kurungan adalah ayam yang agresif yang akan selalu memancing ayam yang dilatih untuk terus berlari mengitari kurungan.

Latihan ini untuk memperkuat otot kaki ayam dan memperkuat stamina ayam serta akan membantu memperpanjang nafas ayam.

Lakukan latihan ini 8 atau jam 9 pagi dan latihan dilakukan di alam terbuka yang terkena cahaya matahari langsung.

Baca juga:  Cara Ternak Ayam Bangkok Aduan

4. Ayam Dilatih Pakai Ayunan

Buat ayunan dari tali dengan mempergunakan kayu atau bambu sebesar ibu jari yang panjangnya 50 cm dan kedua ujungnya diikat pakai tali ayunan.

Ayam yang akan dilatih diletakkan di atas bambu ayunan kemudian ayam mulai diayun secara perlahan. Jari kaki ayam akan mencengkram dengan kuat ke buluh ayunan untuk mendapatkan keseimbangan dan terus ayun secara perlahan sampai ayam mendapatkan keseimbangannya.

Lakukan latihan ini dalam ruangan yang agak gelap untuk menghindari ketakutan ayam, latihan ini untuk memperkuat otot kaki dan otot paha serta memperkuat cengkeraman ayam yang akan meningkatkan beban pukulan.

5. Latih Tarung di Atas Pasir

Selain melatih ayam seperti cara di atas, ayam juga bisa dilatih bertarung di atas pasir dengan membuat bak pasir berukuran 2 m x 2 m. Lamanya latihan tergantung stamina ayam.

Tujuan latihan ini untuk menguatkan cengkeraman dan otot kaki serta otot paha seperti pemain bola yang berlatih di tepi pantai.

6. Latihan Beban pada Kaki Ayam

Beratnya beban yang diikat tergantung kekuatan ayam, latihan ini untuk memperkuat pukulan ayam dan melatih kecepatan ayam, latihan ini disesuaikan stamina ayam.

7. Latihan dengan Palang Kayu

Usahakan tempatnya luas lebih kurang berukuran 6 m x 12 m, di tengah lokasi diberi sebuah gawang atau palang setinggi 90 cm. Kemudian ayam dihalau supaya melompati palang atau gawang yang telah disediakan.

Latihan dilakukan setiap hari dengan banyaknya lompatan gawang 50 kali. Usahakan ayam berlari sambil melompati gawang atau palang. Sama seperti olahraga lari gawang yaitu lari sambil melompati gawang.

8. Latih Tanding

Latihan ini untuk mengukur seberapa kuat kemauan ayam untuk bertarung. Caranya ayam diadu dengan ayam yang sudah berpengalaman dengan taji yang dibalut dan paruh dibiarkan terbuka.

Latihan dilakukan (2 x 15 menit) kemudian ayam diistirahatkan beberapa hari, kemudian latihan dilanjutkan dengan menambah waktu bertarung atau waktu bertarung ditingkatkan sampai ayam mampu bertahan selama (6 x 15 menit).

Baca juga:  Peluang Usaha Ternak Ayam Bangkok

Dengan catatan satu ronde (1 x 15 menit) ayam dimandi keringkan atau dilap sambil dibersihkan luka-lukanya dan juga lendir yang ada dikerongkongan dibersihkan dengan bulu ayam yang lembut. Perlakuannya sama seperti ayam terjun ke arena aduan.

Berilah ayam istirahat setelah latihan sampai staminanya pulih kembali. Hentikan latihan 2 atau 3 hari menjelang ayam turun ke gelanggang aduan.

Begitu juga pemberian obat-obatan dihentikan 1 hari atau 2 hari sebelum ayam turun ke arena aduan karena dapat menaikkan suhu badan ayam yang akan mengakibatkan ayam cepat lelah.

Sebelum dibawa ke arena aduan jangan memberikan ayam aduan madu atau kuning telur karena semua itu akan meningkatkan suhu badan ayam.

Ayam cukup diberi nasi putih yang dicampur dengan pakan yang dibelikan, makanan dilembabkan ditambah dengan gula aren sebesar jempol kaki yang dilolohkan ke mulut ayam aduan, dan jangan memberi makan ayam terlalu kenyang cukup sebagai bekal untuk bertarung saja.

Cara Mengetahui Ayam Bangkok Yang Siap Tarung

Sebagai penghobi ayam terutama yang bermaksud memelihara ayam dengan tujuan untuk menjadikan ayam petarung harus mengerti kapan ayam bangkok peliharaan Anda siap untuk bertarung. Jangan sampai saat di adu kondisi ayam bangkok kesayangan Anda belum siap.

Berikut ciri-ciri ayam bangkok yang siap diadu dan berlaga di arena:

1. Kulit yang membungkus daging memerah

Bagian kulit yang memerah antara lain di daerah kepala, garis kaki, kulit diantara sela-sela kaki, kulit pantat, daging pangkal sayap dan di bagian dada.

Ciri-ciri yang mudah dikenali adalah apabila ayam terlihat fit.

2. Bulu ayam bangkok tersebut terlihat mengkilat

Bulu seperti berminyak, terutama saat kena sinar matahari. Ayam yang bulunya kusam menandakan ayam tersebut kurang sehat.

3. Ayam bangkok tersebut banyak bergerak

Hal ini terlihat ketika ayam Anda terlihat garang bila menemui ayam pejantan lain. Ayam yang siap tarung biasanya akan aktif dan menabrak-nabrakan dirinya ke sangkar bila melihat pejantan lain atau saat ada betina di depannya.

4. Pernafasan ayam terlihat bagus

Kadang hal ini perlu adanya proses ngabar (uji coba). Kalau dalam arena sebenarnya 1 ronde 15 menit, sebaiknya ayam bangkok dicoba dengan waktu 25 menit.

Langkah ini di tempuh agar ayam bangkok benar-benar siap di arena nantinya.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close