Cara Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah

Mentimun menjadi komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Itulah mengapa banyak petani yang membudidayakannya, selain karena timun termasuk tanaman yang cepat dipanen sehingga perputaran modalnya cepat.

Tanaman mentimun juga dapat beradaptasi di dataran rendah hingga tinggi dan di lahan kering hingga basah. Meskipun demikian, membudidayakan tanaman mentimun bukan tanpa kendala. Setiap saat hama dan penyakit bisa datang menyerang.

Panduan praktis cara menanam mentimun untuk pemula ini berisi mulai dari teknik pemilihan benih, perencanaan tanam, persiapan lahan, teknis pemeliharaan, hingga panen.

Simak uraian selengkapnya tentang cara menanam/budidaya timun pada lahan sawah berikut ini.

1. Perencanaan Tanam

Pemilihan lokasi

Lokasi kebun mentimun

Tanaman mentimun mempunyai daya adaptasi yang luas, dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, di lahan sawah maupun di lahan kering dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Namun, untuk dapat tumbuh dan menghasilkan secara optimum, tanaman mentimun mempunyai persyaratan tumbuh sebagai berikut.

  • Tanah gembur, banyak mengandung humus, tidak tergenang, dengan pH 6-7.
  • Selama pertumbuhannya menghendaki iklim kering dengan suhu udara 21-27° C.
  • Kelembapan udara kurang dari 80%.
  • Cukup air.
  • Bukan daerah endemik penyakit layu fusarium dan layu bakteri.

Pengaturan pola tanam

Pengaturan pola tanam pada budidaya timun bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit di suatu area lahan atau wilayah tertentu.

Pengaturan pola tanam pada budidaya mentimun di dataran rendah dan dataran tinggi selama satu tahun adalah sebagai berikut.

pola tanam budidaya mentimun
Pola tanam budidaya mentimun.

Pengaturan sistem tanam

Timun ditanam secara monokultur

Sistem tanam mentimun pada umumnya dilakukan secara monokultur. Hal ini dilakukan karena kanopi tanaman mentimun cukup rimbun sehingga jika dilakukan tumpang sari dengan tanaman lainnya, akan berkompetisi dalam mendapatkan sinar matahari.

Selain itu, hama yang umum menyerang tanaman mentimun seperti ulat grayak, ulat jengkal, dan kutu kebul bersifat polifag sehingga dikhawatirkan akan menyerang pula tanaman selanya.

Pemilihan varietas dan benih

Pemilihan varietas harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain

  • diminati oleh pasar,
  • produktivitas tinggi,
  • toleran terhadap serangan OPT, dan
  • sesuai dengan ekosistem setempat.

Beberapa varietas mentimun yang dianjurkan ialah Sabana F1, Bella F1, Penus, Upo F1, Bandana F1, Wulan F1, Monza F1, Misano F1, Magic F1, 007 F1, Mercy F1, Metavy F1, dan Panda F1.

Dalam pemilihan benih mentimun, selain bersertifikat beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut.

Pemilihan benih mentimun

Waktu tanam

Tanaman timun yang subur
Pemilihan waktu tanam yang tepat menghasilkan buah timun yang sehat.

Tanaman mentimun memerlukan banyak air selama masa pertumbuhannya, tetapi sangat rentan terhadap curah hujan dan kelembapan udara yang tinggi.

Oleh karena itu, pemilihan waktu tanam mentimun sangat penting. Hal ini berhubungan dengan ketersediaan air, curah hujan, dan serangan hama dan penyakit. Waktu tanam yang tepat dapat berbeda menurut lokasi, jenis lahan, dan varietas.

Pada lahan kering atau tegalan dengan irigasi yang baik, waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan, sedangkan untuk lahan sawah bekas padi beririgasi teknis pada akhir musim hujan.

Selain faktor-faktor tersebut, permintaan pasar harus jadi pertimbangan pula dalam menetapkan waktu tanam mentimun.

2. Pengolahan Lahan

lahan menanam timun

Pengolahan lahan bertujuan untuk membuat lapisan olah yang gembur, menghilangkan gulma atau sisa sisa tanaman, menghilangkan racun, dan membunuh OPT dalam tanah.

Oleh karena itu, rentang waktu yang diperlukan sejak pengolahan tanah awal sampai siap ditanami minimal 1 bulan, agar patogen dan kepompong hama di dalam tanah mati terjemur sinar matahari.

3. Pengapuran

Pengapuran lahan mentimun
Pengapuran lahan yang dilakukan 1 bulan sebelum timun ditanam.

Tanaman akan tumbuh dan berproduksi optimum pada tanah yang mempunyai kisaran pH tertentu. karena pH tanah berkaitan dengan ketersediaan unsur hara bagai tanaman.

Tanaman mentimun tumbuh baik pada tanah yang memiliki pH dengan kisaran 6-7. Jika pH tanah tidak sesuai maka pertumbuhan tanaman menjadi kurang baik sehingga rentan terhadap serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman).

Jika pH tanah kurang dari 6, dilakukan pengapuran menggunakan dolomit atau kaptan (kapur pertanian) yang dilakukan 1 bulan sebelum tanam, yaitu pada saat pengolahan tanah pertama. Dosis kapur yang dibutuhkan sebagai berikut.

Dosis kapur yang dibutuhkan

4. Pemulsaan

Pemulsaan lahan

Penggunaan mulsa bertujuan untuk memelihara struktur tanah agar tetap gembur, menjaga kelembapan dan suhu tanah, mengurangi pencucian hara, dan menekan pertumbuhan gulma.

Jika ditinjau dari sisi perlindungan tanaman. penggunaan mulsa bertujuan untuk menekan perkembangan OPT. Hama trips, ulat buah, ulat grayak, dan lalat buah berkepompong di dalam tanah.

Dengan penggunaan mulsa, hama yang hendak berkepompong terhalang oleh mulsa. Di dataran rendah digunakan mulsa jerami padi dengan ketebalan 5 cm, sedangkan di dataran medium dan dataran tinggi digunakan mulsa plastik hitam perak.

5. Perlakuan Tanah

Perlakuan tanah bertujuan untuk menekan serangan OPT dalam tanah seperti orong orong, uret, penyakit layu fusarium, dan penyakit layu bakteri.

Macam perlakuan tanah pada budidaya mentimun adalah sebagai berikut.

  • Insektisida Fipronil 0,3 G sebanyak 15 kg/ha ditaburkan ke dalam lubang tanam, 7 hari sebelum tanam untuk menekan populasi uret dan orong-orong.
  • Pada daerah endemik serangan penyakit layu bakteri, bakterisida Oksitetrasiklin (konsentrasi formulasi 1 ml/Iiter) disiramkan pada lubang tanam sebanyak 200 ml per lubang tanam, 1 hari sebelum tanam.
  • Pada daerah endemik serangan penyakit layu fusarium, fungisida Benomil 50 WP (2 g/Iiter) disiramkan pada lubang tanam dengan dosis 200 ml per lubang tanam, 1 hari sebelum tanam.

6. Modifikasi Iklim Mikro

Jarak tanam yang rapat serta kebun yang penuh gulma dan rumput rumput liar akan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan OPT.

Oleh karena itu, untuk menciptakan iklim mikro di sekitar tanaman yang tidak sesuai bagi OPT dilakukan dengan mengatur jarak tanam dan menjaga kebersihan kebun. Pada musim hujan diupayakan jarak tanam lebih lebar dibandingkan pada musim kemarau.

Jarak tanam mentimun yang dianjurkan pada musim hujan adalah 40 cm x 70 cm, sedangkan pada musim kemarau adalah 30 cm x 70 cm.

7. Penyemaian

Penyemaian bibit timun

Perlakuan benih/bibit

Ada beberapa jenis OPT yang terbawa oleh benih/bibit. Oleh karena itu, agar diperoleh bibit mentimun yang sehat perlu dilakukan perlakuan benih/bibit dengan cara sebagai berikut.

  • Untuk mencegah penyakit tular benih, sebelum disemai benih mentimun direndam terlebih dahulu dalam air hangat suam suam kuku atau dalam larutan fungisida Propamokarb hidroklorida (1 mI/liter) selama setengah jam.
  • Untuk mencegah serangan hama kutu kebul, bibit mentimun yang berumur 2 dan 4 minggu setelah semai disiram dengan insektisida Tiametoksam (0,5 mI/Iiter) dengan dosis 50 ml per tanaman.

Tahapan penyemaian

Sebelum ditanam sebaiknya benih mentimun disemai terlebih dahulu dan tempat penyemaian benih di dalam rumah kasa atau di dalam sungkup pesemaian.

Tahapan penyemaian benih mentimun dilakukan sebagai berikut.

  • Media semai terdiri atas campuran pupuk kandang dan tanah halus dengan perbandingan 1 : 1.
  • Media semai dikukus menggunakan uap air panas selama 4 jam untuk membunuh OPT dalam tanah.
  • Penyemaian dapat dilakukan di baki pesemaian, di dalam kantong kantong plastik atau di dalam bumbungan daun pisang.
  • Benih mentimun (1 biji per lubang) dibenamkan ke dalam media semai dengan kedalaman 0,5 cm.
  • Tanah halus atau arang sekam ditaburkan di atas media semai lalu disiram dan ditutup dengan kertas tisu basah, plastik, atau daun pisang selama 2-3 hari sampai benih berkecambah. Penyiraman dilakukan secukupnya setiap pagi hari dan dijaga agar media semai tidak kekeringan atau terlalu lembap.
  • Pupuk NPK 16 : 16 : 16 (2 g/Iiter) disiramkan pada semaian yang telah mempunyai 2 daun sampai umur 4 minggu dengan interval 1 minggu.
  • Jika penyemaian menggunakan kantong plastik atau bumbungan daun pisang, dilakukan penjarangan dengan cara menggeser kantung kantung plastik atau bumbungan daun pisang seminggu sekali yang bertujuan untuk mencegah terjadinya etiolasi.
  • Untuk mencegah serangan hama siput, umpan beracun Metaldehida 6 GR dengan dosis 1 g/m2 diletakkan di sekitar pesemaian.
  • Untuk mencegah serangan penyakit dilakukan penyemprotan fungisida Klorotalonil (2 g/liter) dengan interval 4 hari.
  • Sebelum bibit dipindahkan ke lahan, dilakukan penguatan bibit dengan cara membuka dinding penyemaian atau bibit dikeluarkan dari sungkup penyemaian selama 1-2 hari agar bibit menerima sinar matahari langsung.

8. Pemupukan

Pemupukan mentimun

Pemupukan mentimun harus dilakukan secara berimbang, artinya dosis dan waktu pemberian unsur N, P205, dan K20 harus sesuai dengan kebutuhan tanaman karena kelebihan atau kekurangan salah satu unsur hara akan menghambat penyerapan unsur hara yang lain.

Dalam hubungannya dengan serangan OPT. kelebihan unsur terutama N akan menyebabkan hama tertarik kepada tanaman dengan kandungan nitrogen yang tinggi tersebut.

Kelebihan unsur N, terutama NH4 menyebabkan sel tanaman membesar sehingga dinding sel menjadi lebih tipis. Akibatnya, patogen lebih mudah menembus sel tanaman tersebut.

Kebutuhan unsur hara untuk tanaman mentimun adalah N 160 kg/ha, P205 72 kg/ha, dan K20 120 kg/ha.

Pupuk dasar

Pupuk dasar terdiri atas pupuk kandang (kotoran ayam, sapi, atau kuda), N (urea, ZA, atau NPK), P205 (TSP, SP36, atau NPK), K20 (KCI, ZK, atau NPK).

Campuran pupuk tersebut diletakkan pada tiap lubang tanam.

Pupuk susulan

Pupuk susulan yang diberikan ialah pupuk N (Nitrogen) yang berasal dari pupuk tunggal seperti Urea atau ZA.

Pupuk susulan diletakkan dalam lubang sedalam 5-7 cm dengan jarak i 10 cm dari pangkal batang, selanjutnya pupuk ditutup dengan tanah.

Jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk dasar dan susulan Jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk dasar dan susulan pada tanaman mentimun disajikan pada tabel berikut.

Jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk pada timun
Tabel jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk pada timun.

9. Cara Menanam Timun

Mentimun sebaiknya ditanam pada sore hari sekitar pukul 15.00-16.00. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kematian tanaman karena pengaruh suhu yang tinggi.

Penanaman dilakukan dengan cara bibit mentimun dilepas dari baki penyemaian atau bumbungan, lalu ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.

Pada satu lubang ditanam satu bibit, lalu dilakukan penyiraman. Tanaman yang mati karena terserang hama atau penyakit harus segera diganti.

Tanaman timun

10. Pemasangan Perangkap OPT

Pemasangan perangkap OPT berfungsi untuk mengurangi populasi hama. Perangkap OPT yang digunakan sebagai berikut.

  • Perangkap lekat warna kuning, berfungsi untuk memerangkap hama trips. kutu daun, kutu kebul, dan lalat pengorok daun. Pemasangan perangkap tersebut dilakukan pada saat tanam. Perangkap lekat warna kuning (sebanyak 50-100 buah per hektar) dipasang 10-25 cm di atas kanopi tanaman.
  • Perangkap metil eugenol berfungsi untuk memerangkap lalat buah. Pemasangannya dilakukan pada saat tanaman mentimun mulai berbunga. Perangkap metil eugenol (sebanyak 50-100 buah per hektar) dipasang 10-25 cm di atas kanopi tanaman.

11. Pemasangan Turus Bambu

Turus bambu yang berfungsi sebagai penyangga tanaman dipasang ketika tanaman berumur 4-5 hari setelah tanam.

Batang tanaman mentimun diikat pada turus bambu menggunakan tali rafia. Pengikatan dilakukan setiap minggu mengikuti perkembangan tinggi tanaman.

12. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan Tanaman Timun

Penyiraman

Mulai tanam sampai tanaman mentimun berumur 2-3 minggu setelah tanam dilakukan penyiraman setiap hari. Setelah 3 minggu, penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan, umumnya 2-3 hari sekali.

Penyiangan

Gulma dan rumput rumput liar merupakan inang dari beberapa jenis OPT. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kebun merupakan keharusan.

Penyiangan dilakukan menjelang pemupukan susulan pertama, selanjutnya diulang tiap 2 minggu.

Lahan tanaman mentimun pada radius 50 m harus bebas dari rumput ‘babadotan’ atau ‘wedusan’ (Ageratum conyzoides PDF) yang merupakan inang hama kutu kebul (Bemisia tabaCI), vektor penyakit virus kuning gemini.

13. Panen Timun dan Penanganan Segar

Panen mentimun
jurnalasia.com

Mentimun mulai dapat dipanen pada umur 35 hari setelah tanam. Ciri ciri buah mentimun yang siap dipanen ialah masak penuh dengan warna seragam dari pangkal sampai ujung buah.

Buah mentimun mudah kehilangan air sehingga mudah keriput. Oleh karena itu, setelah dipanen buah mentimun harus diletakkan di tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung.

Untuk pengangkutan jarak dekat, buah mentimun dikemas dalam kantong kantong plastik kapasitas 5-10 kg, sedangkan untuk jarak jauh buah mentimun dikemas dalam wadah plastik.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button