Teknik Budidaya Ikan Lele Panen dalam 50 Hari

Ketika lele dumbo masuk, masa pemeliharaan singkat 2,5 bulan untuk pembesaran mulai dikenal. Budidaya lele pun berkembang pesat di tanah air Sayang, lama kelamaan kualitas induk menurun membuat masa panen makin molor menjadi 3 bulan.

Sekarang, ada beberapa strain dan sulangan lele dumbo yang dapat menjadi alternatif pilihan seperti sangkuriang, paiton, dan phyton. Keunggulannya antara lain menawarkan masa panen lebih cepat. Hanya 50-60 hari untuk mencapai ukuran konsumsi.

Namun, panen cepat tidak begitu saja diperoleh jika faktor pemeliharaan tidak diperhatikan. Misalnya, bila populasinya terlalu padat pertumbuhan lele cenderung lambat.

Untuk itu, bagi peternak, selain faktor benih berkualitas, pemeliharaan yang tepat juga perlu diperhatikan. Salah satunya dengan memastikan teknik budidaya dikuasai secara benar,

Budidaya (Pembesaran) Ikan Lele

Pembesaran ikan lele di kolam

Jika memilih segmen pembesaran ikan lele, proses pemeliharaan induk dan pemijahan tidak dilakukan. Benih langsung diperoleh dari penyedia benih.

Di luar musim kawin, pembelian benih biasanya harus dipesan terlebih dahulu lantaran ketersediaannya terbatas.

Harga Benih/Bibit Lele

Bibit lele

Benih dijual dalam bentuk eceran maupun partai besar. Semakin banyak jumlah yang dibeli, makin murah harga yang diberikan.

Sebagai gambaran, harga benih di Sukabumi, Jawa Barat, untuk ukuran 2-3 cm Rp40,-/ekor, 3-5 cm Rp80 -/ekor, dan 5-7 cm Rp150,-/ekor.

Lokasi Pembelian Benih

Benih lele siap angkut

Sebaiknya benih dibeli dari tempat yang dekat dengan usaha pembesaran untuk menekan tingkat keamanan benih akibat perjalanan Jauh.

Jika terpaksa membeli Jarak jauh, pilih hatchery yang berpengalaman mengirimkan benih.

Ukuran Benih

Variasi ukuran bibit lele

Semakin besar ukuran benih makin cepat ikan dipanen. Lele ukuran 10 cm dapat dipanen umur 50 hari. Kelebihan lainnya lebih kuat dibandingkan benih ukuran 3-5 cm. Namun, harganya Juga lebih mahal.

Persiapan Kolam

Persiapan Kolam Terpal Lele

Sebelum benih datang, kolam disiapkan. Kolam dibersihkan dan kotoran, rumput, dan lumpur. Kolam pendederan diberi kapur yang dilarutkan dalam air dengan dosis 25 gram/m² atau menggunakan antiseptik seperti Blue copper atau kalium permanganat (PK).

Diamkan selama 3 hari kemudian isi kolam dengan ketinggian 20 cm dan aplikasikan probiotik untuk menumbuhkan pakan alami.

Setelah 3 hari pakan alami berkembang, naikkan ketinggian air menjadi 80 cm. Masukkan benih dengan cara aklimatisasi terlebih dahulu. Setelah sehari puasa, keesokan harinya benih diberi pakan.

Tiga hari sebelum digunakan kolam dibersihkan dengan cairan antiseptik.

Aklimatisasi Benih

Aklimatisasi Benih lele

Ketika benih datang, jangan langsung masukkan benih ke dalam kolam. Perlakuan aklimatisasi dan sortasi perlu dilakukan.

Syarat benih yang ditebar adalah berukuran seragam, sehat, dan tidak cacat. Menebar benih yang tidak seragam sama saja memberi mengumpan benih kecil kepada benih yang lebih besar.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika benih datang:

  1. Tebar benih saat pagi atau sore hari. Apungkan kantong benih dalam kolam agar benih menyesuaikan suhu air
  2. Setelah terbiasa dengan air kolam se masukkan air kolam sedikit demi sedikit.
  3. Benih yang telah beradaptasi dengan air kolam akan keluar dari plastik. Kepadatan benih ukuran 5-7 cm sekitar 300-350 ekor/m³. Puasakan benih selama sehari. Hari selanjutnya baru diberi pakan.

Pembesaran Lele

Lele ukuran besar

Pemeliharaan pada tahap pembesaran dimulai dan pakan yang diberikan rutin pagi dan sore hari. Frekuensi 2-3 kali sehari. Sortasi dilakukan setelah 21 hari lele dibagi menjadi 3 bagian:

  • Ukuran 25-40 ekor/kg
  • Ukuran 60 ekor/kg
  • Ukuran sangat kecil

Ukuran yang sangat kecil dijadikan ikan rucah untuk pakan lele karena pertumbuhannya lambat. Lele kelompok 1 dan 2 dipisahkan dalam kolam berbeda untuk dibesarkan kembali. Selanjutnya lele dapat diberi pakan ukuran yang lebih besar. Selain itu, pakan berupa daging bekicot, keong mas, maupun ikan rucah dapat diberikan sebagai tambahan.

Selama pemberian pakan, kualitas dikontrol. Waspadai jika lele tidak nafsu makan, kemungkinan lele keracunan amonia yang terlarut dalam air kolam. Segera lakukan penyponan.

Bila ada lele yang mati, segera singkirkan dan buang. Bila banyak lele mati mendadak, segera lakukan penanggulangan dari kemungkinan hama dan penyakit.

Panen Ikan Lele Konsumsi

Panen Ikan Lele Konsumsi

Setelah 50 hari pemeliharaan, sebagian ikan lele dapat dipanen. Sisanya dibesarkan kembali hingga memenuhi ukuran konsumsi 7-10 ekor/kg. Saat panen, tengkulak biasanya datang ke lokasi untuk memanen sekaligus mengangkut hasil panen ke konsumen akhir. Namun, jika Ingin memasarkan hasil panen sendiri, beberapa hal perlu diketahui.

Panen dilakukan pagi atau sore hari. Jika lele yang dipanen hanya sebagian dari isi kolam, air dalam kolam tidak disurutkan. Itu karena setelah disortasi, lele yang belum cukup besar dikembalikan lagi ke kolam hingga 7-10 hari berikutnya. Pemanenan dilakukan dengan menyisir kolam menggunakan jaring.

Pada pemanenan terakhir, air kolam disurutkan terlebih dahulu. Cukup buka lubang saluran air yang telah diberi lap san Jaring, Biarkan ketinggian air menyusut kemudian lele ditangkap menggunakan seser.

Selanjutnya, lele dimasukkan dalam wadah guna disortir dan ditimbang. Sortir dilakukan secara manual dengan memisahkan dan memilah lele menggunakan tangan.

Setelah panen, segera lakukan pengangkutan ke tempat tujuan. Pada pengiriman lele jarak jauh, wadah yang digunakan berupa drum yang dibelah dua tanpa penutup atau drum yang direbahkan kemudian sisi atasnya diberi jendela tempat masuk lele.

Wadah terbuka memungkinkan lele memperoleh oksigen cukup selama dalam perjalanan.

Tahap Pemanenan Lele Konsumsi

Lele hasil panen

  1. Panen pada tahap pembesaran pertama dilakukan dengan menyurutkan air kemudian lele digiring dengan menggunakan jaring ke satu sisi. Pada kolam yang luas, pekerjaan perlu dilakukan 2 orang tenaga kerja.
  2. Setelah tertangkap dalam satu sudut, angkat lele dengan menggunakan seser ke dalam wadah drum plastik
  3. Pindahkan lele dan wadah drum ke dalam bak grading.
  4. Pisahkan lele sesuai ukuran menjadi kelompok yang sudah mencapai ukuran panen dan kelompok lele yang perlu dibesarkan beberapa hari lagi.
  5. Kelompok yang kedua langsung dikembalikan ke kolam untuk proses pembesaran lebuh lanjut. Kelompok yang pertama dimasukkan kembali dalam wadah kemudian ditimbang.
  6. Untuk pemasaran jarak dekat bisa dilakukan dengan drum plastik terbuka.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close