Cara Ternak Ayam Bangkok Aduan

Dewasa ini banyak sekali yang beternak ayam bangkok dan semuanya berkembang dengan baik, karena peminat ayam bangkok ini sangat banyak dan memiliki komunitas yang cukup kuat.

Jadi bagi Anda yang ingin beternak dan membudidayakan ayam bangkok peluang usahanya sangat terbuka luas.

Secara ringkas, berikut beberapa cara budidaya ayam bangkok yang perlu diperhatikan:

  1. Memilih bibit yang unggul;
  2. Syarat kandang ayam yang baik;
  3. Pakan ayam bangkok aduan dan perawatan bibit;
  4. Pemberian suplemen tambahan;
  5. Cara melatih ayam bangkok; dan
  6. Penyakit pada ayam bangkok dan pengobatannya.

Banyak sekali hal yang dapat Anda peroleh dengan memelihara ayam bangkok, di samping pelepas penat, ayam bangkok merupakan komoditi yang memiliki harga juga tinggi, apalagi ayam yang sudah teruji dan tangguh di medan adu ayam.

Memilih Bibit yang Unggul

Bibit ayam bangkok
Bibit ayam bangkok

Pada prinsipnya beternak atau membudidayakan ayam Bangkok tidaklah terlalu sulit, semua bisa dipelajari dengan mudah. Sebelum membudidayakan ayam bangkok terlebih dahulu Anda harus memilih indukan yang bagus tentunya dan Anda harus berhati-hati dalam memilih.

Semua orang terutama penghobi ayam bangkok tentu saja ingin mendapatkan Ayam bangkok yang kuat dan bagus, jika kita ingin membeli ayam bangkok kita harus berhati-hati agar tidak salah pilih.

Fokuskan perhatian Anda pada bibit ayam bangkok petarung, karena asal-usul ayam bangkok sangatlah penting untuk mendapatkan ayam bangkok yang bagus dan berkualitas.

Dalam membeli ayam bangkok pejantan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih dan cara ini berlaku umum dalam memilih ayam bangkok, di antaranya:

  1. Penampilan ayam harus tegap dengan leher pendek dan lurus
  2. Badan panjang, ekor lebat
  3. Suara ayam harus lantang dan pendek
  4. Memiliki ciri-ciri umum fisik seperti berikut:
    – Kepala model buah pinang menjadi prioritas utama
    – Paruh panjang dan tebal
    – Leher lurus dan tebal
    – Tulang leher rapat
    – Badan panjang (Prioritas Utama)
    – Dada bidang
    – Bahu Kuncup
    – Sayap rapat dan panjang, dan ini menjadi prioritas utama
    – Pangkal ekor besar dan tebal serta kaku menjadi prioritas utama
    – Paha bulat dan pipih menjadi prioritas utama Ekor lebat dan menyentuh tanah
    – Lutut menekuk
    – Kaki bulat dan kering, sisik rapih
    – Jari panjang dan halus
    – Kepak sayap rapat ke badan
  5. Ayam bangkok harus berasal dari turunan yang juara (silsilahnya harus jelas) ada baiknya Anda mendapatkan indukan dari orang yang mengerti ayam bangkok dan mempunyai peternakan.
  6. Usia ayam sekitar 8-9 bulan agar Anda mempunyai banyak waktu untuk memahami karakter ayam dan begitu juga sebaliknya.
  7. Perbanyaklah mencari informasi tentang ayam bangkok

Untuk memilih ayam bangkok betina, ada beberapa ciri-ciri yang harus menjadi perhatian Anda, agar Anda mendapatkan induk betina yang bagus dan berkualitas:

  1. Kepala seperti kepala ular, jika dilihat dari depan
  2. Mata menjorok ke dalam dan bersih
  3. Badan kalau dipegang bulat seperti kita memegang botol atau seperti batang pinang
  4. Kaki kering dengan jari kaki halus dan panjang
  5. Tulang sapit udang lebar atau tulang dibawah pangkal ekor lebih kurang 3-4 jari
  6. Tidak pernah sakit dari anakan
  7. Jika ada tajinya lebih bagus
  8. Bulu mengkilat.

Selain hal di atas, ayam-ayam yang tidak pernah sakit merupakan modal utama untuk menjadi petarung yang tangguh. Umur induk jantan baru bisa diambil keturunannya setelah berumur 1 tahun 6 bulan atau setelah mengalami satu kali masa ganti bulu.

Sedangkan untuk induk betina setelah 3 kali masa bertelur, semakin tua induk jantan atau pun induk betina semakin bagus dan tentu saja selagi induk tersebut masih produktif atau masih mau kawin.

Syarat Kandang yang Baik

Kandang ayam bangkok

Kandang ayam bangkok aduan menjadi suatu hal yang sangat menentukan keberhasilan dalam beternak dan memelihara ayam aduan.

Kandang yang baik tentu saja akan menghasilkan ayam bangkok yang baik pula, dan tentu saja harus didukung oleh pemberian pakan yang baik.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membuat kandang ayam:

  • Lokasi kandang harus jauh dari rumah sekurang-kurangnya 10 m, hal ini untuk menjaga pemilik ayam agar terhindar dari penyakit unggas.
  • Pastikan lokasi kandang adalah tempat yang nyaman dan sejuk dan terhindar dari sinar matahari yang terik
  • Pastikan air tidak mengenang ketika hujan datang, sehingga ayam dan Anda sebagai pemelihara tetap dapat hidup bersih dan sehat
  • Diutamakan di lokasi banyak tumbuh rumput, karena ayam sangat suka dengan dedaunan sebagai pengganti sayuran.
  • Usahakan arah kandang menghadap sinar matahari, atau dibuat serong menghadap sinar matahari pagi.
  • Usahakan kandang terbuat dari bahan yang ringan dan dapat di geser setiap Anda menginginkannya, hal ini juga bermanfaat agar kandang tidak berlawanan dengan arah angin karena virus penyakit seringkali tersalurkan melalui angin, dan kandang dapat digeser ketika dibutuhkan.
  • Atap kandang harus baik sehingga waktu hujan tidak kemasukan air dan dapat terhindar dari tetesan air hujan.
  • Kandang harus memiliki ketinggian yang cukup dari permukaan tanah sekurang-kurangnya 50 cm.
  • Kaki kandang harus di alas dengan batu atau ember atau kaleng cat yang dicor dengan semen gunanya menghindari kelapukkan pada kaki kandang.
  • Kandang memiliki fentilasi yang baik sehingga ayam di dalam kandang selalu mendapatkan udara yang segar.
  • Selalu berusaha mengkondisikan kandang yang teduh
  • Situasi kandang yang bebas dari debu
  • Lakukan penyiraman untuk tanah area kandang dengan air
  • Bersihkan setiap hari kandang kita dari bekas kotoran yang menempel di dalamnya
  • Usahakan ayam di boks yang hangat kalau perlu diberi lampu walau ayam itu sudah dewasa
  • Berikan kandang tutup yang baik agar tidak digigit nyamuk
  • Kandang mempunyai fentilasi udara yang baik agar udara didalam kandang tetap segar
  • Lantai kandang harus rutin dibersihkan, jangan sampai ada kotoran yang menumpuk
  • Luas kandang harus sesuai dengan jumlah ayam yang berada di dalam kandang

Semua hal di atas harus betul-betul diperhatikan karena akan berpengaruh pada kesehatan ayam.

Dibawah ini gambaran kandang ayam yang bertingkat yang dapat meminimalisasi tempat dan bahan untuk kandang.

  • Model kandang bertingkat di mana pada bagian atas dipergunakan untuk anak ayam umur sehari sampai berumur tiga bulan. Posisi kandang menghadap matahari terbit atau menyamping ke arah matahari pagi.
  • Untuk menjaga kandang dari kelembaban tanah, kandang harus ditinggikan minimal 50 cm dari tanah dan untuk menghindari pelapukkan dan dari binatang rayap untuk itu kaki kandang harus diberi alas dengan kaleng atau ember yang dicor dengan semen.
  • Kandang mempunyai ventilasi udara yang baik agar ayam selalu mendapatkan udara yang bersih, dinding kandang yang berongga berfungsi sebagai fentilasi udara.
  • Setiap petak kandang harus dibuatkan tempat tenggeran ayam baik untuk anak ayam atau pun untuk ayam dewasa karena ayam adalah sejenis burung yang suka bertengger.
  • Lantai dasar kandang yang dibuat berongga agar kotoran ayam jatuh dan kandang tetap bersih. Lantai seperti ini dipergunakan untuk ayam yang sudah berumur tiga bulan.
  • Kandang ayam untuk lancuran, tempat makannya dibuat diluar kandang dengan ketinggian normal 50 cm dan bagian depan kandang diberi kayu ring agar ayam aman dari gangguan luar. Untuk kandang seperti ini tempat minumnya digantungkan dari dalam dan lebih bagusnya dibuatkan juga di samping tempat makannya.
  • Untuk kandang lancuran lebih aman menggunakan kayu ring dibagian depannya dan jangan mempergunakan kawat karena akan merusak paruh ayam. Jika mempergunakan jaring tali pada bagian depannya akan membahayakan lancuran jika ada ayam lain yang datang dan bertarung dibalik jaring.
    Ukuran standar untuk kandang ayam lancuran adalah P.100 cm x L.100 cm X T.80 cm agar ayam bebas bergerak untuk mengepakkan sayapnya.
  • Kandang untuk anak ayam umur sehari sampai berumur 2 bulan. Ukuran kandang harus agak lebar agar anak ayam bebas bermain.Ukuran kandang sebaiknya = P.120 cm x L.100 cm x T.70 cm untuk 10 ekor anak ayam maksimal 15 ekor anak ayam.Untuk kandang anak ayam ini sebaiknya lantai diberi pasir putih agar kandang tetap kering dan sangat digemari oleh anak ayam serta akan membuat kaki anak ayam menjadi halus atau tidak akan mengakibatkan luka atau cacat pada kaki anak ayam.
  • Anak ayam yang baru menetas langsung dipisahkan dari induknya dan diberi lampu pijar sebagai pemanas ganti induknya. Pasang lampu pijar 60 watt sampai anak ayam berumur 2 minggu setelah itu lampu diganti dengan 40 watt.
  • Setelah anak ayam berumur satu minggu pemberian makan dan minumnya mulai digantung setinggi leher anak ayam agar ayamnya kelak mempunyai kuda-kuda kaki yang kokoh,akan kuat mendorong lawan dan akan membentuk bodi ayam yang sempurna sebagai petarung.
  • Semakin besar dan tinggi anak ayam diiringi juga dengan semakin dinaikkan tempat makan dan minumnya.
Baca juga:  Sejarah Ayam Bangkok

Cara Mengawinkan Indukan Ayam Bangkok

Mengawinkan indukan ayam bangkok

Ayam yang bagus dan berkualitas tentu saja ayam yang berasal dari induk ayam bangkok dari kalangan juara. Jika bukan dari keturunan juara Anda masih bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  1. Carilah indukan ayam betina dan diadu dengan induk ayam betina yang lain, perhatikan dengan saksama cara bertarungnya. Hasil yang baik adalah leher dan kepala lawannya lebih banyak memar dan jadi
    membesar.
  2. Kemudian cari pula induk ayam yang jantan, kemudian diadu terlebih dahulu kira-kira 2 babak dan perhatikan cara bertarungnya. Hasil pertarungan yang baik adalah induk jantan hanya melakukan pukulan di sekitar leher dan kepala, pukulan seperti ini dapat mematahkan leher serta membuat kepala lawan robek

Setelah mendapatkan indukan yang bagus barulah indukan tersebut dirawat untuk dikawainkan. Berikut cara sederhana untuk mengawinkan indukan ayam bangkok jantan dengan ayam bangkok betina:

1. Induk jantan dan induk betina dilepaskan dalam kandang dengan ukuran lebih kurang 5 m x 5 m dengan perbandingan satu pejantan untuk empat ekor betina.

2. Mengawinkan langsung kedua indukan, Anda cukup memegang indukan betina dengan posisi ekor menghadap kedepan kemudian disodorkan ke induk jantan, induk jantan yang baik akan langsung mengawini indukan betina.

3. Mengawinkan dengan Metode Flock Mating

Metode flock mating merupakan metode mengawinkan ayam bangkok dengan model perbandingan. Anda meletakan pejantan dalam satu kandang dengan perbandingan 1 pejantan dan 8 betina dan berlaku kelipatanya.

Tapi Anda harus bisa menyesuaikan antara pejantan dan betina hendaknya disesuaikan dengan besar dan berat tubuh ayam tersebut.

Metode ini memiliki nilai lebihnya, karena induk betina dikawini tidak hanya oleh satu pejantan dan sebaliknya juga, pejantan bisa memilih betina yang diinginkannya.

Akan tetapi metode ini juga beresiko, karena pejantan yang berada dalam satu kandang akan cenderung bertarung satu dengan yang lainnya, akibatnya, hanya pejantan yang dominanlah yang paling kuat dan bisa leluasa mengawini betina.

Langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperluas kandang. Di samping itu, Anda agak sedikit kesulitan untuk menentukan kualitas telur.

4. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, meskipun cara ini sangat sedikit yang melakukannya karena cara perkawinan alamiah sangat mudah untuk dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya.

Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas.

Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan, penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas.Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari.

Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama).

Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Normalnya apabila pakan ayam normal dan cukup, maka induk betina akan bertelur 14 hari setelah masa kawin dan selama masa bertelur tersebut biarkan indukan jantan bersama indukan betina agar semua telur terbuahi dengan baik oleh induk jantan.

Untuk melengkapai pakanan ayam selama masa kawin sampai selesai masa bertelur sebaiknya induk betina diberikan vitamin secara rutin sekali dua hari dan tablet calcium untuk membantu pertumbuhan pada anak-anak ayam.

Selain itu, berikan juga minyak ikan sebutir setiap harinya serta satu sendok gilingan kulit kerang yang diaduk ke dalam makanan untuk lebih kurang 8-10 ekor indukan ayam untuk 4 hari sekali, semua proses ini dilakukan selama masa bertelur.

Dan untuk vitamin serta suplemen ayam tersebut bisa Anda dapatkan di toko pakanan ayam atau toko obat-obatan.

Menentukan Telur Ayam

Telur ayam bangkok
Telur ayam bangkok.

Proses penentuan telur ayam ini merupakan proses yang hanya bisa dilakukan bagi mereka yang sudah berpengalaman, karena Anda juga harus berhati-hati.

Untuk memilih telur yang diperkirakan jantan perhatikan bentuknya lebih bulat oval yang sama antara telur satu dengan telur yang lainnya.

Jika diteliti lagi lebih cermat telur tersebut sebetulnya mempunyai 2 bentuk atau 2 ukuran yaitu telur yang mempunyai bentuk bulat oval agak memanjang dan bulat oval agak pendek, dan telur yang mempunyai bentuk bulat oval agak memanjang adalah bakal jantan.

Dan telur yang mempunyai bentuk bulat oval agak pendek adalah bakal betina dan usahakan telur berasal dari induk yang sama.

Memilih Anak Ayam Bangkok

Anak ayam bangkok
Anak ayam bangkok aduan yang bagus.

Kalau Anda mau membeli anak ayam bangkok harus memperhatikan beberapa hal, terutama bagi yang ingin mengadunya.

Ciri-ciri anak ayam bangkok yang baik adalah paha lebih gemuk, cengger kecil, kepala agak bundar lonjong, ruas kaki lebih panjang, ruas tempat bulu ekor agak rapat, sisik pada kaki agak kering, jalu agak lurus mendekati jari kelingking ayam.

Meski ayam bangkok tidak ada yang sempurna, tetapi sekurangnya mendekati dengan mempunyai sebagian ciri-ciri di atas.

Perawatan Ayam Bangkok Umur 1 hari – 6 Bulan

Anak Ayam Bangkok Umur 1 hari

Berikut beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan dalam memelihara anak ayam bangkok:

  1. Perawatan anak ayam bangkok harus maksimal, agar Anda mendapatkan kualitas ayam bangkok yang baik. Pastikan induk ayam yang sedang mengerami telurnya dijaga, begitu juga dengan kebersihan kakinya supaya tidak mengotori telur yang sedang dieraminya.
  2. Pisahkan anak ayam yang sudah menetas setelah kering bulunya terlebih dahulu. Pisahkan anak ayam dalam kandang isolasi dengan diberi lampu penghangat, untuk daerah yang beriklim panas cukup dengan lampu 25 watt dan jika daerahnya dingin berikan lampu 40 watt.
  3. Bagi induk ayam yang sudah menetaskan telurnya sebaiknya segera dimandikan atau Anda biarkan ayam tersebut berenang sendiri dalam kolam sampai badannya dingin, hal ini dilakukan lebih kurang selama 3 hari berturut-turut, dan jika Anda memberikan pakan ayam yang baik, biasanya ayam setelah dimandikan akan siap untuk bertelur lagi.
  4. Untuk perawatan anak ayam yang baik, Anda harus memperhatikan cara pemberian pakan yang benar. Pada prinsipnya pakan yang dijual di pasar sudah memenuhi nilai gizi untuk pertumbuhan ayam tetapi akan lebih baik lagi bila Anda selingi dengan makan tambahan sebagai penunjang ketangguhan seekor ayam aduan.
  5. Sebagian peternak ayam bangkok, memberikan larutan gula aren untuk anak ayam yang berumur satu hari sebagai penambah tenaga dan diberikan selama 10 hari berturut-turut. Kemudian air minumnya diganti dengan air bersih dan dicampur dengan obat minum untuk anak ayam.
  6. Ada pakan anak ayam bangkok yang di jual di pasar dengan merek 311, pakanan ini sangat banyak mengandung lemak dan diberikan sampai anak ayam berumur 40 hari. Setelah anak ayam berumur 40 hari pakan diganti dengan pakan yang dijual di pasar dengan kode 511 dan dicampur dengan telur itik dengan perbandingan 2 telur itik untuk 10 ekor anak ayam. Pemberian telur ini dilakukan sekali 2 hari sampai anak ayam berumur 2,5 bulan. Setelah itu pemberian telur ditingkatkan menjadi 4 butir yang dicampurkan dengan pakan murni untuk 10 ekor anak ayam yang diberikan sekali 2 hari sampai anak ayam berumur 5 bulan.
  7. Perhatikan dengan teliti, wadah air minum harus diganti setiap harinya, jangan biarkan wadah tersebut ditumbuhi lumut atau jentik-jentik nyamuk.
  8. Tempat makan ayam selalu dicuci sehabis makan karena kebersihan itu merupakan modal untuk kesehatan.
  9. Dan yang paling penting adalah membersihkan kandang ayam. Sama halnya dengan kita, ruangan yang baik adalah ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik, begitu juga ayam, kandang yang baik adalah kandang dengan sirkulasi udara yang baik pula, berilah ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara disamping itu usahakan kandang menghadap matahari pagi karena cahaya matahari pagi sangat membantu untuk pertumbuhan tulang ayam.
  10. Setelah ayam mulai berumur 5 bulan Anda sudah bisa mencampur pakan dengan nasi dengan perbandingan 50:50 yang diberikan setiap pagi hari.
  11. Usahakan setiap sore harinya ayam diberikan makan gabah atau padi.
  12. Pada usia 5 bulan berilah anak ayam bangkok multi vitamin dan vitamin B komplek disamping itu ayam juga diberikan minyak ikan hiu + tablet calcium untuk membantu pertumbuhan yang baik pada anak ayam dengan pemberian sekali seminggu.
  13. Ketika anak ayam berumur 6 bulan pakan ayam diganti dengan gabah atau padi yang direbus sampai mengembung terlebih dahulu. Pemberiannya usahakan dalam keadaan dingin. Dan tetap memberikan multivitamin dan vitamin B komplek serta tablet calsium rutin seminggu sekali.
Baca juga:  Cara Melatih Fisik Ayam Bangkok

Dalam pemeliharaan anak ayam bangkok yang harus diingat adalah fase 6 bulan pertama, fase ini merupakan fase perkembangan fisik yang sangat penting dalam menunjang kemampuan seekor ayam bangkok untuk memiliki kemampuan maksimal pada saat turun ke gelanggang.

Sebenarnya banyak ayam bangkok yang beredar merupakan keturunan unggul, tapi karena kesalahan dapal metode perawatan pada fase 6 bulan pertama ini tidak bisa memaksimal maka kemampuannya saat turun ke gelanggang pun akan tidak maksimal juga.

Pada fase 6 bulan ini seluruh anak ayam harus menerima konsumsi pangan yang seimbang baik untuk protein, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air.

Dalam kebiasaan sehari-hari kami di dalam memelihara ayam bangkok, anakan umur 1-6 bulan akan diberikan pangan yang berupa pakan buatan pabrik yang dicampur dengan susu tepung untuk anak bayi.

Pemberian susu tepung sama pentingnya dengan pemberian ASI pada seorang anak manusia, karena zat-zat penting untuk proses pertumbuhan terkandung di dalamnya.

Selain kemampuan dalam bertarung, zat-zat tersebut penting dalam membentuk postur tubuh, tulangan, otot, bulu dan bagian tubuh lainnya.

Pakan Ayam Bangkok Aduan

Pakan Ayam Bangkok Aduan

Pakan merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun stamina ayam bangkok, dan sudah barang tentu pakan ayam bangkok yang berbeda akan berpengaruh terhadap bobot serta pukulan maupun kelincahan ayam saat di lapangan aduan.

Beras Merah

Beras merah diberikan setelah ayam bangkok dewasa tepatnya setelah pertumbuhan bulunya selesai, beras merah mempunyai kadar protein yang tinggi, mengandung rendah lemak, dan mudah dicerna tubuh ayam.

Ayam dewasa yang diberikan beras merah akan menjadi kekar dan padat, ditambah lagi bobot ayam menjadi berat.

Gabah

Keseringan memberikan pakan ini akan mengakibatkan tubuh ayam bangkok menjadi ringan dan kesat, mirip dengan beras merah, hanya saja gabah mempunyai kandungan vitamin yang lebih komplek, kalsium yang tinggi dan ekonomis, memperkuat bulu sehingga tidak mudah rontok saat bertarung.

Pakanan gabah ini sangat sesuai dengan tipe ayam taji yang sangat memerlukan kelincahan terbang dan untuk menyerang lawan. Cara pemberian gabah ini haruslah direndam air terlebih dahulu dan pisahkan gabah yang mengapung, karena gabah yang mengapung adalah gabah dengan kualitas yang terbaik.

Jagung

Jika Anda memiliki jenis ayam pukul, maka pakan jagung adalah makanan yang sangat tepat, jagung ini mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi diantara beras merah dan gabah, kandungan fosfor dan kalsium berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tulang.

Selain itu, tulang ayam bangkok akan menjadi kuat dan besar. Karbohidrat menjadikan ayam mempunyai tenaga yang besar dan memiliki pukulan yang keras.

Ketika hendak memberikan pakan jagung sebaiknya direndam dulu sebelum diberikan agar menjadi lebih lunak dan lebih gampang dicerna tubuh ayam.

Pakan Ayam Bangkok Sesuai Tipe Ayam

Ayam Bangkok Tipe Pemukul

Biasanya setiap pertandingan adu ayam, ayam yang menang kurang dari dua ronde tergolong pada ayam petarung yang baik, akan tetapi kalau ayam dirancang untuk sanggup bertahan lama hingga 5 ronde maka menu yang harus Anda siapkan adalah pakanan yang kaya akan protein tinggi dan juga pakanan yang kaya akan energi.

Untuk pakan ayam seperti ini cukup dengan formula ransum 5 kg jagung halus + 2 kg dedak atau bekatul + 3 kg konsentrat ayam petelur. Dengan pakan ini Anda bisa menyaksikan jagoan Anda mampu bertahan dalam waktu yang lama.

Ayam Jalu

Tipe ayam ini lebih sering memukul tanpa mematuk, memukul sesering mungkin dalam waktu sangat singkat dan faktor kecepatan sangat menentukan bagi ayam tipe ini, karena ayam jalu adalah ayam yang mengandalkan kecepatan, maka menu ransum yang paling tepat adalah yang mengandung protein tinggi dan sedikit lemak.

Keunggulan pakan ini menjamin tenaga yang besar dan kecepatan gerak sangat tinggi, akan tetapi ransum protein tinggi seperti ini akan membuat otot ayam bangkok mudah kelelahan.

Bagi Anda yang memiliki ayam bangkok tipe ini, dapat membuat formula ransum dengan 2 kg konsentrat ayam petelur + 8 kg bekatul atau dedak.

Ransum ini adalah menu makanan pokok yang diberikan dengan dicampur air. Sebagai suplemen, dalam kadar sedikit dapat memberi jagung, beras merah, atau gabah.

Pakan ayam bangkok seperti di atas akan lebih baik diberikan pada ayam yang dipelihara secara semi intensif, jika Anda memelihara ayam bangkok tersebut secara intensif, maka Anda sebaiknya menambahkan 1 ons susu bayi pada formula di atas.

Dan semua formula pakan ayam bangkok di atas hanya untuk digunakan selama 14 hari berturut-turut, kalau lebih dari itu sebaiknya diselingi dengan pakan lain yang lebih variatif.

Pakan dan Ramuan Ayam 6 Bulan Sampai Siap Diadu

Bagi ayam bangkok yang tidak pernah sakit menjelang umur 6 bulan sangat baik untuk dilatih menjadi petarung yang tangguh, tapi tidak sebaliknya, ayam bangkok yang pernah sakit menjelang umur 6 bulan kurang baik atau tidak bagus untuk dijadikan ayam petarung yang tangguh.

Banyak cara yang telah dipraktikkan oleh para pemilik ayam petarung atau pun oleh mereka para peternak ayam bangkok untuk memelihara dan membudidayakan ayam bangkok mereka.

Dan untuk hal ini, sebenarnya tidak ada rumus baku, tapi saran berikut ini bisa Anda ikuti dan praktikkan di rumah.

Bagi Anda yang memelihara ayam bangkok dan telah berumur 6 bulan maka pakan pokoknya adalah padi atau gabah, berilah gabah yang benar-benar bagus dan bersih.

Banyak ramuan yang bisa diberikan, salah satunya dengan rebusan air jahe. Rebuslah gabah tersebut terlebih dahulu dengan air jahe dan rebus sampai mendidih kemudian gabah dimasukkan dalam air rebusan beberapa saat sampai gabah mengembung, perkirakan gabah mengembung dan airnya rebusan kering atau tinggal sedikit.

Ramuan lain yang dapat Anda coba adalah memasukkan madu selagi gabah masih hangat-hangat kuku, masukkan madu sampai gabah basah oleh madu kemudian gabah dijemur sampai betul-betul kering.

Pemberian pakan tetap diberikan 2 kali sehari pagi dan petang hari jadi siang hari ayam berpuasa hanya diberi air tawar yang bersih saja.

Anda jangan melupakan untuk memberi konsumsi ayam Anda obat-obatan satu kali dalam seminggu sambil menunggu bulu sayap dan bulu ekor selesai tumbuh atau pangkal tangkai bulunya sudah mengeras yang ditandai dengan tidak ada lagi pangkal tangkai bulunya yang berwarna biru tua atau masih lunak dan sakit bila disentuh.

Zat-Zat dan Pakan yang Dibutuhkan Ayam Bangkok

Untuk mendapatkan ayam bangkok aduan yang berkualitas, pakan yang harus Anda sediakan harus mengandung zat-zat seperti di bawah ini:

1. Protein

Berfungsi sebagai zat pembangun tubuh. Protein berguna untuk meningkatkan jumlah otot serta daging, sehingga sangat dibutuhkan oleh anak ayam yang sedang tumbuh sampai berumur 6 bulan dan yang sedang dipersiapkan untuk diadu.

Untuk menambahkan protein, Anda harus menambahkan cincangan daging kambing dalam pakan untuk ayam.

2. Lemak

Zat ini juga dibutuhkan ayam yang sedang tumbuh. Bagi ayam yang akan diadu, lemak tidak terlalu perlu, karena ayam aduan justru harus langsing, singset, dan padat tubuhnya.

Jika terlalu banyak lemak, ayam akan keberatan badan sehingga mudah lelah atau tidak mampu untuk memukul.

3. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan zat yang dibutuhkan oleh ayam aduan untuk menjaga stamina. Stamina ayam memang harus diperhatikan karena harus bertarung 5-6 ronde, setiap ronde lamanya 15 menit.

4. Vitamin dan mineral

Dua zat ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kelincahan ayam sewaktu bertarung, vitamin dan mineral dibutuhkan meski tidak dalam jumlah yang banyak, hanya 1-2% dari total ransum.

Vitamin dan mineral juga berguna sebagai katalisator dalam proses metabolisme. Pemberian vitamin B kompleks sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas ayam aduan.

Baca juga:  Cara Merawat Ayam Bangkok Aduan Biar Juara

Kedua unsur tersebut sangat dibutuhkan untuk metabolisme dan pertumbuhan fisik ayam, seperti pertumbuhan tulang, mencegah kelumpuhan, dan menghindarkan kecacatan pada kaki.

5. Air

Tentu siapa saja tidak bisa hidup tanpa air, begitu juga ayam bangkok. Air ini antara lain digunakan untuk proses metabolisme. Air juga diperlukan sebagai pelarut.

Hampir 60% tubuh ayam terdiri atas air yang juga berguna dalam proses pencernaan, mengatur suhu badan, dan menyeimbangkan atau mengatur berbagai zat di dalam tubuh ayam.

6. Sayur-sayuran hijau

Sayur-sayur ini merupakan pakan tambahan bagi ayam bangkok. Biasanya sayur diberikan sejak anak

ayam berumur dua bulan. Sayuran ini bisa berupa kecambah kacang hijau, kangkung, daun pisang, dan lain sebagainya yang harus mengandung air dan tidak memberikan efek racun bagi ayam.

7. Grit

Tidak terlalu banyak orang yang mengenal pakan ini, tapi grit adalah bahan yang digunakan untuk membantu pencernaan ayam di tembolok, yaitu berupa kulit kerang atau cangkang bekicot.

Grit bisa diberikan kepada ayam muda di dalam kandang umbaran. Grit tidak boleh diberikan kepada anak ayam di bawah umur tiga bulan karena akan mengganggu atau melukai pencernaannya.

Cara Melatih Ayam Bangkok

Latihan dasar otot ayam bangkok banyak variasinya. Berikut latihan otot ayam bangkok yang dapat Anda praktikkan dengan berbagai macam pola sederhana:

  1. Untuk menguatkan kuda-kuda ayam bangkok serta mendapatkan otot sayap dengan memasukkan ayam bangkok dalam kurungan kemudian digantung 1 m dengan tali dan diputar perlahan, biasakan ayam bangkok dalam kondisi tersebut tiap hari selama 5 jam.
  2. Tiap malam ayam bangkok ditaruh pada tali karet atau tali tambang yang lentur dan selalu bergerak sehingga kaki ayam bangkok akan terbiasa mencengkeram kuat dan selalu terjaga untuk tidak terjatuh.
  3. Dengan cara mengondisikan ayam bangkok selalu loncat ke atas sampai beberapa kali, caranya yaitu pada sore atau malam hari ayam bangkok dimasukkan ke gulungan karet dengan diameter 1 m dengan tinggi 70 cm, ayam bangkok yang dimasukkan akan berusaha keluar dan meloncat ke bibir karet cobalah masukkan lagi sampai beberapa kali.

Latihan ini disesuaikan dengan porsi ayam yang Anda miliki, jangan memforsir latihan ayam, karena bisa membuat ayam Anda jadi cedera dan trauma.

Berilah latihan yang berimbang dengan asupan makanan dan suplemen.

Penyakit pada Ayam Bangkok dan Cara Mengobatinya

Penyakit pada Ayam Bangkok

Ayam jenis apapun pasti pernah sering terserang berbagai macam penyakit, pun demikian pada ayam bangkok, berikut beberapa penyakit yang sering muncul pada ayam bangkok dan cara pencegahan serta pengobatannya:

1. Penyakit Snot (Coryza)

Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot ini hampir terdapat pada semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis.

Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%.

Cara penularan:

Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam.

Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.

Gejala klinis:

Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Pengeluaran cairan air mata
  • Ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
  • Keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
  • Pembengkakan di daerah sinus infra orbital
  • Terdapat kerak di hidung
  • Nafsu makan
  • Ayam mengorok dan sukar bernapas
  • Pertumbuhan menjadi lambat.

Tanda-tanda pada ayam:

Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata. Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.

Pengobatan:

Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole.

Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular.

Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.

Pengendalian:

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik.

Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban, sebab kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

2. Penyakit Ngorok atau Chronic Respiratory Disease (CRD)

Penyakit ini kadang disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum.

Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.

Faktor predisposisi atau faktor pendukung:

  • Kondisi kandang yang lembab
  • Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
  • Kadar amonia yang tinggi.

Cara penularan:

Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat.

Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang.

Gejala klinis:

Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.

Pengobatan:

Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.

Pencegahan:

Membeli indukan ayam baik jantan ataupun betina yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD). Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam dan menghindarkan kecacatan pada kaki.

3. Penyakit Berak Kapur atau Pullorum

Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea BWD).

Cara penularan:

Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:

  • Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
  • Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

Gejala klinis:

  • Nafsu makan menurun
  • Feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
  • Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
  • Kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah kering-kering
  • Jengger berwarna keabuan
  • Mata menutup dan nafsu makan turun
  • Badan anak ayam menjadi lemas
  • Sayap menggantung dan kusam
  • Lumpuh karena artritis
  • Suka bergerombol

Tanda-tanda pada ayam:

Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada hati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis.

Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu di dalam usus buntu.

Pengobatan:

Pengobatan berak kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam.

Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan:

Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.

4. Penyakit korep

Korep adalah penyakit dengan luka yang susah hilang pada ayam. Untuk pencegahan penyakit korep sendiri dapat dilakukan setiap ayam habis diadu atau dicoba, dengan melakukan pembasuhan muka atau permukaan kulit ayam dengan air hangat.

Setelah itu berikanlah antibiotik atau alkohol untuk menghindari infeksi dan juga mencegah munculnya korep.

Sebenarnya untuk saat ini sudah ada obat korep dari Thailand akan tetapi harganya cukup mahal, tapi ada cara mengobati korep yang mujarab dan manjur hanya dengan obat yang murah saja:

  1. Cabuti bulu ayam yang menempel bila kulit di bawah bulu terdapat korep. Pencabutan bulu ini sangat mudah karena akar bulu sudah terserang korep sehingga bulu tidak kuat lagi tertanam di kulit. Bila kulit belum terserang korep, pencabutan akan sulit dan bulu tidak perlu dicabut. Jadi khusus kulit yang terkena korep saja, yang bulunya perlu dicabut atau dihilangkan.
  2. Oleskan “minyak rem” apapun merknya, biasanya yang tipe DOT 3 untuk dioleskan ke bagian kulit yang terserang korep. Sambil mengoleskan minyak rem, korep yang ada, Anda gosok hingga lepas dari kulit ayam.
  3. Setelah korep benar-benar bersih, oleskan sekali lagi minyak rem tadi ke bagian yang sakit.
  4. Selama pengobatan, tempatkan ayam pada tempat yang teduh dan kering, dan terhindar dari sinar matahari. Ayam jangan kena air dan tidak perlu dijemur. Untuk menjaga agar badan tidak kaku, bisa diumbar di tempat berpasir yang teduh agar ayam bisa mandi pasir.
  5. Ulangi hal tersebut sekali tiga hari

Dalam dua kali pengolesan, nantinya akan terlihat kemajuan yang berarti. Korep akan hilang dan ayam akan terlihat merah kembali. Selain cara di atas bisa juga digunakan minyak.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close