Pendederan Ikan Gurame

Pendederan merupakan tahap pemeliharaan benih ikan gurami hasil pemijahan sampai siap dibesarkan. Pendederan ikan gurami dapat dilakukan di kolam, sawah, dan hapa atau keramba jaring apung (KJA).

Prinsip pendederan benih ikan adalah upaya membuat larva benih ikan hidup nyaman sehingga memiliki pertumbuhan lebih optimal. Agar benih ikan hidup nyaman, maka lingkungan kolam harus dibuat sesuai dengan kebutuhan benih ikan.

Berikut ini disajikan pendederan ikan gurami di kolam, dalam keramba jaring apung (KJA), dan bak.

Pendederan Ikan Gurame di Kolam

Pendederan adalah tahap pemeliharaan benih gurami pada usia 11 hari sejak telor menetas atau ukuran 0,5 cm dengan berat 0,5 gram sampai menjadi ukuran bungkus rokok dengan berat 200-250 gram dan telah siap pada tahap berikutnya yaitu pembesaran.

Benih/larva gurame adalah telur ikan gurame yang menetas (dua hari sejak pembuahan/pemijahan) hingga berumur sekitar 10 hari sejak penetasan.

Cadangan makanan atau kuning telur (yolk) yang ada diperut larva pada usia 11 hari mulai habis, dilanjutkan dengan pemeliharaan pendederan pertama.

Benih ikan gurame untuk mencapai ukuran tertentu mempunyai periode hidup yang cukup panjang yaitu dari usia 20 hari – 160 hari.

Maka untuk mempermudah dan mempercepat usia panen, pendederan benih gurameh dibagi ke dalam 5 tahapan pendederan.

Pada setiap tahapan bibit gurame dilakukan pemindahan dari kolam satu ke kolam tahapan berikutnya, dengan kata lain setiap pemeliharaan telah mencapai masa panen atau telah mencapai ukuran tertentu maka sebaiknya segera dilakukan pemanenan dan dimasukan ke kolam tahap berikutnya.

Tentunya sebelum melakukan pemanenan sebaiknya kolam yang akan digunakan sebagai pendederan tahap berikutnya telah dipersiapkan terlebih dahulu secara optimal, kecuali akan langsung dijual.

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pendederan benih ikan gurami di kolam adalah:

Persiapan Tempat (Wadah) Pendederan

Pada prinsipnya pendederan benih ikan gurami dapat dipelihara di kolam, sawah, dan jaring terapung. Di sawah cocok untuk dijadikan pola palawija dengan ukuran benih ikan gurami minimal sepanjang 5 cm, sedangkan di jaring terapung ukuran benih ikan gurami minimal beratnya 200 g.

Meskipun demikian, pendederan ikan gurami pada umumnya dilakukan di kolam. Persiapan kolam pendederan meliputi kegiatan sebagai berikut:

1. Perbaikan Kolam.

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah kebocoran kolam pemeliharaan. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran auf.

2. Pemupukan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami sehingga tersedia pakan yang cukup selama pemeliharaan. Dosis pemupukan pupuk buatan sebanyak 500 g/m². Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang.

Pada umumnya, pemupukan hanya dilakukan 1 kali setiap periode pemeliharaan dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi ikan.

Tahap pertama, pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m² kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.

Pada tahap berikutnya, pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk urea sebanyak 500 g untuk setiap 100 m² kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.

3. Pengapuran.

Pemberian kapur bertujuan untuk menstabilkan tingkat keasaman (pH) pada kolam. Caranya, kapur pertanian disebar dan dicampur merata dengan tanah di dasar kolam sampai kedalaman 50-100 cm.

Dosis pengapuran sebanyak 50 g/m².

4. Pengisian Air.

Kolam diisi air setinggi 70-100 cm karena gurami memang memiliki tubuh yang lebar (tinggi). Air kolam keadaannya mengalir secara kontinu, tenang, dan pematangnya tidak bocor.

Padat Penebaran

Pedoman untuk menetapkan padat penebaran benih ikan gurami dalam kolam pendederan sebagai berikut:

  • Benih ikan gurami yang berumur 2 minggu ditebarkan sebanyak 200 ekor/m² luas kolam.
  • Benih ikan gurami yang berukuran 3-5 cm dan berumur 3 bulan, ditebarkan sebanyak 5-10 ekor/m² luas kolam.
  • Benih ikan gurami yang berukuran 5-8 cm dan berumur 6 bulan, ditebarkan sebanyak 3-5 ekor/m² luas kolam.

Secara teknis, penebaran benih ikan gurami pada kolam pemeliharaan disesuaikan dengan spesifikasinya, antara lain:

  • Pendederan 1.
    Ukuran benih yang ditebar 0,75-1 cm dengan padat tebar 100 ekor/m², sedangkan pemberian pakan 20%, dengan frekuensi pemberian 2-3 kaIi/hari. Lama pemeliharaan untuk di pendederan 1 ±20 hari dengan ukuran panen 1-2 cm dan sintasan mencapai 60%.
  • Pendederan 2.
    Ukuran benih yang ditebar 1-2 cm dengan padat tebar 80 ekor/m², sedangkan pemberian pakan 20%, dengan frekuensi pemberian 2-3 kaIi/hari. Lama pemeliharaan untuk di pendederan 2 ±30 hari dengan ukuran panen 2-4 cm dan sintasan mencapai 60%.
  • Pendederan 3.
    Ukuran benih yang ditebar 2-3 cm dengan padat tebar 60 ekor/m², sedangkan pemberian pakan 10%, dengan frekuensi pemberian 2-3 kaIi/hari. Lama pemeliharaan untuk di pendederan 3 ±40 hari dengan ukuran panen 4-6 cm dan sintasan mencapai 70%.
  • Pendederan 4.
    Ukuran benih yang ditebar 4-6 cm dengan padat tebar 45 ekor/m², sedangkan pemberian pakan 5%, dengan frekuensi pemberian 2-3 kaIi/hari. Lama pemeliharaan untuk di pendederan 4 ±40 hari dengan ukuran panen 6-8 cm dan sintasan mencapai 80%.
  • Pendederan 5.
    Ukuran benih yang ditebar 6-8 cm dengan padat tebar 30 ekor/m², sedangkan pemberian pakan 4%, dengan frekuensi pemberian 2-3 kaIi/hari. Lama pemeliharaan untuk di pendederan 5 ±40 hari dengan ukuran panen 8-11 cm dan sintasan mencapai 80%.

Bila pendederan dilakukan 3 tahap, maka tahapannya meliputi pendederan 1, 2, dan 3.

Pendederan 1 berlangsung selama 15 hari untuk menghasilkan gurami berumur 1 bulan, pendederan 2 selama 20-30 hari untuk menghasilkan gurami berumur 50-60 hari, dan pendederan 3 selama 2 bulan untuk menghasilkan gurami berumur 5 bulan.

Dalam pemilihan benih ikan gurami, padat penebaran perlu memerhatikan hal-hal berikut:

  • Kondisi benih ikan gurami sehat, tidak cacat atau luka, dan gerakan lincah,
  • Warna sisik tidak terlalu hitam,
  • Sisik tubuh lengkap atau tidak ada yang lepas,
  • Tubuh tidak kaku,
  • Ukuran seragam.

Penebaran benih dilakukan 5 hari setelah pemupukan dengan padat tebar dan tinggi air sesuai ukuran benih gurami berikut pakannya, seperti disajikan dalam tabel berikut.

Padat tebar benih, tinggi air, dan jenis pakan ikan gurame
Padat tebar benih, tinggi air, dan jenis pakan ikan gurame.

Penebaran ikan gurami dilakukan pada pagi dan sore hari, saat suhu udara rendah.

Sebelum ditebar, dilakukan penyesuaian suhu air dalam wadah angkut dengan suhu air kolam (proses aklimatisasi). Caranya, dengan mencampur air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah angkut dan ikan akan ke luar ke dalam kolam.

Hal penting yang perlu diperhatikan sewaktu menebarkan benih ikan gurami ke dalam kolam pendederan adalah hindari luka atau lecet dan gugus, serta sebaiknya memindahkan ikan bersama airnya.

Pengelolaan Makanan

Pemberian makanan (pakan) disesuaikan dengan ukuran atau umur benih ikan gurami. Pedoman pemberian makanan pada ikan gurami di kolam pendederan agar cepat bongsor sebagai berikut:

  • Ikan gurami yang berumur 2-6 minggu diberikan makanan berupa rayap, ulat, telur semut merah, dedak halus, dan Iain-Iain. Setiap hari selama sebulan diberikan makanan secara kontinyu, sebanyak 10% dari jumlah berat seluruh benih ikan yang dipelihara.
  • Ikan gurami yang berumur > 6 minggu diberi makanan berupa hewan (rayap, ulat) dan makanan nabati, misalnya paku air, dedak halus, dan daun-daunan serta ditambah pelet. Jumlah makanan terdiri atas 1,5% pelet dan 10% daun-daunan dari berat ikan seluruhnya.

Hasil penelitian pakar perikanan menunjukkan bahwa, pada pendederan benih ikan gurami di kolam dengan bobot awal 20 g/ekor (padat tebar 10 ekor/m²) dan diberi pakan berupa pelet berkadar protein 25% dan daun sente dengan perbandingan 1 : 1, diperoleh bobot akhir 100 g/ekor.

Pemeliharaan dengan pemberian pakan yang sesuai mampu memperpendek masa pemeliharaan benih ikan gurami sampai dengan ukuran 100 g/ekor menjadi 9 bulan dibandingkan dengan waktu apabila dipelihara secara tradisional selama 1 tahun.

Pendederan di Keramba Jaring Apung(KJA)

Tata laksana pendederan dalam keramba jaring apung (KJA) di perairan umum seperti danau atau waduk sebagai berikut:

  1. Siapkan KJA ukuran minimum 1 x 1 x 1 m.
  2. Pasang KJA di lokasi yang strategis hingga bagian dasarnya terendam air. Bagian atas KJA berada 25-50 cm di atas permukaan air.
  3. Tebarkan benih ikan gurami ukuran minimal 50 g/ekor dengan padat penebaran 100-200 ekor/m². Penebaran ikan dilakukan pada pagi atau sore hari agar benih ikan tidak stres.
  4. Lakukan pemberian pakan berupa pelet sebanyak 2-3% dari bobot tubuh benih ikan gurami per hari, ditambah makanan alami berupa cincangan daun sente atau talas atau tanaman air lainnya.
  5. Lakukan pemeliharaan selama 3 bulan.

Hasil penelitian para pakar perikanan terkait dengan pendederan ikan gurami di kolam dan Keramba Jaring Apung (KJA) dengan pemberian pakan berupa pelet menunjukkan bahwa, pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami cukup baik.

Benih ikan gurami dengan bobot awal 45 g dipelihara dalam Keramba Jaring Apung (KJA) volume 1 m³ di Cirata dengan padat penebaran antara 100500 ekor/m³, dan diberi pakan buatan berupa pelet 26% protein, dalam waktu 2½ bulan diperoleh bobot hasil antara 130-165 g/ ekor dengan kelangsungan hidupnya 96%.

Pendederan Benih Gurame di Bak

Cara pendederan ini sangat ditentukan oleh pengelolaan atau pengaturan air. Debit air masuk paling tidak 1 liter/menit dapat menggunakan keran air sehingga debitnya dapat disetel, untuk penggunaan pemasukan air dapat menggunakan pipa paralon atau selang ukuran ½ inci.

Untuk pipa pembuangan air dapat menggunakan pipa paralon ukuran yang lebih besar, dapat menggunakan ukuran 1 inci, hal ini dimaksud agar memudahkan dalam pengurangan air saat ikan akan dipanen.

Posisikan kolam agar mendapat cahaya matahari minimal 4 jam per hari, sebaiknya diberi atap plastik transparan.

Jika perbedaan suhu pada siang hari dan malam hari sangat jauh/signifikan maka sebaiknya ketinggian air ditambah 10 cm dari ketentuan awal. Bahan baku bak pendederan bisa terbuat dari beton, fiber, atau terpal.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.
Back to top button