Budidaya Pepaya California di Lahan Perkebunan

Pepaya california populer sekarang ini, banyak petani yang mencoba membudidayakan karena permintaan yang cukup tinggi di masyarakat. Oleh karena itu, panduan budidaya pepaya california secara teknis akan dipaparkan secara lengkap di halaman ini.

Kita optimis hendak budidaya pepaya california dalam skala perkebunan. Adapun langkah-langkah cara menanam pepaya california di lahan perkebunan meliputi:

  1. Pembibitan
  2. Penyiapan lahan
  3. Penanaman
  4. Perawatan tanaman, yang meliputi;
    – Penyulaman,
    – Penyiangan,
    – Pembumbunan,
    – Pemupukan dan pengairan
  5. Pengendalian hama dan penyakit
  6. Panen, dan
  7. Pasca panen.

Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pembibitan

Tanaman pepaya california diperbanyak secara generatif dengan menggunakan biji. Benih pepaya california dapat diperoleh di kios atau toko pertanian.

Yang penting benih pepaya california tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, benar-benar dapat ditanam dan tumbuh sehat.

Pilihlah benih pepaya california yang berkualitas. Benih pepaya yang berkualitas akan menghasilkan buah pepaya yang berkualitas.

Benih dijual dalam bentuk kemasan plastik alumunium ukuran 10 gram. Isinya sekitar 500 butir dengan harga sekitar Rp125.000,00. Sesudah benih diperoleh kemudian dilanjutkan dengan penyemaian hingga nantinya bibit ditanam ke kebun.

Caranya, keluarkan benih dari bungkus lantas direndam dalam air sehari-semalam. Jika ada benih yang terapung, benih itu dibuang saja.

Lazimnya banyak benih yang tenggelam dan benih inilah yang selanjutnya diperam dalam kertas koran yang lembab atau kain basah selama satu minggu. Tempatkan pada lokasi yang teduh dan tetap dijaga kelembapannya.

Setelah itu benih disemaikan dalam polybag ukuran 20 x 15 cm yang sudah diisi campuran tanah yang subur dan kompos (2:1). Letakkan semaian dalam sungkup plastik. Selama dalam persemaian harus dijaga kelembabannya dengan disiram air secara rutin.

Untuk sebagai langkah awal budidaya pepaya california ini, barangkali sebaiknya tidak melakukan pembelian benih sebagaimana disebutkan di atas.

Silakan langsung membeli bibit pepaya california yang sudah siap tanam. Bibit tersebut berada dalam polybag, berisi dua bibit per polybag, tinggi sekitar 15 cm, harga sekitar Rp2.000,00.

Setelah sukses bertanam pepaya california, sudah saatnya melakukan pembibitan sendiri.

Berikut ini langkah-Iangkahnya cara membibit pepaya california:

Persyaratan

Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni, lakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Ada dua cara, yaitu:

Cara #1

  1. Pilih pohon pepaya yang berbunga terus-menerus.
  2. Pilih bunga elongata terbesar yang hampir mekar dan terletak di ujung tangkai.
  3. Bungkus bunga menggunakan kantung plastik agar tidak diserbuki bunga lain secara alami.
  4. Saat bunga mekar, lakukan penyerbukan buatan dengan bunga jantan terpilih dengan cara dioles memutar bagian atasnya. Dengan penyerbukan buatan ini akan dihasilkan keturunan yang elongata dengan perbandingan 1:2. Bunga elongata yang diserbuki oleh bunga jantan akan menghasilkan benih jantan, betina, dan sempurna (hermaprodit) dalam jumlah sama.
  5. Setelah matang sempurna, buah hasil persilangan dipetik.
  6. Buah dipotong menjadi dua bagian, yakni 1/3 bagian dari pangkalnya tidak dipakai, sedangkan 2/3 bagian lainnya sampai ke ujung akan diambilnya bijinya.
    Memotong buah pepaya untuk pembibitan
    Buah dipotong menjadi 1/3 dan 2/3 bagian.
  7. Belah buah pepaya tersebut secara melintang, keluarkan biji-biji, lalu cuci sampai bersih selaput yang menyelimuti biji hingga bersih.
    Biji pepaya dikeluarkan
    Biji pepaya dikeluarkan.
  8. Ada cara lain untuk membersihkan selaput biji, yaitu dengan fermentasi. Caranya, biarkan begitu saja biji selama 2-3 hari. Setelah itu cuci dengan air mengalir hingga bersih dari selaput pembungkusnya.
  9. Setelah bersih, biji dikering-anginkan agar pertumbuhan biji cepat dan seragam.
    Biji pepaya dikering anginkan
    Biji pepaya dikering anginkan.

Cara #2

  1. Ambil bunga-bunga dari tanaman betina yang besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari (usahakan bunga tersebut belum membuka).
  2. Ketika bunga-bunga itu telah membuka, lakukan penyerbukan dengan bunga-bunga jantan. Caranya, ”kepyok-kepyok”-kan di atas bunga betina.
  3. Perkawinan dilakukan hingga 3 kali.

Penyiapan

  • Kebutuhan benih per hektar sekitar 50 gram (untuk 1.600 tanaman).
  • Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram (Benlate T) 0,5 gram/liter.
  • Siapkan polybag ukuran 20 x 15 cm, isi dengan tanah subur dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.
  • Siapkan benih yang akan disemaikan.
Baca juga:  Cara Menanam Pepaya California Dalam Pot

Penyemaian

  • Siapkan tempat penyemaian yang teduh dengan diberi naungan.
  • Benih dimasukkan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah.
  • Kecamba muncul setelah 15-21 hari.
  • Siram setiap hari.

Pemindahan

Bibit yang sudah dewasa, tingginya 15-20 cm, atau berumur 2-3 bulan, dapat dipindahkan ke kebun.

Penyiapan Lahan

Lahan Pepaya California
Lahan pepaya california

1. Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain.

2. Lubang tanam

Membuat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm. Jarak lubang disesuaikan dengan jarak tanam.

Jarak tanam pepaya California adalah 2,5 x 2,5 m atau 2,5 x 2,75 m. Populasi tanaman per hektar sekitar 1.450 sampai 1.600 pohon.

3. Pengapuran

Apabila tanah yang akan ditanami bersifat asam (pH kurang dari 5) maka perlu ditambah kapur Dolomit sebanyak 1 kg per lubang. Biarkan 1-2 minggu.

4. Pemupukan

Pada setiap lubang galian dimasukkan pupuk kandang sebanyak 20 kg. Lubang tanam tetap dibiarkan 3-4 minggu.

Setelah itu tanah galian dikembalikan ke lubang tanam.

Penanaman

Menanam pepaya california
Menanam pepaya california.

Cara menanam pepaya california cukup mudah. Perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.

  • Sehari sebelum tanam, sirami lubang tanam.
  • Dekatkan bibit dalam polybag ke lubang tanam. Dengan hati-hati lepaskan bibit dari polybag agar ‘bola tanah’ tetap utuh. Hal ini dimaksudkan agar bibit tetap segar setelah dipindahkan ke lahan.
  • Menanam bibit di tengah lubang. Sebaiknya tanam 2 bibit di setiap lubang tanam. Hal ini dimaksudkan sebagai cadangan sulam apabila ada bibit yang mati atau untuk mengganti bibit yang menyimpang sifatnya (off tipe).
  • Waktu menanam sebaiknya sore hari.
  • Siram bibit sesaat setelah ditanam.

Perawatan

Kebun pepaya california
Menanam pepaya california.

Perawatan pepaya california meliputi:

1. Penyulaman

Penyulaman dilakukan secepatnya terhadap bibit yang mati, atau bibit yang menyimpang sifatnya dari jenis yang ditanam.

Ada baiknya menyediakan bibit ekstra sekitar 10-15% dari populasi untuk persediaan menyulam.

2. Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk membuang rumput pengganggu (gulma) dan kotoran lainnya. Mengingat kebun pepaya california ini sering ditumbuhi rerumputan, sebaiknya perlu dilakukan penyiangan setiap 1-2 bulan sekali.

Lazimnya kegiatan pembumbunan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan. Lahan kebun perlu dibumbun (didangir) agar sirkulasi udara dalam tanah berjalan lancar.

3. Pengairan

Tanaman pepaya california memerlukan cukup air, namun tidak tahan terhadap genangan air. Oleh sebab itu pengairan dan pembuangan air harus diatur sebaik-baiknya.

Di musim kemarau, tanaman harus sering disirami. Sebaliknya, pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dan bertanah liat, perlu dibuatkan parit.

4. Pemupukan

Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik seperti pupuk kandang, guna memberikan zat-zat makanan dan menjaga kelembapan tanah.

Adapun waktu pemupukan dan jenis pupuk yang diberikan adalah sebagai berikut:

  • Saat tanam diberi pupuk kandang sebanyak 20 kg per pohon.
  • Satu minggu setelah tanam dipupuk NPK sebanyak 200 gram per pohon. Cara pemupukan ditaburkan dalam alur lubang melingkari tanaman. Dapat juga dilakukan dengan sistem kocor (melarutkan 1 kg NPK ke dalam 50 liter air).
  • Dua minggu setelah tanam dipupuk dengan pupuk daun (misalnya Gandasil) sebanyak 10 gram per pohon. Pupuk daun diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  • Tiga bulan setelah tanam kembali diberi pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohon.
  • Enam bulan setelah tanam diberi 20 kg pupuk kandang per pohon dan 500 gram NPK per pohon.
  • Pada umur 9 bulan diberikan 500 gram NPK per pohon.
  • Pada umur 12 bulan, di samping diberi 20 kg pupuk kandang per pohon dan 500 gram NPK per pohon, ditambahkan 500 gram KCI per pohon. Pemberian pupuk KCI ini untuk meningkatkan ketahanan dan kemanisan buah pepaya california.

Pemupukan selanjutnya pada tahun ke-2 sampai dengan ke-4 sebagai berikut:

  • Pemupukan dengan pupuk kandang diulangi 6 bulan sekali, dengan dosis 20 kg/pohon.
  • Pemberian pupuk NPK diulangi setiap 3 bulan sekali, dengan dosis 500 gr/pohon.
  • Pemberian pupuk KCI diulangi setahun sekali, dengan dosis 500 gr/pohon
Baca juga:  Analisa Keuntungan Budidaya Pepaya California

Hama dan Penyakit

Hama kutu putih menyerang daun dan buah pepaya
Hama kutu putih menyerang daun dan buah pepaya.

Petani tentu berharap agar kebun pepaya californi mereka bisa bebas dari serangan hama dan penyakit. Namun jika terjadi serangan hama dan penyakit, tentu perlu memahami bagaimana mengendalikannya.

Pengendalian Hama

1. Aphid

Hama Aphid memiliki badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang.

Kutu dewasa ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.

Pengendalian hama aphid adalah dengan penyemprotan tepung belerang. Bila serangan sudah menghebat, silakan menyemprotnya dengan pestisida Curacon atau Mesurol.

2. Kutu Putih

Hama kutu putih (Paracoccus marginatus) seringkali dijumpai pada kebun pepaya california. Hama mungil berwarna putih ini amat menyukai daun dan buah.

Oleh sebab itu rajinlah melakukan pengendalian secara alami, dengan membersihkan memakai lap. Namun bila serangan sudah menyebar ke mana-mana, silakan disemprot dengan pestisida misa|nya Regent, Bestox atau Akothion.

Pengendalian Penyakit

Penyakit yang sering menyerang tanaman pepaya california adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan, misalnya Phytphthora parasitica, P. palmivoradan Pythium aphanidermatum. Penyakit tersebut menyerang buah dan batang pepaya.

Cara pencegahan penyakit pada pepaya california adalah dengan merawat kebun secara baik, menjaga kebersihan, dan drainase termasuk parit pembuangan air.

Bila serangan sudah mengkhawatirkan, silakan semprot dengan fungisida, misalnya Manzate 82 WP atau Curzate 8/6 WP.

Panen

Panen pepaya california
Panen pepaya california.

Tanaman pepaya california mulai panen setelan berumur 6-3 bulan. Sejak panen perdana itulah dapat dipanen secara rutin setiap 10 hari sekali. Masa produktif pepaya california mencapai umur 4 tahun.

Perlu diketahui bahwa tingkat kematangan buah yang akan dipanen biasanya disesuaikan dengan daerah tujuan pemasaran buah.

Umur panen buah yang akan dijual ke daerah lokal yang dekat dengan lahan penanaman berbeda dengan buah yang akan dijual ke daerah yang jauh, bahkan untuk ekspor.

Berdasarkan tingkat kematangan buah, buah yang akan dipasarkan ke pasar lokal biasanya dipanen pada tingkat kematangan mengkal.

Sementara untuk buah yang akan dipasarkan ke daerah pemasaran yang jauh dari lahan penanaman, dipanen pada tingkat kematangan tua. Hal ini bertujuan agar buah matang tepat saat tiba di daerah pemasaran.

Tingkat Kematangan

Ada beberapa tingkat kematangan buah pepaya california, yaitu:

  • Buah Muda.
    Buah muda adalah buah yang masih dalam proses pertumbuhan. Bentuk, bobot dan komposisi buah muda tergolong belum lengkap. Kulit buah muda berwarna hijau muda dan masih banyak mengandung getah. Daging buah dan bijinya masih berwarna putih. Jika dipetik lalu diperam atau dikarbit, buah muda tidak akan matang sempurna. Warna kulit dan daging buahnya pucat, sedangkan rasa daging buahnya tawar atau kurang manis. Buah muda umumnya diolah menjadi sayur.
  • Buah Tua (Green Mature Stage).
    Cirinya warna kulit buah masih hijau namun getah buah sudah banyak berkurang dan lebih encer. Daging buah sudah mulai berubah warna tetapi masih terlalu keras untuk dikonsumsi.
  • Buah Mengkal (Firm Ripe Stage).
    Pepaya mengkal memiliki kulit buah yang mulai menguning, terutama di bagian ujung. Daging buah masih keras tetapi warnanya mulai berubah.
  • Buah Masak (Ripe Stage).
    Kulit buah masak telah berwarna kuning atau kuning kemerahan. Daging buah agak lunak dan berwarna kuning. Rasa buah pada tahap ini manis, segar, beraroma dan berair banyak.
  • Buah Lewat Masak (Over Ripe Stage).
    Tahap ini adalah tahapan buah yang sudah terlalu masak. Beberapa bagian buah terdapat bercak antraknosa yang ditumbuhi cendawan. Kulit dan daging buahnya sudah terlalu lunak, bahkan buahnya berasa agak pahit.
Buah pepaya california yang telah matang
Panen buah pepaya california yang telah matang.

Cara Panen

Pemanenan pepaya california harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari luka dan memar pada kulit buah. Buah yang luka sangat mudah terinfeksi cendawan dan bakteri.

Panen sebaiknya dilakukan pada siang hari untuk mengurangi kadar getah dari buah pepaya.

Baca juga:  Analisa Keuntungan Budidaya Pepaya California

Buah pepaya california biasanya dipanen dengan tangan (lebih baik lagi bila menggunakan sarung tangan) untuk buah yang terjangkau.

Namun ketika tanaman pepaya sudah tinggi dan sulit dijangkau dengan tangan, maka pemetikan buah dapat dibantu dengan menggunakan tangga atau bisa juga menggunakan songgo (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

Buah yang telah dipanen kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di dalam keranjang bambu atau plastik, dialasi dengan kertas koran atau daun pisang. Untuk mencegah memar, masing-masing buah dibungkus koran sebelum diletakkan di dalam keranjang.

Prakiraan Produksi

Produksi pepaya california pada tahun pertama diperkirakan 5 kg per pohon. Selanjutnya pada tahun ke-2 dan ke-3 meningkat menjadi 25 kg per pohon, lalu menurun pada tahun ke-4 menjadi 20 kg per pohon.

Pasca Panen

Pasca panen buah pepaya

Buah pepaya california mudah mengalami kerusakan dan penurunan kualitas setelah pemanenan. Faktor penyebabnya antara lain penanganan dari kebun sampai ke tempat pengemasan, infeksi cendawan dan berbagai hal lain yang menyebabkan buah cepat busuk.

Oleh sebab itu diperlukan penanganan pasca panen yang baik untuk mengurangi kehilangan hasil. Langkah-langkah pascapanen pepaya california meliputi sortasi, pencucian, peliIinan, pemilahan, pengemasan, dan pengangkutan.

1. Sortasi

  • Sortasi atau pemilahan buah di lapangan dilakukan untuk memisahkan yang tidak memenuhi kualitas untuk dipasarkan.
  • Pekerjaan ini antara lain memisahkan buah yang bentuknya tidak baik, buah yang terlalu muda, terlalu matang, buah yang luka, rusak, dan buah yang tidak sesuai dengan standar kualitas minimal yang diminta oleh pasar.
  • Dengan sortasi ini maka beban transportasi akan berkurang.

2. Pencucian

  • Tujuan pencucian untuk menghilangkan kotoran, benda asing, terutama menghilangkan getah pada kulit buah pepaya.
  • Pencucian dilakukan secara manual dengan merendam buah pepaya dalam air bersih dan digosok dengan kain/spon halus.
  • Cara lain, buah dicuci dalam air yang telah dicampur desinfektan seperti SOPP 500 mg/kg (ppm) selama 30 detik, klorin (sodium hypochlorite 0,1%) dan alum 10% sebagai penghilang getah.
  • Selama pencucian, buah yang rusak terkena penyakit atau luka dipisahkan untuk mencegah terjadinya penularan ke buah pepaya yang lain.
  • Tangkai buah dipotong dan disisakan sekitar 1 cm untuk mencegah luka.
  • Buah yang akan diekspor atau disimpan lama diberi perlakuan dengan air panas atau fungisida. Caranya, buah pepaya direndam dalam air panas (suhu sekitar 49-50° C) selama 10 menit, diikuti pendinginan menggunakan air mengalir (air kran) selama 20 menit.
  • Untuk mencegah penyakit antraknosa dan busuk pangkal buah, rendam buah dalam fungisida seperti 250 mg/kg (ppm) propiconazole) selama 5 menit atau 200 mg/kg (ppm) prochloraz selama 2-3 menit, atau 1,1 mI/L thiobendazole selama 5 menit.

3. Pelilinan

  • Pelapisan lilin (waxing) bertujuan untuk menekan laju respirasi sehingga perubahan kimiawi yang terjadi pada buah pepaya jadi terhambat sehingga akan memperpanjang masa simpan buah.
  • Pelilinan dilakukan dengan pencelupan atau penyemprotan menggunakan emulsi lilin selama 10-30 detik.
  • Lakukan penirisan dan biarkan kering angin, atau gunakan kipas angin guna mempercepat proses pengeringan.

4. Pemilahan

  • Buah pepaya dipilah berdasarkan indeks warna kulit, bobot, ukuran dan bentuk.
  • Buah pepaya harus seragam dalam hal warna dan bentuk.

5. Pengemasan

  • Pengemasan bertujuan untuk melindungi buah dari kontaminasi dan kerusakan, serta memudahkan penyimpanan dan pengangkutan.
  • Buah pepaya california yang akan diekspor dibungkus dengan busa polyurethane putih untuk menjaga buah dari memar karena benturan selama perjalanan.
  • Setelah dibungkus, buah pepaya dimasukkan ke dalam kemasan dus karton dan disusun sedemikian rupa dengan pangkal buah berada di bawah.
  • Bila buah pepaya california dipasarkan secara lokal, buah dikemas dalam keranjang bambu atau plastik yang dialasi kertas koran.
  • Selanjutnya pepaya dikemas di dalam kerat kayu ukuran 60 x 45 x 35 cm yang dilapisi 3 lembar kertas koran. Setiap kerat kayu berisi 20-22 kg atau sekitar 35-40 buah pepaya california.

6. Pengangkutan

  • Bila buah pepaya california diangkut menggunakan kapal laut, tentulah perlu menggunakan pendingin dengan suhu sekitar 10-12°C. Menurut penelitian, jika buah pepaya disimpan pada suhu 12°C maka akan dapat bertahan hingga 3 minggu.
  • Bila buah pepaya california dipasarkan secara lokal, kotak pengangkut biasanya hanya dilapisi terpal untuk mencegah teriknya matahari.

Demikian cara budidaya pepaya california di lahan perkebunan yang benar, semoga bisa menginspirasi Anda.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close