Cara Panen Ikan Gurame

Waktu panen ikan gurame disesuaikan dengan permintaan pasar akan ukuran berat badan dengan harga yang ekonomis. Panen raya dapat diancang atau direncanakan pada waktu jumlah permintaan meningkat, misalnya hari raya, tahun baru, musim pernikahan, dan lain-lain.

Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat bergantung pada ukuran yang diminta konsumen. Pada umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan gurame berumur 2-3 tahun.

Ikan gurame yang berumur (24 bulan) 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,7 kg/ekor. Ikan gurame berumur 4 tahun, panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1,5 kg/ekor.

Dalam perkembangan akhir-akhir ini, permintaan pasar terhadap ikan gurame mulai bergeser pada ukuran 500 g/ekor.

Kegiatan panen sebaiknya memerhatikan jarak ke pasar atau tempat penjualan. Meskipun demikian, panen ikan yang paling baik bila jarak ke pasar dekat adalah pada pagi hari agar pemasaran dilakukan siang harinya dengan tujuan untuk menghindari agar ikan tidak lama di tempat penampungan.

Namun, panen dapat pula pada sore hari apabila tempat pemasarannnya cukup jauh sehingga waktu pengangkutan dapat dilakukan pada malam hari. Pemanenan yang dilakukan pada siang hari menyebabkan kondisi ikan cepat turun karena kepanasan, baik pada saat proses pengemasan maupun proses pengiriman.

Turunnya kondisi ikan tersebut akan meningkatkan potensi ikan menjadi stres dan dapat mengakibatkan kematian. Namun apabila akan dipanen dan ikan mau dimatikan, maka panen dapat dilakukan pada siang hari.

Cara Panen Ikan Gurame

Peralatan panen dapat berupa jaring, jala, tangguk atau serok, dan wadah. Panen harus dikerjakan dengan cepat tanpa menimbulkan stres pada ikan.

Tata laksana dan teknik panen ikan gurame meliputi langkah kerja pokok sebagai berikut:

  1. Kurangi air dalam kolam secara bertahap.
  2. Pasang saluran pembuangan air untuk menghindari ikan lolos.
  3. Ambil ikan dengan menggunakan serok atau ditangkap dengan tangan secara hati-hati.
  4. Masukkan ikan dalam wadah besar untuk selanjutnya ditampung dalam kolam atau bak penampungan.
  5. Pindahkan atau angkut ikan ke tempat penampungan menggunakan wadah yang berisi air. Lama pemberokan sekitar 24-72 jam.
Hasil panen ikan gurame
Hasil panen ikan gurame.

Penanganan Pascapanen

Penanganan pascapanen ikan gurame dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup dan ikan segar. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat bergantung pada ukuran yang diminta konsumen.

Selain itu, biasanya dilakukan penanganan pascapanen suhu ikan tetap dingin.

Penanganan Ikan Hidup

Ikan konsumsi biasanya lebih mahal harganya apabila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar, dan sehat antara lain:

  1. Gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20°C dalam pengangkutan.
  2. Lakukan pengangkutan pada pagi hari atau sore hari.
  3. Atur jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak
  4. terlalu padat.

Penanganan Ikan Segar

Ikan segar gurame merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran ikan antara lain:

  1. Lakukan penangkapan ikan secara hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
  2. Cuci ikan hingga bersih dari lendir sebelum dikemas.
  3. Gunakan wadah pengangkut yang bersih dan tertutup. Pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan) dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang atau plastik. Pengangkutan jarak jauh dapat digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.

Penanganan Suhu Ikan Tetap Dingin

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penanganan suhu ikan tetap dingin sebagai berikut:

  1. Ikan diletakkan dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7° C.
  2. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan 1 : 1.
  3. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm.
  4. Susun ikan di atas lapisan es setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.

Penanganan pascapanen selanjutnya difokuskan untuk ikan gurame konsumsi segar yang telah mati. Hal ini karena ikan konsumsi yang telah mati akan cepat mengalami penurunan mutu jika tidak segera ditangani.

Sementara untuk ikan gurame konsumsi hidup tidak ada masalah, karena ikan yang hidup dan sehat tidak akan mengalami proses pembusukan secara alami.

Ciri-ciri umum keadaan ikan gurame yang masih segar dan ikan yang telah busuk disajikan dalam tabel berikut ini.

Ciri ciri ikan gurame bermutu tinggi
Ciri ciri ikan gurame bermutu tinggi.

Tempat yang dapat digunakan untuk mempertahankan mutu ikan gurame di antaranya drum dari plastik (blong) berisi es, kotak pendingin (cool box) yang terbuat dari bahan polystyrene, kotak berinsulasi (insulatedbox), ruang pendingin (chill room), refrigerator, dan brine chilling.

Penerapan teknik pendinginan (0-4°C) terhadap ikan gurame secara terus-menerus dapat mempertahankan daya simpan. Penanganan rantai dingin tersebut dilakukan tanpa terputus sejak pemanenan, penanganan, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Penanganan sistem rantai dingin memenuhi syarat berikut:

  1. Suhu ikan gurame selama penanganan hingga ke tangan konsumen tidak boleh lebih dari 4°C.
  2. Teknologi dan peralatan yang digunakan dapat menjaga suhu ikan gurame agar tidak lebih dari 4°C.
  3. Prosedur baku yang ditaati agar suhu ikan tidak lebih dari 4°C.
  4. Kesegaran ikan gurame yang disimpan pada suhu 0°C bertahan hingga 16 hari. Pada suhu 10°C, kesegaran ikan gurame bertahan sampai 6 hari. Sementara suhu 20°C hanya sampai 2 hari.

Penanganan rantai dingin bisa dilakukan dengan menggunakan es atau freezer. Cara yang paling mudah dan murah, yaitu menggunakan es, baik dalam bentuk bongkahan, balok, pecahan maupun curah.

Perbandingan ideal antara es dengan ikan gurame adalah 1 : 1. Perbandingan tersebut selalu dijaga dari waktu ke waktu. Es yang mencair diganti dengan es baru dalam jumlah yang sama.

Dalam hal mendinginkan, es curah lebih efektif dibandingkan es balok. Meskipun demikian, es curah lebih cepat mencair. Semakin kecil ukuran butiran es, semakin cepat kemampuan mendinginkannya dan semakin mudah mencair.

Selain bentuk es, tempat yang digunakan juga berpengaruh terhadap kecepatan pencairan es. Tempat yang mempunyai sifat insulator tinggi akan menghambat proses pencairan es.

Jumlah es yang dibutuhkan penting memerhatikan faktor cuaca dan jarak tempuh. Semakin jauh jarak tempuhnya, jumlah es yang dibutuhkan semakin banyak.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.
Back to top button