Cara Merawat Ayam Bangkok Aduan Biar Juara

Perawatan ayam bangkok aduan pada dasarnya di semua peternak ayam bangkok relatif sama, hanya saja yang membedakan tingkat pengalamannya saja, sehingga lebih mengerti celah dan kesulitannya.

Baca penjelasan di bawah ini untuk mengetahui cara merawat ayam bangkok aduan sebelum dan setelah bertarung, dari sharing pengalaman orang yang sudah lama berkecimpung di perawatan ayam bangkok aduan.

Cara Merawat Ayam Bangkok Siap Adu

Menajamkan taji ayam

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat ayam bangkok siap adu:

1. Cara Menajamkan Taji Ayam

Langkah pertama, ikatlah jalu ayam dengan kain yang basah selama 3 hari, dan jika kainya mengering Anda harus membasahinya lagi, dan setelah 3 hari dilepaskanlah ikatan tadi, maka kulit atau cangkang jalu akan terkelupas rata dan meruncing seperti duri.

2. Mengamati Posisi Kepala Ayam Saat Tidur

Kalau posisi kepala ke belakang serta diselipkan di sayap maka kondisi ayam seperti ini berarti lagi kurang sehat dan kurang fit.

Ayam yang sehat lebih cenderung meletakan posisi kepala tetap menghadap ke depan sampai dengan menyentuh dilantai.

3. Peliharalah Ayam Bangkok di Kandang yang Cukup Luas

Pemeliharaan ayam bangkok secara alami sebenarnya akan berpotensi menghasilkan ayam bangkok yang berkualitas.

Jika Anda mempunyai lokasi yang cukup luas Anda bisa memelihara ayam aduan dengan cara dilepaskan di kebun bersama induknya.

Anak ayam yang berumur satu hari dikurung dulu bersama induknya selama satu minggu dan diberikan pakan beras dan jagung giling.

Baca juga:  Ciri-Ciri Ayam Bangkok yang Bagus

Untuk air minumnya bisa diberi air tawar yang diberikan obat minum yang dijual di pasar atau diberi larutan gula aren.

4. Perhatikan Pola Konsumsi Ayam

Setelah anak ayam bangkok berumur 2 bulan kemudian makanannya diselingi dengan serangga, belalang, kecoak, lipan, jangkrik dan lain sebagainya.

Di samping serangga, anak ayam bisa juga diberikan ikan-ikan kecil seperti ikan-ikan yang banyak terdapat di selokan atau di sungai yang dangkal.

Selain itu berikan juga anak ayam isi perut ikan laut yang telah dicincang terlebih dahulu dan sesekali bisa Anda selingi dengan pemberian jagung.

Bagi Anda yang memiliki anak balita di rumah, Anda juga bisa memanfaatkan sisa makanan anak Anda seperti susu atau nasi bubur yang susah tidak termakan, karena semua itu mengandung nilai gizi yang sangat tinggi untuk pertumbuhan ayam.

Anda juga bisa mengusahakan untuk memberi air nasi yang diambil ketika nasi mendidih, kemudian dinginkan terlebih dahulu dan dicampur dengan nasi atau kerak nasi tambah dengan dedak halus (dedak halus yang diambil sewaktu penggilingan padi menjadi beras) diaduk dan diberikan kepada ayam.

Setelah ayam berumur 5 bulan, dan pada usia ini ayam sudah boleh diberikan multi vitamin dan vitamin B komplek disamping itu ayam juga diberikan minyak ikan hiu + tablet kalsium untuk membantu pertumbuhan pada anak-anak ayam.

Usahakan pakan ayam bangkok selalu bervariasi dan yang terpenting dari semua itu adalah setiap makanan harus mempunyai gizi dan protein yang tinggi.

5. Pemisahan Ayam dengan Saudaranya yang Lain

Pada umur 5 bulan ayam sudah dipisahkan dari saudaranya yang lain dan tempatkan ayam tersebut dalam kandang dengan ukuran 1 m x 1 m x dan tinggi 1 m dengan tujuan untuk menghindari patahnya bulu sayap dan bulu ekor anak ayam.

Baca juga:  Peluang Usaha Ternak Ayam Bangkok

Cara Merawat Ayam Bangkok Setelah Diadu

Tidak berbeda dengan seseorang yang sudah melakukan pertandingan tinju, ayam pun begitu. Perawatan ayam setelah bertarung sangatlah penting untuk menentukan karier ayam Anda dalam bertarung menghadapi lawan berikutnya.

Ayam akan mengalami kelelahan yang luar biasa setelah bertarung dalam waktu yang cukup lama, atau bertarung dengan musuh yang sama kuatnya, istilahnya cor-coran.

Panjang ronde yang lazim di Indonesia biasanya 15 menit, ayam akan mengalami kelelahan yang sangat, bila bertarung lebih dari 4 ronde. Akibatnya bila perawatan pasca tarung diabaikan, bisa berakibat buruk terhadap si ayam.

Umumnya kelumpuhan dan badan menjadi kurus sering terjadi, hal ini diistilahkan soak, dan ketika ayam menjadi soak, mentalnya pun bisa melunak sehingga menjadi ayam keok.

Ada berapa tahap dalam perawatan ayam bangkok pasca pertarungan:

Perawatan Begitu Pertarungan Selesai

Begitu pertarungan selesai, usahakan meneteskan cairan antibiotik pada luka. Pemberian obat luka seperti larutan yodium, yang membakar kulit akan meninggalkan koreng yang membutuhkan waktu untuk rontok atau mengelupas.

Suntikkan antibiotik pada badan ayam dan teteskan juga pada luka di badan si ayam akibat jalu lawannya.

Hentikan segera pendarahan, biasanya penghobi ayam menggunakan bubuk kopi, kalau terjadi pendarahan hebat, usahakan dijahit dan teteskan juga cairan antibiotik pada luka yang dijahit.

Kalau paruh ayam Anda lepas, usahakan untuk memasangnya kembali dengan cara mengikat paruh dengan benang ke jengger, bila paruh lepas tanpa pelindung, akan mengakibatkan cacat setelah sembuh, sehingga ayam akan kesulitan mematuk.

Jangan lupa memberikan larutan gula merah setelah bertarung untuk mengganti sumber karbohidrat karena gula merah lebih mudah diserap oleh ayam.

Setelah dibawa pulang, tempatkan agak menyendiri dan jangan dekat dulu dengan ayam jago lainnya dan setelah mau makan, Anda bisa kumpulkan dengan ayam betina, untuk memperbaiki sifat ayam.

Baca juga:  Sejarah Ayam Bangkok

Ayam merupakan unggas yang hidup berkelompok dan yang terkuatlah yang jadi pemimpin, yang menguasai seluruh kelompoknya.

Untuk menjaga naluri si ayam, sesekali dikawinkan, hal ini juga bisa melihat apakah ayam sudah sehat apa belum, karena ayam yang mengalami kekurangan gizi, kondisi lemah mempunyai nafsu kawin yang rendah.

Sehari Paska Pertarungan

Ayam yang mengalami keletihan yang tinggi, mengakibatkan ayam sulit makan. Maka dari itu berikan larutan gula, sedikit susu cair dan vitamin serta mineral dengan cara pemberian langsung ke dalam tembolok dengan menggunakan alat spet yang ujungnya diberi selang kecil.

Bila ayam tidak mau makan, jangan dipaksa pada hari 1 hingga hari ke-3, pada tahap ini usahakan pemberian karbohidrat dan protein yang mudah diserap ayam, karena proses pencernaan belum berfungsi sempurna.

Hari berikutnya ayam jagoan Anda bisa diberikan sedikit voer yang dicampur susu cair. Bila nafsu makan ayam belum ada, jangan dipaksa diloloh, karena pencernaan masih terganggu.

Bila terlanjur diloloh dan tembolok tidak turun, maka dapat diberikan enzim pembantu pencernaan, seperti enzymfort atau pankreofiat, sehari 2 hingga 3 kali.

Sekali-kali jangan diberikan makanan keras, berikan gula merah dan susu serta vitamin mineral. Sediakan selalu air minum dalam kurungan.

Latihan Setelah Sembuh

Setidaknya setelah berlalu selama 2 minggu pasca bertarung, Anda sudah bisa melatih ayam jagoan Anda kembali, latihan bisa dengan melakukan latih tanding ringan dengan waktu 5-10 menit saja.

Usahakan ayam beristirahat cukup, dan jangan memaksa untuk mengadu ayam Anda untuk berlaga lagi. Apabila Anda memaksa dan ayam terlihat kesulitan, akan mempengaruhi mental ayam.

Selain itu, ayam bisa lari sendiri ketika bertarung walaupun si lawan sudah tidak bisa menyerang atau tidak bisa menyerang atau tidak ada perlawanan.

Hal ini terjadi bukan karena mental ayam yang jelek tetapi faktor stamina ayam yang masih down.

Source
gtte.wordpress.com

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close