Kata Kata Bucin Lucu dan Galau

Kata kata bucin itu apa sih? Akhir-akhir ini ramai ditulis oleh anak-anak muda di sosial media. Kalau kamu cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamu tidak akan menemukan kata “Bucin”, karena kata tersebut hanyalah sebuah prokem saja, alias istilah gaul.

Bucin adalah kependekan dari kata “Budak Cinta”. Seperti yang kamu tau, budak itu selalu menuruti perintah majikan/tuannya, begitu juga dengan Bucin.

Jadi, arti kata Bucin adalah orang yang tergila-gila dengan cinta, yang rela melakukan apa saja, baik itu harta, jiwa, raga, bahkan kehormatannya. Semuanya rela diserahkan/dilakukan demi orang yang dicintai.

Nah, buat kamu yang merasa Bucin atau tidak Bucin tapi mencari kata kata Bucin, berikut ini kami berikan koleksinya. Deretan kata kata Bucin singkat, lucu, dan galau bisa kamu temukan di sini. Silakan disimak. 😀

Kata Kata Bucin Terbaru 2019

Kata Kata Bucin Terbaru

Hati memang merasa nyaman dalam memendam, namun otak merasa tak tahan untuk menahan segala beban.

***

Terkadang aku berpikir, aku memang ahlinya dalam memendam segalanya. Sempurna, nyaris tanpa jejak hingga tak ada yang menduganya.

***

Semakin kesini aku sadar, terkadang kamu hanya beralasan saja agar tak ada yang dipermasalahkan dan bodohnya aku hanya terdiam dengan senyuman yang nyaris sempurna.
Yang terlihat seperti aku tidak mempedulikannya, namun ternyata hati dan pikiran bertolak belakang.

***

Logika: “Ahh ya sudahlah, bodo amat”
Hati: “Yakin nih dibiarin aja? Masak sih? Beneran gak ya?”

***

Bukannya aku tak ingin menceritakan segalanya kepadamu, hanya saja apa yang ingin aku ceritakan adalah tentangmu.

***

Peduli? Iya. Memiliki rasa? Bisa jadi, atau mungkin tidak sama sekali. Jangan segala sesuatu yang dia lakukan untukmu, kau sangkut pautkan dengan perasaan. Kau terlalu berlebihan. :))

***

Dia peduli hanya karena dia pernah mengalami hal yang sama seperti dirimu. Dia hanya ‘bersimpati’ terhadapmu.

Jadi salah jika kamu mengartikannya bahwa dia memberi harapan kepadamu. Justru kamulah yang menaruh harapan kepadanya.

***

Sikap pedulimu membuat ku takut jika banyak perempuan yang akan salah mengartikannya.

***

Semua sudah aku ceritakan, tetapi kenapa hati ini masih tak terima dan otak ini masih terus memikirkannya?

***

Jangan menguji kesabaran orang yang sabar.

***

Walau hati bertaut dengan rindu
Melerailah logika dengan jiwa
Sehingga menunggumu takkan sia-sia
Karena,
Aku pasti ada di sana
Di waktu dan tempat yang akan mengejutkan kita.

***

Kukira setelah kita bersama semua akan mudah, tetapi ternyata ini permulaan dari segalanya.

***

Ini belum terlihat akan sebuah masalah.
Namun ku tahu, kita akan saling menguatkan satu sama lain.
Berbagi canda tawa walau kadang tak lucu..
Berbagi duka lara untuk saling mengerti.

***

Masa depan memang tak pasti
Tapi yang pasti, kita jalani hari ini menikmati hari-hari bersama
Menulis cerita tuk dikenang di masa tua
Kita lihat, bagaimana ke depannya kisah ini berlanjut
Ketika sebuah jarak yang akan memisahkan
Apakah kedua hati itu akan selalu bersama & saling menjaga.

***

Kau tahu mengapa aku sering melihatmu sambil senyum-senyum sendiri?
Buat aku itu seperti semangat tersendiri, serasa beban yang berat sekali terasa hilang begitu saja ketika aku melihat kamu.

***

Tak perlu bertanya lagi akan kesanggupan hati ini
Terpaut ruang dan waktu berbeda pun kujalani
Tak perlu bertanya lagi akan perjuangan ini
Menunggu waktu yang tak tentu pun kulalui.

***

Kuharap kau memenuhi kesanggupanmu
Kuharap kau menepati setiap perkataanmu
Yang kuingin bukanlah hanya sebuah perkataan dan janji
Yang kuinginkan adalah sebuah
Pembuktian darimu,
Kesanggupan hatimu,
Dan kesetiaanmu.

***

Apa sih yang paling enak dari menunggu?
Yang paling enak saat menunggu itu, ketika kita bertemu
Dan apa yang membuat menunggu itu spesial?
Saat kita tau kalau kita sama-sama saling percaya dan yakin bahwa esok kita akan dipertemukan di hari, jam, menit, dan detik yang indah.

***

Semua pengorbanan tak ada yang sia-sia,
Semua penantian akan menemui akhir,
Dan semua perjuangan berujung kebahagiaan.

***

Kuingin kau tahu, ada hati yang sedang merindu
Bukan rindu. Entahlah, hati ini tak dapat mengartikannya
Namun yang pasti, hati ini sedang menunggu
Menanti kabar dari seseorang
Namun tak tahu dengan hati yang dirindukan, akankah ia merasakannya juga?

***

Kutahu, kau takkan mudah memalingkan hatimu kepada hati yang lain walaupun dengan waktu yang tak menentu walaupun dengan tingkahmu yang kadang membuatku tak mengerti walaupun dengan sifatmu yang kadang dapat membuatku pergi namun, aku berusaha untuk tetap bersamamu karena aku, telah memilihmu.

***

Kupikir kebahagiaanku adalah bersamamu
Namun aku ragu, sampai sekarang aku belum menemukan kebahagiaan itu.

***

Sekarang dalam benakku hanya ada 2 pilihan:
M e n y e r a h
Atau
T e r s e r a h.

***

Berulang kali, kata maaf
Berulang kali, kau mengulangi
Berulang kali, aku berniat untuk mengakhiri
Berulang kali, aku berniat untuk pergi
‘Berulang kali’
Mengapa? Tidak bosankah kau dengan apa yang telah kita alami?
Sadarkah bahwa kau telah ‘berulang kali’ melukai hati ini?

***

Terima kasih telah berjanji. Meski akhirnya mengingkari.

***

Kata Kata Bucin Lucu

Kata Kata Bucin Lucu

Di jiwa yang santuyy terdapat jiwa kebucinan yang mendarah daging. Kwkwk..

***

Bingung pengen marah-marah.
Tapi bingung pengen marah ke siapa?
Terkadang diam memang jalan terbaik buat masyarakat santuyy. :v

***

Awalnya sih diperlakukan dengan istimewa
Tapi akhir-akhirnya meninggalkan rasa kecewa sadd bngst. 🙁

***

Kenapa si muka tu selalu beda ama kelakuan
Ngerrtii gak sih maksud gue?!
Duh gregrt pengen gigit oranggg.

***

“Entah apa yang merasukimu”
Ah bacot bacott terngiang-ngiang tross di pikran gue. :v

***

Gak butuh orang yang sayangnya cuma sementara.

***

Pengen punya temen yang bisa di tabokin. 🙁

***

Dulu kita merencanakan banyak hal bersama tapi sekarang dengan mudahnya kau memutuskan hubungan bersama ku demi orang lain. 🙂
– Terima kasih atas luka dan rasa kecewa yang telah kau berikan,semoga kan tidak melakukan kesalahan yang sama dengan orang yang berbeda.

***

Kata Kata Bucin Singkat

Kata Kata Bucin Singkat

Rela dikecewain hanya demi bisa bertahan dengannya.
– Bucin.

***

Bucin: Makhluk Tuhan yang paling setia pada pasangannya.

***

Lebih mementingkan doi daripada temen sendiri…

***

Merelakan waktu saat bersama sahabat demi pasangan.
Dinamakan bucin ”budak cinta’.

***

Bucin said;

Walaupun kamu marah,
Aku tetep sayang kamu kok…

***

Selalu pasang foto profil doi disetiap akun sosmed..
Biar doi tau kalo nggak ada cewek lainnya.

***

Bela-belain bangun pagi cuma buat ngucapin;

”good morning sayang”

***

Entah apa yang merasukimu,
Saat lagi nongkrong sama temen malah asyik video call sama doi.

***

Rela begadang biar bisa chattingan sama doi.

***

Ada nggak sih cewek yang ngungkapin perasaannya duluan?
Kalo ada emang kamu patut buat dipertahankan..

***

Udah tau diduain tetep aja masih bertahan 🙁
Yang goblok dia apa kucing tetangga sih?

***

Sebab yang terlalu sayanglah yang akan jadi bucin

***

Mencintai seseorang itu ada batasnya, jangan pernah berlebihan.

***

Kenapa ya kalo kita terlalu sayang dibilang bucin?

***

Terkadang mencintai seseorang dengan berlebihan itu bisa menjadikan kita goblok.

***

Yang jomblo jangan bersedih karena jodohmu lagi otw.
Otw ke hati orang lain. Wkwk

***

Aku ga papa kok kalo kamu jalan sama dia dibanding sama aku.

***

Orang jatuh cinta, tak perlu sebuah penjelasan. Kalau sudah bisa dijelaskan, itu sudah bukan cinta lagi.

***

Kata Kata Bucin Galau

Kata Kata Bucin Galau

Di mana kuletakkan lagi perasaanku?
Jika kecewa tak mampu mengubahmu.
Apa yang harus angin bisikkan lagi kepadamu?
Jika rindu tak temukan titik temu.
– Dari aku yang masih mencintaimu.

***

Aku termenung duduk di depan jendela.
Menatap hujan yang tak kunjung reda.
Memikirkan rintik demi rintik yang turun tanpa ada rasa jera.
Lalu, aku berpikir.

“Kenapa manusia seringkali kehilangan arah beriring dengan kehilangan seseorang yang berharga?”
Dan. Bukannya itu termasuk aku?

***

Setelah pertemuan kita saat itu..
Aku jadi tersadar, bahwa itu adalah pertemuan terakhir kita.
Kau bilang, kita akan bertahan.
Kau bilang, janji kita akan selalu tersimpan.
Namun, semesta berkata lain.
Takdir kita tak sejalan.
Bahkan sekarang, perpisahan terasa sangat menyakitkan.

***

Pelangi itu berirama, kasih.
Mengeluarkan melodi indah yang menyayat hati.
Kau yang dulu janjikan pelangi sehabis hujan.
Sekarang, entah dimana pergi menghilang.
Sapa-pun tak sedikit lagi kuterima.
Apalagi jejakmu, hilang beriringan dengan
Musnahnya perasaan yang dulu kuterima.

***

Kata orang rindu itu berat.
Kalo kataku, kau tak perlu rindu. Karena kata rindu cukup berat untuk orang seistimewa kamu untukku.

Alamak maapkan hambamu ya Tuhan.

***

Semesta.
Kau terlihat indah dengan senyummu.
Kau terlihat manis dengan janjimu.
Tetapi..
Sudahlah, semesta kadang mempermainkanku.
Tak tau malu kenapa harus menyakitiku, lagi. Dan lagi.

***

Lagi-lagi..
Di luar hujan.
Menggigil memang jika membicarakan perihal rindu.
Perasaan hangat yang keliru.
Membunuh raga dengan sejuta rasa ragu.
Sebenarnya, apa hanya aku?
Apa hanya aku yang meneriakkan rasa rindu padamu?

***

Tak cukup kata.
Tak cukup rasa.
Tak cukup bahasa.
Pada intinya, sabar itu tak ada tepi rasa.
Luas, tanpa ujungnya.
Pergilah.
Jika kau tak bisa menungguku memperbaiki rasa.
Rasa kecewa yang dulu masih tersisa.
Dengan orang lama. Bahwa aku tak bisa merekayasa.
Aku masih terbiasa. 🙂

***

Kasih, tataplah dia.
Tetapi..
Kau tak tau.
Dimana seseorang melihatmu dengan sebuah doa.
Berteriak di tengah malam yang sunyi.
Lalu mengatakan, aku bahagia melihatmu bahagia dengan yang lain.

***

Sakit itu lagi.
Terlalu familiar untuk ku rasa.
Terlalu sering hatiku raba.
Rasanya masih sama.
Pedih,tak bernyawa.

***

Kau siapa?
Kenapa berhasil membawa rasa bahagia?
Kemana kau sembunyikan baumu yang kusuka?
Jangan membuatku menerka.
Belum sempat ku menduga.
Kau sudah pergi menggoreskan luka.

***

Detik ini.
Suaramu masih berdengung di kepala.
Kenanganmu masih berputar di udara.
Yang tiap hari selalu ku bawa.
Yang tiap hari tak pernah lepas ku rasa.
Tuan, tolong.
Kembalilah barang sebentar saja.
Aku hanya ingin merasa hangat untuk sementara. 🙂

***

Apa salahnya aku berharap padamu?
Bukannya kau yang lebih dulu menjanjikan pelangi seindah itu?
Tetapi, kenyataannya.
Kau menipu.
Harapanmu kelabu.
Lalu, hatiku terdiam, hingga membeku.

***

Sudah tak terasa ya?
5 hari tanpa pesanmu.
5 hari tak bertegur sapa denganmu.
5 hari jg sudah ku lewati tanpamu.
Hadirmu memang isitimewa saat itu.
Kau menghadirkan suka yang bukan lagi sebuah sembilu.
Pun, kau berhasil mencuri ruang di hatiku.
Dan, aku.
Insan yang harus merelakanmu.

***

Ah, lemah sekali diriku.
Mengingat sapaan pertama kita waktu dulu.
Hatiku merinyut kelabu.
Tuan, kau baik-baik saja, kan?
Jika kau merasa sepi.
Ulur sajadahmu di tengah malam yang sunyi, ya?
Semoga kau selalu bersama tuhan yang memiliki hatimu.
Air mata ini, bodoh sekali diriku.

***

Maaf.
Aku tak menahanmu saat kau berniat pergi, sayang.
Aku hanya percaya pada rencana.
Tuhan adil dalam membuat kita bahagia.
Semoga semesta selalu membuatmu tersenyum, ya?
Aku hanya.. Merindukan kata ‘kita’,
Yang selalu kau sematkan ditengah obrolan hangat biasanya.

***

Terimakasih telah hadir.
Lalu, memberi luka.
Aku sudah terluka,
Dan bodohnya.
Masih merindukan namamu.

***

Jangan tanyakan bagaimana kita ke depannya.
Jujur, kata itu membuat terluka.
Pertanyaanmu mengundang duka.
Sakit rasanya, kau masih menanyakan hal yang serupa.
Bahkan disaat kau tau hal yang aku minta hanya..
Tetap berdua bersamamu, yang ku harap bahkan sampai selamanya. 🙂

***

Teringat saat..
Kita berdua berbicara dengan suara.
Memegang telpon genggam disamping telinga.
Bercerita bahwa, hari itu kita sedang bahagia.
Dan bersyukur, masih bisa bersama.
Jujur, aku tersenyum.
Sebahagia itu rasaku dulu.
Sebelum sakit itu menghujam ulu hatiku.

***

Jangan tersenyum terlalu banyak, ya, di depanku?
Apalagi ketika kita sudah tak bersama seperti dulu.
Kau tau?
Hanya satu.
Aku rindu canda tawa disertai senyum saat bersua bersamamu, dulu.

***

Kau tau?
Jika boleh ku definisikan rasa rindu.
Kepada kau yang sudah memiliki kekasih baru.
Rindu itu ku biarkan mengapung di laut mati.
Ku biarkan dia terbang bersama angin.
Hingga dia lelah.
Hingga dia sadar.
Tuan rumah yang sesungguhnya.
Telah lama pergi, dan takkan kembali.

***

Bertahun-tahun ku jalani bersamamu.
Tak perlu kau tanya apapun.
Dan tak perlu ku jelaskan bagaimanapun.
Apakah tidak cukup?
Bahkan dalam waktu selama dan semenyakitkan itu.
Aku masih ingin terus bersamamu.

***

Dulu, aku pernah berkata pada diri.
Aku harus ikhlas melihatnya dengan yang lain.
Aku harus ikhlas jika sewaktu-waktu semua harus berakhir.
Percayalah, tak semudah itu.
Aku melewati ribuan luka yang bahkan tak bisa kau tau.
Merasakan ribuan pilu yang terus menganga dan membiru.

***

Malam ini aku kembali meragu.
Tepat di ulu hati, aku merasa pilu.
Tak bisa ku gambarkan itu.
Aku tak tau bagaimana kata yang pas untuk mengungkapkan rasa sembilu.
Hatiku benar-benar di timpa sesuatu yang tak kasat oleh mataku.
Satu yang harus kau tau.
Aku masih mencintaimu.

***

Tiap malamnya. Aku bodoh menangis memikirkan kisah kita.
dengan lancarnya, senyuman itu terukir dengan genangan air mata.
Aku bukan marah padamu.
Aku bukan kecewa padamu.
Aku hanya.. Rindu.
Rindu saat kita bersama menikmati waktu.
Aku rindu tawamu.
Aku ingin bertemu, barang sebentar.

***

Aku kembali termenung mengamati rintik.
Menatap bumi yang dipukul air beribu ribu kali.
Aku iri.
Hal yang demikian rupa beratnya dia tak menyerah.
Dia tetap tegar meski terus dipukul sebanyak apapun.
Demi tuhan, aku lemah.
Aku hanya ingin menjadi sosok bumi.
Sabar, tak terkendali.

***

Penutup

Nah, itulah deretan kata kata Bucin lucu, galau dan singkat yang bisa kami berikan, yang dikutip dari berbagai sumber. Kamu punya kata kata bucin yang lain?

Oh ya, sebenarnya jadi Bucin alias budak cinta itu tidak baik loh, sepatutnya dalam mencintai makhluk Tuhan sekadarnya saja, tidak perlu berlebihan. Hati manusia mudah berubah-ubah, mungkin hari ini cinta, tapi siapa sangka esok menjadi benci. Tidak ada yang bisa memastikan.

So, cintailah sekadarnya.

Tinggalkan komentar