Ucapan Belasungkawa yang Tulus, Sopan, dan Menguatkan

Ucapan Belasungkawa (Turut Berduka Cita) – Roda kehidupan terus berputar, ada kala Anda di atas dan terkadang ada di bawah. Apapun keadaannya, yang bisa Anda lakukan adalah bersyukur dan percaya bahwa itulah yang terbaik dari Tuhan. Itulah hidup dan takdir, ada yang bertemu maka ada yang berpisah, ada awal ada pula akhir, dan ada hidup serta mati. Sudah menjadi hukum alam seperti itu, jadi sebagai hamba Tuhan harus menjalaninya saja.

Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua makhluk hidup di dunia hanya sementara. Jadi janganlah terlalu sombong dan berusahalah rendah hati. Ada kala orang terdekat meninggal dunia dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, entah itu tetangga maupun teman, atau bahkan keluarga.

Di masa itu, tentu segalanya terasa sulit dan ada duka cita mendalam karena kehilangan. Sebagai orang terdekat, tentunya Anda harus memberikan ucapan belasungkawa atau kata-kata turut berduka cita.

Rasa belasungkawa perlu Anda berikan untuk menguatkan mereka, dan juga memberi semangat baru. Lakukan dengan tulus, berikan untaian kata yang bisa menenangkan.

Berikut ini adalah kata kata turut berduka cita sebagai ucapan belasungkawa yang bisa Anda sampaikan kepada yang kehilangan (meninggal dunia).

Ucapan Belasungkawa Islami yang Tulus

Ucapan Belasungkawa Islami
Innalillahi wainna ilaihiraji’un
  • Innalillahi wainna ilaihiraji’un, saya turut berduka dan menyampaikan belasungkawa atas kehilangan yang saudara alami. Saya harap, saudara tetap tabah dan ikhlas menjalani semua ini, yang pasti saudara harus bangkit dan semangat lagi.
    Percaya saja, bahwa ini adalah jalan terbaik yang diberikan oleh Allah.  Kelak, pasti juga akan dipertemukan lagi ketika tiba saatnya, jalani kehidupan sekarang dan berusahalah untuk tegar.
  • Saya dan keluarga turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami, saya ikut berdoa untuk saudara. Itu sudah menjadi garis takdir, barang yang hidup akan mati, dan itu semuanya hanyalah titipan dari Tuhan. Jadi Anda yang sabar dan tabah dalam menerima semua yang terjadi.
  • Hari ini memang hari yang berat untukmu kawan, aku tahu kehilangan itu tidaklah mudah. Tapi memang sesuatu yang datang akan pergi, yang hidup akan mati., jadikan kehilangan ini sebagai pelajaran. Jadi, hargai orang yang kamu cintai mulai sekarang dan jangan menyia-nyiakannya. Bangkitlah dari keterpurukanmu, semangat untuk menjalani kehidupanmu tanpanya, aku turut berduka.
  • Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan, aku turut berduka cita atas apa yang terjadi padamu. Semangatlah kawan, memang berat kehilangan orang tua, mungkin sekarang kamu merasa sendiri dan kesepian. Tapi, lihatlan sekitarmu, ada banyak orang yang sayang padamu, jadi jangan pernah merasa sendiri. Aku dan keluargaku hanya bisa membantu dengan doa semoga diterima disisi-Nya.
  • Saudara, kami juga merasa kehilangan, beliau adalah teladan yang baik di lingkungan ini. Beliau juga mengajarkan berbagai hal yang sangat penting ketika kami datang kesini. Memberikan nasehat ketika ada yang salah, dan juga menjadi penengah yang baik. Kami berbelasungkawa atas perginya beliau ke sisi Tuhan Yang Maha Esa, semoga beliau bahagia di alam yang berbeda.
  • Aku tahu, mentari pagi ini bersinar cerah, tapi hatiku sedang kelam, mendung, dan badai. Bukan hanya kamu yang sedih, aku juga berbelasungkawa, turut bersedih, jadi janganlah merasa sendiri. Kita hanya perlu berdoa, supaya beliau diterima di sisinya, semua dosanya diampuni oleh Allah, lalu amal dan ibadahnya juga bisa menjadi bekalnya.
  • Sahabatku, masih segar dalam ingatanku, segala kenangan manis kita, aku tak menyangka akan pahit sekarang. Selama ini hubungan kita penuh dengan canda dan tawa, tapi sekarang hanya ada tangisanku. Kebaikan hatimu akan selalu terkenang di benakku, kamu sudah pergi jauh sekarang, di mana aku tak akan menemukanmu.  Di sini aku hanya bisa berdoa, untuk keluarga, tabah selalu, ia sudah tenang di sana.

Kata-kata Turut Berduka Cita atas Kehilangan

Turut Berduka Cita

  • Dalam hidup selalu ada cobaan, ini yang sedang kamu alami sekarang. Memang tidak mudah bangkit dari keterpurukan, tapi itu harus dilakukan. Kalau kamu terus terpuruk, hidupmu juga akan lebih buruk. Aku tahu kamu bersedih, tapi lihatlah mereka yang menyayangimu. Aku turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.
  • Cobalah untuk selalu berpikiran positif sekarang, meskipun sulit tetaplah mencoba. Luaskan hatimu, cobalah bersabar, aku yakin kamu bisa, percayalah ini adalah pilihan yang terbaik dari Tuhan. Dan Tuhan akan memberikan hari yang lebih baik setelah cobaan besar ini, asalkan kamu mau bangkit, aku turut berbelasungkawa.
  • Hati memang serasa ditikam, ada kekosongan dan luka yang menganga lebar. Mata juga tidak menutup sumber airnya yang mengalir lebih deras, sulit untuk dihentikan. Aku tahu emosi memang sedang berkuasa, kehilangan seseorang yang dicintai membuat akal dan ketenangan hati hilang. Namun keterpurukan yang menyedihkan ini tak akan mengubah apapun, dan yang pergi tak akan kembali.
  • Hanya doa yang bisa aku berikan, untuk kebaikannya di alam yang berbeda, kamu juga perlu bangkit. Semua orang kehilangan, kamu harus tahu bahwa kamu tidak sendiri, aku disisimu, aku turut merasakan kesedihanmu. Rasa belasungkawa dan duka cita mendalam aku sampaikan untukmu.
  • Maaf, aku hanya ingin mengatakan itu, bibirku sudah tak sanggup lagi berbicara setelah melihatmu. Keadaanmu kacau, aku tahu kamu sedang kehilangan, tapi cobalah tegar. Sadarlah, kematian tidak bisa dihindari sekuat apapun kamu ingin menghindar, karena semua yang kamu sayangi hidup, dan kamu pasti tahu apa akhirnya. Aku hanya ingin berbelasungkawa dan mendoakan beliau.

Ucapan untuk Orang Meninggal

Ucapan untuk Orang Meninggal

  • Kamu tahu, aku turut berduka dan belasungkawa atas kepergian saudaramu, pergi menghadap Tuhan. Ini sudah menjadi takdir dan jalan yang harus dilaluinya, dan itu artinya Tuhan masih menyayanginya. Ini juga yang terbaik bagi Tuhan untuk kamu dan keluarga, cobalah tegar dan menerima, masih banyak yang harus kamu persiapkan untuk menatap masa depan.
  • Kelabu, itulah yang sedang aku rasakan, warna duniaku hilang hanya hitam dan putih saja. sahabatku, aku tak pernah menyangka waktumu sesingkat ini, kamu berpulang. Serasa baru kemarin kita bertemu, menjalin kedekatan, saling melempar canda tawa, tapi sekarang itu hanyalah kenangan. Sekarang aku hanya bisa berkata, selamat jalan semoga kamu ditempatkan di cahaya paling terang.
  • Aku tahu bagaimana sekarang dirimu, hilang rasanya segala duniamu runtuh. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, itu adalah yang terbaik, saudaramu sudah tak merasakan kesakitan sekarang. Kamu harus kuat, wujudkan mimpimu buatlah bangga saudaramu yang memandangmu dari sana. Aku turut berduka, sampaikan doamu padanya.
  • Jadikanlah ini sebagai pelajaran hidup, jangan sampai kamu kehilangan dengan rasa penyesalan mendalam. Selama masih ada, sayangi mereka, jangan kamu sakiti, karena jika sudah pergi baru akan terasa hilangnya, pentingnya dalam hidup.
  • Hidup di dunia memang sebentar, dan nyawa pasti akan dicabut ketika waktunya tiba. Sekeras apapun kamu menghindari dan melindungi orang tersayangmu, percuma, itu sudah ketentuan Tuhan. Yang bisa kamu lakukan hanyalah sabar, tegar, dan memberi doa dari tempatmu, jangan mencoba untuk menyusul. Rasa duka cita turut aku rasakan, karena kamu adalah sahabatku yang sedang terpuruk.

Ucapan Belasungkawa Bijak, Sopan, dan Menguatkan

Ucapan Belasungkawa Bijak

  • Anda harus tahu, bahwa ini adalah musibah yang tidak bisa dihindari, tapi jangan lupa ketika Tuhan menciptakan masalah maka ada solusinya. Untuk masalah ini, hanya satu saja jalan keluarnya, tabah, sabar, dan menerima dengan ikhlas. Berdoalah agar Anda semakin kuat, dan yang pergi bahagia di sana. Saya turut berduka untuk kehilangan Anda dan kepergiannya.
  • Air mata dan keterpurukan yang kamu miliki sekarang tak akan membuatnya bangkit dari kematian. Tolong, hargai Tuhan, ajarannya harus kamu amalkan, berusahalah ikhlas, dan jangan pernah berpikiran negatif. Ikhlaskan segalanya dengan kasih sayang, jangan pernah membenci diri sendiri dan yang sudah berpulang. Ini adalah sebuah musibah, aku ingin menguatkanmu dan turut bersedih atas kehilanganmu.
  • Kalau kamu tahu, kelahiran manusia adalah di bawah kuasa Tuhan, begitupun dengan kematian semuanya kehendak-Nya. Kita hanyalah sebagai pelaku, yang mengalami, dan harus menerima garis takdir Tuhan. Sekarang kamu kehilangan orang tercinta, ditinggalkan untuk selamanya, aku tahu kamu terpuruk.
  • Tapi ingatlah, bahwa yang meninggalkanmu tak akan merasa bahagia jika kamu terus terpuruk. Mulai sekarang bangkitlah, berdiri dengan tegak dan kuat, tundukkan kepalamu, berdoalah kepada Tuhan. Doakan yang pergi dan dirimu sendiri, aku turut berduka.
  • Ingatlah akan ada hari yang lebih baik setelah badai, karena setelahnya akan ada pelangi. Itu yang harus kamu pegang, memang sekarang raganya sudah tidak bisa hidup, tapi jiwanya masih ada. Namanya masih terukir di dalam lubuk hati, dan kenangannya masih tersimpan baik di memori. Jangan takut rindu, putar segala momori indah ketika rasa itu datang.
  • Sekarang mungkin air mata tak ada hentinya, tapi besok atau suatu saat nanti, kamu akan mendapatkan obat dari Tuhan yang lebih baik. Kesedihanmu akan sirna, mantapkan hatimu sabar dan ikhlas, di sini aku turut berduka untukmu.

Ucapan Berduka Cita untuk Sahabat atau Keluarga

Ucapan Berduka Cita untuk Sahabat

  • Ketika kamu kehilangannya, kesedihanmu tak bisa ditampung, meluap begitu saja tidak terkontrol. Itu bukanlah rasa penyesalan semata, tapi juga tanda bahwa cintamu kepadanya sangatlah besar. Karena terkadang manusia sadar bahwa ia sangat menyayangi sesuatu atau seseorang setelah kehilangannya. Memang tak mudah, aku hanya bisa membantu doa dan turut berbelasungkawa.
  • Kamu sedang sedih dan hancur, saya tahu itu, saya juga pernah ada di poposi yang sama. Percayalah akan ada pelangi setelah hujan atau bahkan badai, dan ini hanya cobaan dari Tuhan. Kamu harus melaluinya, jangan hanya diam di tempat, bergeraklah maju, dan terima kenyataan. Tuhan akan memberikan jalan dan menuntunmu ke arah yang lebi baik, aku turut berduka.
  • Aku mengenalmu, sebagai saudaraku, kamu selalu menemaniku, tapi sekarang itu hanyalah kenangan. Waktu terus berlalu, aku hanya terlalu kaget akan kabar itu, kamu telah pergi tak akan pernah menemuiku lagi. Hatiku rasanya hancur, tapi aku hanya berdoa untuk kebahagiaanmu dan aku sendiri akan bangkit agar kamu juga merasa tenang.
  • Sakit itu memang sudah tidak terasa lagi di tubuhmu saudaraku, sudah hilang untuk selamanya. Sayangnya, dirimu juga ikut hilang, tetapi ragamu masih disini, sulit memang menerima kenyataan. Tapi sosokmu akan selalu tersimpan di hatiku dan dimemoriku, kenanganmu sebagai pengobat rindu. Aku berduka, tapi aku harus bahagia setelah badai reda.

Ucapan Belasungkawa Tulus untuk yang Patah Hati

Ucapan Belasungkawa Tulus

  • Cintaku, aku tahu sekarang rasa sakit itu telah pergi, maafkan aku yang tidak bisa menghilangkannya darimu. Bersama rasa sakitmu dirimu menjauh dariku hingga tak bisa menemuimu lagi. Aku tahu ini bukanlah salah siapapun, ini hanyalah takdir yang sudah digariskan Tuhan. Semoga bukan hanya aku yang tegar meskipun hancur, aku berharap keluarga yang kamu tinggalkan juga bisa bangkit.
  • Kamu berhasil, mengambil hatiku, lalu kau patahkan dan sekarang kau hancurkan. Kamu tahu, keadaanku sekarang benar-benar berada di bawah, aku tak menyangka perpisahan kita secepat ini. Rasanya baru kemarin  kita menjalin kasih, tapi sekarang ikatan itu kau putuskan secara paksa, aku tak rela. Tapi jika ini yang terbaik, pergilah, tidak ada siapapun yang bisa melarangmu.
  • Ini adalah takdir, kita dipisahkan bukan karena kehendak kita, tapi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Dirimu tetaplah cintaku, meski ragamu sudah tak bisa kumiliki, dan jiwamu telah pergi. Aku berduka dan berbelasungkawa kepada keluargamu, berusaha tegar meskipun hancur.
  • Seakan langit tahu apa yang sedang kurasakan, patah hati, hancur, dan langitpun mendung siap menumpahkan badainya. Kabar itu bagai angin topan yang berhasil meluluhlantakkan diriku, sudah tak terbentuk sekarang. Terima kasih atas semua kenangan yang kau berikan, ini akan menjadi obat rindu padamu. Berbahagialah di alam sana, aku sedih tapi orang tuamu lebih, aku berduka atas orang tua dan dirimu.
  • Ibu, aku tahu aku banyak salah kepadamu, tapi mengapa sekarang kau menghukumku sangat berat. Aku tak kuat lagi, segala kasih sayangmu kepadaku, aku masih membutuhkannya, aku perlu bimbinganmu. Aku mencoba menerima, tapi hati ini rasanya hancur berkeping tak berwujud lagi. Aku berduka setelah kau tinggalkan, hanya saja aku sadar ini adalah jalan terbaik dari Tuhan, selamat jalan.
  • Tuhan, andaikan waktu bisa diulang dan dilewati, aku ingin mengulang masa lalu dan mencegah dirinya pergi, aku juga ingin melewati masa sekarang, aku tak kuat lagi. Hatiku yang rapuh sudah pecah, cintaku telah pergi, bahkan diriku sudah tak bisa menemuinya. Hanya di pusaranya aku bertemu dengannya, tapi sayang tak ada raga dan jiwanya. Aku turut berduka untuk diriku dan keluarganya.
  • Bagaikan luka yang diberi garam, luka hati ini sangat perih, begitupun mataku, airnya mengalir deras. Ingin diriku menghentikannya, tapi mengingat kenangan itu, aku tak bisa mengontrolnya. Apa benar firasatku sebelum itu, aku sudah merasa kehilanganmu, padahal dirimu masih ada saat itu. Sekarang rasa penyesalan datang, aku berduka, berbelasungkawa, begitupun dengan keluargamu.
  • Hari ini semuanya terbayang akan dirimu, aku masih sadar bahwa kau telah pergi. Entah kenapa, akalku belum bisa menerima hal ini, aku merasa kamu masih ada di sini. Bahkan seringkali kesadaran akalku hilang karena ada banyanganmu, sahabatku. Aku berduka atas kepergianmu, tapi aku juga berbelasungkawa kepada keluargamu yang lebih kehilangan.
  • Mataku terpejam, berat rasanya untuk membuka dan melihat semuanya, wajah sedihmu, aku tak kuat. Aku ingin memelukmu dan itu sudah terjadi, kamu kehilangan satu dunia terbesarmu. Aku harap kamu bisa menjaga satu-satunya duniamu yang tersisa, tegarlah, aku disini selalu mendukungku. Aku turut berduka, bahkan air mataku ikut bersama kesedihanmu, rasa belasungkawa aku sampaikan.

Ucapan Duka Cita dan Belasungkawa dari Jarak Jauh

Ucapan Duka Cita

  • Hari itu aku sudah pergi, jauh darimu, tapi aku kembali lagi. Tapi ketika aku kembali, kabar dirimu pergi membuatku gelisah, bahkan kamu tak kambali lagi. Mengapa kamu berlaku seperti itu padaku, hanya kabar kepulanganmu kepada Yang Kuasa yang kudengar. Aku berduka untukku dan keluargamu, sayangnya aku tak pernah bertemu ragamu untuk terakhir kali.
  • Pengecut, itulah diriku, aku mencoba menghindari masalah, tapi penyesalanlah yang kudapat. Firasatku tak pernah salah, hanya saja aku tak berani menghadapi masalah, dan merasa segalanya baik-baik saja. Sayang ketidakyakinanku waktu itu membuat luka yang menganga di dalam hati, aku tak berani pergi ke tempatmu. Aku sedang dalam duka, saudaraku, begitupun keluarga kita, berbahagilah di kesempurnaan.
  • Setiap hariku bersamamu, hari itu kamu pergi sebentar, ketika aku kembali, kamu malah membawa penyakit. Aku tak tahu harus bagaimana, aku sudah merasakan kehilangan, aku berusaha positif, tapi perasaanku tak pernah salah. Kini hanya ada bayangmu dan kenanganmu sebagai pengobat rindu, kamu sudah pergi untuk selamanya. Aku berduka dan menyampaikan belasungkawa untuk keluargamu.
  • Setelah kehilangan baru akan terasa kalau menyayanginya, itulah yang kurasakan sekarang dan keluargamu yang selalu menyayangimu. Aku pergi sebentar, tapi di sana aku hanya mendengar kabar kepulanganmu, aku merasa kosong. Hanya suaramu yang terngiang di kepalaku, aku berbelasungkawa dan turut berduka.
  • Hubungan kita memang jarak jauh, tapi kau selalu bilang sehat dan baik-baik saja. Entah aku yang tak peka atau terlalu percaya padamu, sekarang penyesalan yang kudapatkan. Rasanya aku ingin memelukmu, meskipun hanya sebentar untuk terakhir kalinya.
    Tapi jarak ini memisahkan kita, namun di dalam hatiku kamu terasa dekat, tapi takdir sudah membuatnya benar-benar jauh dan tak terjangkau. Aku berduka karenamu, tapi aku berbelasungkawa kepada keluargamu.
  • Aku tahu bahwa Tuhan menyayangimu, bahkan tidak membiarkanmu menderita karena rasa sakit. Ia menjemputmu terlebih dahulu, aku hancur tapi berusaha tegar. Ingin bertemu denganmu walau hanya sebentar untuk terakhir kalinya, tapi apa daya jarak ini memisahkan kita. Sekarang aku hanya bisa berdoa untukmu, dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang kau tinggalkan.
  • Sahabatku, kita bersama sejak kecil, sekarang aku kira hanya jarak yang akan memisahkan dan kesibukan kita meraih mimpi. Tapi sekarang situasinya berbeda, aku di sini dan ragamu di sana, hanya raga, jiwamu sudah berpulang. Aku hanya merasa menyesal dan sakit hati, mendengar kepergianmu. Aku kehilanganmu begitupun dengan keluargamu, doa dan rasa belasungkawa yang bisa kusampaikan.
  • Malam ini adalah puncak kesedihan dan penyesalanku, ketika kamu bilang akan pergi. Aku bisa berkata iya ketika kamu bilang akan kembali, tapi perasaan gelisah dan tak rela menyelimuti hatiku. Kau bilang akan mengabari dan aku akan menunggu, kenyataan menamparku sekarang. Kabarmu sudah sampai kepadaku, buruk sekali, bahkan kau tak akan pernah kembali. Aku hancur, dan turut berduka untuk keluarga.
  • Mama, ini bukan kabar yag sebenarnya kan? Atau mama hanya salah mengabariku, tolong jawab ini hanya salah paham atau mimpi. Bagaimana bisa dia meninggalkanku tanpa menemuiku terlebih dahulu. Aku tahu kamu berniat menemuiku di sini, aku sudah melarang, kenekatanmu membawa penyesalan dan kehancuran untukku. Aku hanya bisa menerima, berdoa, dan tegar, untuk keluargamu.

Itulah beberapa kata kata turut berduka cita yang bisa digunakan untuk menyampaikan ucapan belasungkawa, entah itu kepada keluarga sendiri, rekan kerja, atau sahabat. Semoga bermanfaat.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.
Back to top button