15 Jenis Ikan Hias Air Tawar Populer

Berbagai jenis ikan hias mempunyai keindahannya tersendiri. Parameter keindahan dari masing-masing jenis ikan dapat diukur dari bentuk badan, fisik, warna, maupun tingkah lakunya.

Di antara sekian banyak jenis ikan hias air tawar yang ada, berikut 15 jenis yang memiliki daya tarik untuk dijadikan sebagai ikan hias peliharaan.

1. Ikan Arwana/Siluk (Scleropages sp.)

Ikan ArwanaSiluk (Scleropages sp.)

Warna dan bentuk tubuhnya menjadi daya tarik kuat dari jenis ikan hias air tawar ini. Bagi yang mempercayainya, ikan ini pun dianggap sebagai pembawa hoki sehingga menjadi daya tarik lain bagi penggemarnya. Berdasarkan asalnya, ikan arwana dibagi menjadi dua kelompok, yaitu arwana yang berasal dari Brasil dan dari Indonesia.

Arwana yang berasal dari Brasil mempunyai nama ilmiah Osteoglossum sp. Bentuknya pipih ke samping memanjang dan meruncing ke arah ekor. Sirip punggung dan sirip perut juga ikut memanjang ke arah ekor sehingga sirip ekor menjadi tampak sempit. Susunan antar sisik kurang atau tidak terlalu jelas. Namun, mayoritas dari jenis arwana ini berwarna putih perak atau hitam.

Arwana asli dari Indonesia ada dua jenis, yaitu Sclerophagus formosus yang berasal dari Kalimantan dan Sumatera serta Sclelophagus jardini yang berasal dari Irian. Kedua jenis arwana tersebut mempunyai bentuk badan yang sama, yaitu agak tebal dan memanjang, tetapi tidak meruncing ke arah ekor.

Bentuk kepalanya lurus dengan mulut lebar menghadap ke atas. Mata besar dan bersungut di bibir bawahnya. Sirip punggung dan sirip perut ke arah ekor relatif kecil. Sirip dada berbentuk hampir segi tiga dengan ukuran tidak terlalu besar dan sirip ekor yang membulat. Sisiknya besar besar dengan susunan antar sisik terlihat jelas. Hal ini karena setiap pinggiran sisik dilingkari warna yang lebih jelas dan lebih tua.

Di pasar dunia, Sclerophagus formosus memiliki harga jual yang sangat tinggi dan dikenal dengan julukan the star of Indonesian ornamental fish. Warnanya bermacam macam, antara lain hijau, kuning, putih keperakan, kuning kemerahan, dan yang paling mahal adalah yang berwarna merah.

Menurut kepercayaan para pecinta ikan arwana, khususnya yang berwarna merah merupakan ikan dewa yang membawa keberuntungan. Tak mengherankan jika harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekornya.

Sementara Sclerophagus jardini umumnya berwarna perak agak keunguan atau cenderung berwarna merah muda. Badan arwana ini agak lebih tebal dibandingkan Sclerophagus formosus.

Selain dari warnanya yang mengilap, kualitas arwana juga sangat tergantung dari kelengkapan atau kenormalan organ tubuhnya. Sisik dan sungut merupakan organ tubuh arwana yang rentan masalah, terlebih arwana tergolong jenis ikan hias air tawar yang gesit dan agresif. Terutama ketika sedang terkejut atau mengalami stres.

Bila demikian, arwana akan meloncat loncat atau menabrak dinding akuarium atau bak sehingga sungutnya patah dan sisiknya lecet. Hal ini bisa menyebabkan munculnya infeksi penyakit lain. Dengan demikian, untuk mempertahankan kualitasnya, perlu kehati-hatian dalam menanganinya dan menghindari arwana terjatuh atau memar.

Dalam kondisi akuarium yang nyaman, arwana bisa menunjukkan gerakan gerakan yang lemah lembut. Namun, bila terkejut, lapar, atau ada pakan yang bergerak (misalnya cicak yang lewat di atasnya), ikan ini akan meloncat cukup tinggi. Oleh karena itu, penutupan akuarium menjadi mutlak untuk dilakukan.

2. Ikan Barbus Sumatera/Tiger Barb (Barbus pentazona)

Barbus SumateraTiger Barb (Barbus pentazona)

Seperti namanya, ikan ini berasal dari sungai sungai di daerah Sumatera sehingga dikenal dengan nama ”ikan Sumatera”. Kendati demikian, ikan ini juga dijumpai di daerah Asia Tenggara.

Gerakan ikan Sumatera amat lincah dan gesit. Jenis ikan hias air tawar ini sangat bagus bila dipajang dalam kelompok. Ukuran ikan yang paling besar sekitar 5 cm.

Hidup dengan cara melayang di tengah air. Pemberian tanaman air di tempat pemeliharaan akan meningkatkan daya tariknya. Badannya ramping ke samping, berwarna kuning kecokelatan sedikit keperakan, terdapat empat garis tebal transversal memotong badan dari punggung ke bawah dan bentuk segitiga hitam dari sirip punggung ke belakang, serta memiliki sirip berwarna merah cabai menyala. Warna tersebut akan terlihat lebih cerah ketika ikan ini birahi.

Berdasarkan warnanya, Barbus Sumatera dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu barbus Sumatera asli berwarna kuning kecokelatan dengan garis hitam, green tiger berwarna hijau, dan albino berwarna putih.

Di antara jenis yang lain, green tiger adalah yang paling mahal. Warna dasar green tiger hijau muda sampai hijau tua kehitaman. Namun, pada ikan yang berwarna tua, garis hitamnya sering menjadi tidak terlihat jelas. Siripnya berwarna merah terang dan terlihat sangat bagus.

Pembiakan green tiger termasuk susah karena anak-anak yang dihasilkan sering kali tidak menyerupai induknya, yakni menjadi berwarna kuning cokelat atau seperti warna Barbus Sumatera asli. Hal ini terjadi terutama bila pH air tidak cocok.

Jenis Sumatera albino berwarna putih agak merah jambu keperakan dengan sirip dan mata berwarna merah. Pada jenis ini tidak terdapat garis-garis hitam, tetapi garis-garis berwarna putih.

3. Black Ghost (Aptero notus albifrons)

Black Ghost (Aptero notus albifrons)

Black ghost merupakan salah satu ikan hias impor yang cukup populer di Indonesia. Warna badannya hitam polos dan terdapat sedikit warna putih di bagian ekor dan kepalanya. Warna badannya yang hitam pekat inilah yang membuatnya dijuluki black ghost.

Meskipun namanya seram, ikan ini tidaklah menakutkan. Justru bentuk badannya yang menyerupai umbul-umbul atau daun yang pipih ke samping dan memanjang terlihat sangat menarik.

Sirip perutnya memanjang dengan jari-jari sirip amat halus dan dapat menyatu dengan badan. Namun, ikan ini tidak mempunyai sirip punggung.

Gerakan badannya ketika berenang sangat menarik, yakni ketika sirip bagian bawahnya berkibar-kibar sehingga tampak seperti bendera atau umbul umbul yang tertiup angin.

Pecinta black ghost umumnya menginginkan ikan yang kulitnya berwarna hitam mengkilap dan licin seperti warna kelelawar dengan sirip harus benar-benar rapat tanpa ada robekan.

Ikan black ghost dikenal senang menempel pada substrat dan kerap bersembunyi di dalam lubang. Oleh karena itu, sebaiknya pada tempat pemeliharaan diberi tempat persembunyian.

Black ghost termasuk jenis ikan hias air tawar yang cukup toleran terhadap kondisi air sehingga penggantian air tidak harus sering dilakukan. Namun, kondisi air tempat pemeliharaan tetap harus dijaga karena bila kondisi air tidak baik, warna hitam pada kulitnya menjadi tidak mulus dan terlihat seperti bulukan.

4. Ikan Botia/Clown Loach (Botia macracantha)

Ikan BotiaClown Loach (Botia macracantha)

Botia merupakan ikan asli dari perairan Sumatera dan Kalimantan yang cukup populer di kalangan pecinta ikan hias ini, baik di dalam maupun luar negeri. Jenis ikan hias air tawar ini amat laku, terutama di pasar luar negeri.

Selama ini, botia lebih banyak diambil dari alam. Hal ini karena botia belum dapat ditangkarkan dan produksinya masih mengandalkan tangkapan dari alam.

Selain itu, ada peraturan pemerintah untuk menjaga kelestariannya sehingga ada larangan untuk menangkap atau memperdagangkan botia berukuran lebih dari 15 cm.

Oleh karena itu, bila tidak diimbangi dengan usaha pengembangbiakannya, pengambilan botia dari alam yang dilakukan secara terus-menerus dapat merusak populasi ikan hias ini.

Salah satu daya tarik botia adalah bentuk badannya seperti torpedo dengan punggung agak melengkung dan mulut kecil meruncing ke arah bawah. Gerakan botia juga sangat gesit dan aktif.

Tubuhnya yang belang belang kuning hitam membuatnya terlihat seperti harimau belang dan dijuluki sebagai ”ikan harimau” atau tiger fish. Siripnya berwarna merah sampai oranye. Botia yang digemari para penghobi ikan hias adalah yang berwarna kuning emas cerah dan hitam mengilat.

Botia senang bersembunyi dan tidak menyukai sinar yang terang. Sifat ini menjadi petunjuk bahwa pada tempat pemeliharaan botia sebaiknya dibuat dalam suasana remang remang.

Selain itu, botia juga termasuk ikan yang mudah terkejut. Bila terkejut, botia akan meloncat-loncat. Untuk itu, sebaiknya tempat pemeliharaannya diberi penutup atau diusahakan jarak antara permukaan air dan bibir tempat pemeliharaan cukup tinggi.

5. Ikan Cupang (Betta sp.)

Ikan Cupang (Betta sp.)

Cupang merupakan ikan yang amat banyak penggemarnya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ukurannya yang kecil merupakan kelebihan dari cupang sehingga memudahkan dalam pemeliharaannya karena tidak membutuhkan wadah yang besar. Bahkan, stoples atau botol bekas pun dapat digunakan untuk memelihara cupang.

Berdasarkan siripnya, terdapat dua jenis cupang, yaitu cupang bersirip pendek yang dikenal sebagai cupang adu, dan cupang bersirip panjang yang lebih dikenal sebagai cupang hias. Sirip punggung ikan ini berpangkal agak ke belakang, sementara sirip perutnya agak ke depan.

Baik pada cupang hias maupun cupang adu, jenis yang jantan cenderung memiliki daya jual yang lebih tinggi daripada yang betina. Hal ini karena pada cupang adu yang kerap dijadikan sebagai aduan adalah yang jantan. Begitu pula dengan cupang hias, jenis yang berkelamin jantan memiliki penampilan yang jauh lebih menarik dari betina karena warnanya lebih cerah dan siripnya panjang dengan aneka bentuk yang memikat.

Cupang hias berjenis kelamin betina berwarna lebih pudar dan bersirip lebih pendek. Hal ini membuat harganya menjadi lebih murah, kecuali bila akan dijadikan sebagai indukan untuk tujuan pengembang biakan. Baik cupang adu maupun hias, bentuk badannya sedikit pipih ke samping, bermulut agak lebar, dan berbibir sedikit tebal.

Keragaman jenis pada cupang sangat tinggi, di antaranya meliputi warna dan bentuk sirip. Warna yang muncul pada ikan hias ini di antaranya biru, merah, kehijauan, keabu-abuan, putih, kuning, atau variasi dari warna tersebut. Demikian juga dengan beragam bentuk sirip memunculkan variasi bentuk cupang yang sangat beragam.

Munculnya beragam jenis cupang ini merupakan hasil inovasi dan kreativitas penghobi ikan cupang dan peternak dalam melakukan kawin silang. Kreativitas tersebut melahirkan variasi anakan dengan penampilan yang lebih menarik.

Dari ragam warna dan bentuk sirip, terutama pada cupang hias, akhirnya memunculkan banyak kategori cupang, seperti maskot, kombinasi, warna dasar, marble, double tail, dan short tail.

Hingga saat ini, banyak para penghobi cupang yang sangat fanatik terhadap ikan ini sehingga tak heran bila ada sebutan “cupang mania”. Untuk mewadahi para penghobi ikan cupang tersebut, telah banyak digelar kontes cupang, mulai dari tingkat lokal sampai internasional.

Berbagai kontes cupang, semakin semarak dan bermunculan di berbagai kota dengan jumlah peserta yang tidak sedikit. Cupang yang menjadi juara dalam suatu arena kontes pasti akan terdongkrak nilainya. Munculnya klub dan asosiasi di berbagai daerah juga dapat dijadikan sebagai indikator luasnya penggemar jenis ikan hias air tawar ini.

Ketika kontes, kualitas ikan harus diperhatikan kesesuaiannya karena tak jarang ikan yang semula bagus setelah dimasukkan ke dalam air yang tidak sesuai mengalami stres sehingga siripnya tidak mau mengembang dan loyo. Hal ini yang kerap membuat ikan cupang yang dikonteskan gagal untuk menang.

Cupang dinilai berkualitas bagus bila penampilannya sehat, lincah, dan badannya memanjang silindris dan terlihat mulus. Sisik mengilat dan sirip siripnya mengembang. Pada jenis cupang yang bersirip panjang maka semakin panjang siripnya akan semakin bernilai baik.

Cupang termasuk ikan yang bersifat agresif dan suka berkelahi. Oleh karena itu, peternak dan pecinta ikan ini satu per satu dalam botol-botol bekas air mineral atau selai. Antara botol yang satu dengan botol yang lain diberi penyekat kertas atau kardus agar cupang cupang tidak saling melihat.

Bila tidak disekat, kendati ditempatkan pada wadah yang terpisah, sirip sirip dan turup insang cupang akan langsung mekar dan siap tempur. Dalam kondisi demikian memang cupang akan terlihat indah, tetapi cupang akan mematuk dinding botol sehingga bibirnya menjadi rusak.

Selain dari kondisi fisik yang prima, cupang yang agresif lebih disukai oleh penggemarnya. Oleh karena itu, tak heran bila cupang adu yang agresif biasanya akan dijual dengan harga tinggi.

6. Ikan Diskus (Symphysodon discus)

Ikan Diskus (Symphysodon discus)

Diskus yang dikenal dengan sebutan “the king of aquarium” cukup digemari oleh pecinta ikan hias. Saking banyaknya yang menggemari, membuat harga diskus menjadi sangat mahal, terutama untuk jenis yang sedang tenar, atau sedang tren. Seiring dengan semakin banyaknya penggemar diskus, kontes diskus kerap digelar dan diikuti oleh banyak peserta.

Ada empat spesies diskus alam, yaitu Symphysodon discus (heckel discus), S. aequifasciata axelrodi (brown discus), S. aequi fasciata aequifasciata (green discus), dan S. aequifasciata haroldi (blue discus).

Seperti halnya cupang, banyaknya kreativitas para penggemar dan peternak diskus dalam membudidayakan ikan ini memunculkan varietas-varietas hasil silangan baru dengan warna dan corak yang lebih bagus dari aslinya. Hal ini menyebabkan warna dan corak diskus sangat beragam. Bahkan, bisa dibilang hampir setiap tahun akan muncul jenis diskus baru dengan warna dan corak yang menarik.

Variasi warna diskus yang ada di pasaran mulai dari putih, kuning, merah, kuning, hingga cokelat. Sementara coraknya mulai dari garis lurus, garis acak, bulatan bulatan, hingga totol-totol. Dari variasi warna dan corak tersebut, banyak bermunculan varietas baru, di antaranya snake skin, leopard snake, red pigeon, marlboro, blue diamond, dan red turquoise.

Hampir setiap tahun muncul jenis baru dengan warna dan corak yang menarik. Kualitas standar ikan diskus ditentukan dari fisiknya yang mulus, tidak cacat, memiliki sisik yang utuh, bentuk badannya yang membulat pipih ke samping dan agak tebal, serta sirip ekornya yang mengembang sempurna dan tidak kuncup.

Biasanya, mulut diskus yang agak lebar dengan warna yang cerah dan tegas lebih disukai penggemarnya dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Salah satu yang dapat menurunkan kualitas diskus adalah adanya titik-titik hitam seperti pasir pada area punggung dan rusaknya sirip karena serangan penyakit fin rot. Diskus yang telah terserang penyakit, meskipun telah sembuh, harganya tetap rendah karena ikan tersebut akan menjadi cacat.

Oleh karena itu, untuk mempertahankan kualitas diskus diperlukan pengetahuan dan ketelitian dalam melakukan perawatannya, antara lain dengan memantau kualitas air dan pakan secara teratur.

7. Frontosa (Cyphotilapia frontosa)

Frontosa (Cyphoti lapia frontosa)

Ciri khas frontosa terletak pada tubuhnya yang bercorak zebra garis vertikal hitam putih atau kombinasi antara warna warna biru tua, keperakan, dan kekuningan.

Aneka warna ini membuat frontosa menjadi bervariasi. Ciri khas lainnya yang mirip pada ikan Iou han, yakni memiliki “nongnong” pada wajahnya.

Ikan frontosa memiliki tubuh yang gemuk dan terlihat kekar. Kendati demikian, jenis ikan hias air tawar ini memiliki pembawaan yang anggun karena termasuk ikan hias slow moving, yakni senang berenang lambat. Sebagai ikan hias, frontosa digemari karena termasuk tipe pendamai, jinak, dan tidak galak sehingga pemiliknya bisa leluasa bermain-main memberi pakan tanpa perlu takut akan dilukai.

Di pasaran, harga frontosa tergolong cukup mahal, sehingga dengan memeliharanya menjadi gengsi tersendiri bagi penggemarnya.

Selain itu, para penggemar frontosa kerap meyakini frontosa sebagai ikan pembawa hoki. Harga yang tinggi merupakan peluang besar bagi siapa saja yang ingin berbisnis ikan frontosa karena permintaan pasar, baik lokal maupun ekspor juga cukup tinggi.

8. Guppy (Poecilia sp.)

Guppy (Poecilia sp.)

Ikan asal Amerika Serikat, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan ini dijuluki sebagai ikan seribu. Keberadaannya kini bisa dijumpai hampir di perairan di seluruh dunia.

Semula, guppy diintroduksi sebagai ikan pengendali nyamuk, bahkan di Jawa Barat guppy banyak dijumpai di parit-parit. Namun, saat ini guppy lebih dikenal sebagai salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup digemari.

Ukurannya yang kecil, pertumbuhannya yang cepat, dan warnanya yang bervariasi membuat ikan ini juga sering digunakan sebagai bahan praktik dalam ilmu genetika. Perkembangan rekayasa breeding yang dilakukan oleh para praktisi maupun pecinta ikan guppy telah menghasilkan banyak varietas guppy dengan warna dan bentuk sirip yang beragam.

Konon, sirip punggung pada guppy neon yang berkilau merupakan hasil rekayasa genetika, karena pada guppy percobaan dimasukkan DNA dari ubur-ubur.

Secara morfologi, bentuk tubuh guppy langsing, agak memanjang, dan memiliki sirip punggung serta sirip ekor yang melebar. Bila berenang, sirip sirip ini berkibar seperti bendera sehingga ada juga yang menamai ikan ini sebagai “ikan bendera”. Sirip ekornya cukup unik karena dapat mengembang setengah lingkaran dengan variasi warna yang tergantung dari varietasnya, yakni mulai dari biru, merah, hijau, hingga warna warna campuran.

Sama halnya dengan cupang, ikan guppy jantan juga memiliki warna mau pun bentuk sirip yang jauh lebih bagus dan lebih lebar daripada yang betina. Oleh karena itu, yang diperjualbelikan umumnya adalah guppy jantan.

Kontes guppy juga banyak diselenggarakan, biasanya bersamaan dengan pameran-pameran ikan hias jenis lain. Harga juaranya juga cukup mahal, ada yang mencapai 2-3 juta rupiah per ekornya.

9. Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Koi merupakan ikan yang sudah sejak lama dijadikan sebagai ikan peliharaan. Oleh karena itu, tak heran bila ikan ini sangat populer di kalangan pecinta ikan hias hampir di seluruh dunia. Harga jualnya pun sangat bervariasi, mulai dari yang murah hingga yang sangat mahal.

Ikan koi berasal dai China dan berkembang pesat di Jepang sejak 200 tahun yang lalu sampai sekarang. Ikan ini tergolong berumur panjang. Konon, koi yang paling panjang umurnya berada di Jepang, yakni mencapai umur 226 tahun.

Usia koi ini dapat dihitung dari lingkaran tahun yang berada di sisiknya. Bagi para penangkar di Jepang membudidayakan ikan koi lebih dianggap sebagai seni ketimbang bisnis. Oleh karena itu ”tren” ikan ini selalu berkembang setiap saat.

Bentuk badannya yang silindris memanjang seperti torpedo dengan warna yang beraneka ragam sangat digandrungi kalangan pecinta ikan hias. Ikan ini sangat indah bila dipandangi dari atas. Oleh karena itu, ikan ini lebih cocok dipelihara di kolam-kolam ikan yang diletakkan di pekarangan rumah.

Walaupun untuk menilai ikan koi agak sulit, karena varietasnya yang banyak dan kriterianya cukup sulit dijabarkan, ternyata tetap banyak pihak yang menyelenggarakan kontes koi dengan hadiah jutaan rupiah.

Biasanya, para juri kontes tersebut menilai keindahan koi dari warnanya. Hal ini karena warna ikan koi menjadi ciri jenis ikan, misalnya koi jenis kohaku yang didominasi warna merah dan putih atau jenis sumi yang warnanya hitam. Warna-warna tersebut memiliki pola berbeda beda dan turut menciptakan selera pasar tersendiri kalangan pecinta ikan hias.

10. Ikan Hias Louhan

Louhan

Tidak ada nama spesies khusus dari lou han karena ikan ini merupakan jenis silangan atau hibrid. Berbagai sebutan juga ada pada louhan ini di antaranya adalah flower horn, flower Iou han, dan sun go kong.

Sangat terkenal dan demam lou han terjadi pada tahun 2001-2002, yakni ketika hampir setiap pecinta ikan membicarakan ikan cantik ini. Namun seperti halnya pet animals lainnya yang naik turun bersama ”tren”, saat ini pamor lou han sudah agak turun. Namun demikian, tetap masih banyak pecinta ikan hias yang fanatik pada ikan ini. Hal ini terbukti dari tetap maraknya kontes lou han yang masih sering diadakan.

Warna ikan lou han didominasi oleh warna putih, merah, dan hitam dengan pola yang amat bervariasi. Ada yang polos atau bercorak batikan dengan warna berselang-seling. Selain dan nongnong di kepalanya, warna pada Iou han juga menjadi standar dari kualitas lou han.

Konon, ikan lou han merupakan persilangan dari ikan Cichlasoma synspilum dan C. cyanogutlatum yang dilakukan oleh para pecinta ikan hias Malaysia. Namun, seiring dengan waktu dan selera, banyak jenis lou han yang merupakan hasil persilangan antar jenis siklid lainnya.

Ikan yang berasal dari perairan benua Amerika Tengah ini menghendaki lingkungan tumbuh dengan medium optimal bersuhu 24-27° C, kesadahan 10 -12° dH, dan pH 7,0-7,5.

Sebagaimana siklid lainnya, lou han termasuk ikan yang agresif sehingga tak bisa dicampurkan dengan ikan lainnya. Oleh karena itu, para pecinta ikan hias biasa memeliharanya secara solitair atau satu ekor dalam satu wadah.

11. Manfish/Angel Fish (Pterophyllum scalare)

ManfishAngel Fish (Pterophyllum scalare)

Manfish termasuk satu di antara ikan hias yang memiliki penampilan khas, yakni anggun, lemah lembut, dan cantik. Oleh karena itu, tak heran bila ikan ini dijuluki sebagai “queen of aquarium“.

Selain itu, bentuk badannya unik seperti anak panah, dan pipih ke samping dengan sirip punggung serta sirip perut yang simetris dan melebar. Sirip dadanya berbentuk kecil panjang dan sempit seperti “dasi” yang umumnya berwarna keputihan.

Pada Manfish jenis slayer, sirip-siripnya amat panjang seperti selendang yang indah. Ikan ini memiliki warna asli abu-abu keperakan ke arah putih kekuningan, dengan empat buah garis hitam yang terlihat seperti memotong badan.

Dari hasil persilangan yang dilakukan oleh pecinta ikan hias atau breeder, dihasilkan berbagai macam warna Manfish seperti black and white (BW), black, tricolor, kuning, dan albino.

Di kalangan pecinta ikan Manfish, black and white berwarna abu-abu atau putih keperakan pada setengah badan ke depan dan hitam pada setengah badan ke belakang termasuk yang cukup digemari.

Pada jenis black, semua badannya berwarna hitam, sementara jenis tricolor berwarna dasar abu abu putih keperakan dengan totol hitam dan kuning atau agak oranye.

Saat ini, jenis Manfish yang terkenal adalah yang berwarna putih kuning polos dengan mata merah menyala. Bila dibandingkan dengan jenis lainnya, harga jenis Manfish tersebut relatif mahal dibandingkan jenis lainnya.

Manfish termasuk ikan hias yang mudah dikembangbiakkan, karena cukup sering bertelur. Selain itu, Manfish juga cukup toleran berhadap berbagai kondisi air sehingga cukup mudah dalam pemeliharaannya.

Namun, untuk mendapatkan Manfish yang berkualitas baik tetap diperlukan perhatian khusus, karena bentuk dasi yang panjang pada tubuh Manfish termasuk mudah patah, kulitnya mudah lecet, demikian pula dengan sirip panjangnya yang mudah rusak, geripis, atau robek.

Sirip yang rusak biasanya masih mudah diperbaiki bila ikan Manfish masih muda, yakni dengan pemeliharaan yang baik, tetapi bila terjadi pada Manfish dewasa kerusakan tersebut sudah tidak bisa pulih kembali.

12. Mas Koki/Gold Fish (Carassius auratus)

Mas KokiGold Fish (Carassius auratus)

Mas koki termasuk jenis ikan yang sudah ada sejak lama, atau bahkan bisa dibilang menjadi jenis ikan yang pertama kali dipelihara sebagai ikan hias.

Ikan asal negeri Cina ini memiliki perawakan yang sangat lucu dan menyenangkan untuk dipandang lama lama. Gaya berenangnya yang santai dan merayap di dasar air terlihat kalem.

Warna ikan yang masih muda biasanya sama, yakni abu-abu, kemudian setelah beranjak remaja atau dewasa, baru akan terlihat berwarna-warni.

Mas koki memiliki ragam warna yang menarik, misalnya merah, kuning, hitam, putih, dan kombinasi dari berbagai warna. Seiring dengan berkembangnya kreativitas dalam teknik kawin silang, warna dan bentuk ikan mas koki pun semakin bervariasi, sehingga terus bermunculan jenis dan varietas baru mas koki.

Para penghobi mas koki biasanya menyukai jenis mas koki yang bulat dan gemuk. Semakin gemuk bentuk tubuhnya, akan semakin digemari.

Pada beberapa jenis mas koki, ada yang tidak memiliki sirip punggung, misalnya pada mas koki mata balon. Sirip ekor pun berbeda beda, ada yang berjumlah satu atau dua, terbuka atau mekar, dan ada yang panjang. Biasanya, mas koki yang siripnya kuncup dan tidak mengembang tidak laku dijual.

Selain bentuknya yang lucu, keragaman jenis mas koki menjadi daya tarik lain bagi para penghobi. Jenis spenser mempunyai bentukan daging di kepala seperti jambul dengan ukuran yang bervariasi. Ekornya ada yang panjang dan ada pula yang pendek. Warna dari jenis mas koki ini kebanyakan merah oranye, tetapi ada pula yang campuran merah, hitam, dan putih pada seluruh badan.

Mas koki jenis mutiara memiliki sisik yang membentuk bangunan seperti butiran mutiara di seluruh badannya. Mayoritas warna mas koki jenis ini adalah putih, tetapi ada juga yang bercampur dengan warna lain seperti merah, oranye, atau kuning.

Kepala singa merupakan salah satu jenis mas koki yang digemari di kalangan pecinta ikan mas koki. Jenis ini memiliki jambul dan berekor pendek, tetapi mengembang. Bentuk badannya bulat dan warnanya cukup bervariasi, yakni merah, oranye, putih perak, dan warna lainnya.

Oleh karena bentuk kepala mas koki kepala singa yang besar dengan ekor yang pendek, ikan ini terlihat seperti jungkir balik atau menungging ketika sedang berenang.

Jenis red cap berwarna putih perak dengan warna merah di atas kepala. Red cap yang dinilai bagus adalah yang warna merahnya tidak melebar ke tutup insang. Karakter bagus lain adalah bila ada jambul di kepala dan matanya kecil hitam tajam. Sirip ekor jenis mas koki ini ada yang panjang ada yang pendek.

Mas koki mata balon terkenal karena matanya seperti balon berisi air. Jenis mata balon yang berwarna oranye dengan mata tajam berwarna hitam merupakan jenis yang sangat digemari sehingga tak heran bila harganya tinggi.

13. Ikan Oscar (Astronotus ocellatus)

Ikan Oscar (Astronotus ocellatus)

Oscar merupakan ikan hias asal Amerika Selatan yang cukup dikenal di kalangan pecinta ikan hias. Bentuk badan Oscar cenderung pipih ke samping dengan sirip punggung yang lebar hampir memenuhi punggung. Ukuran sirip dada dan perut sedang, sementara sirip ekor agak membulat.

Berdasarkan ukuran siripnya, terdapat dua jenis Oscar, yaitu Oscar slayer yang bersirip panjang dan Oscar yang bersirip pendek. Daya tarik ikan ini terutama terletak pada motif corak batikannya. Dilihat dari warnanya, dikenal dua macam Oscar, yaitu jenis Oscar berwarna dasar cokelat dan jenis albino yang berwarna putih.

Jenis Oscar cokelat umumnya memiliki badan berwarna cokelat kemerahan atau kehitaman dengan batikan berwarna merah oranye atau kuning keemasan pada sisi badannya.

Sementara Oscar albino badannya berwarna putih dengan batikan merah atau kuning di sisi badannya. Oscar cokelat dengan ciri batikan lebar berwarna tegas, serta memiliki sirip-sirip berwarna cokelat tua atau hitam dengan garis kemerahan pada bagian ujungnya, digolongkan sebagai Oscar yang berkualitas bagus. Seperti halnya Oscar cokelat, Oscar albino dengan batikan lebar juga sangat diminati.

Dalam kondisi normal, perilaku Oscar cenderung tenang. Namun, saat diberi pakan, ketika sedang bertelur, atau merasa terganggu, Oscar akan menjadi agresif dan galak, sehingga tak sungkan-sungkan menggigit siapa saja dengan giginya yang tajam.

Untuk itu, pecinta Oscar sebaiknya lebih berhati-hati ketika memberi pakan atau mengambil telur untuk menghindari gigitan ikan ini.

14. Platy (Xiphophorus sp.)

Platy (Xiphophorus sp.)

Ikan asal Amerika Selatan ini merupakan salah satu ikan hias yang sudah sejak lama diintroduksi. Varietas varietas platy seperti sunset, hawaii, red coral, black tail, simson, dan platy cagak, banyak tersebar di pasaran.

Perawatan ikan beranak ini sebenarnya amat mudah, karena platty memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai kondisi atau kualitas air. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, kualitas air tetap harus selalu terjaga.

Varietas platy sangat mempengaruhi kualitasnya. Coral red misalnya, termasuk berkualitas bila badannya agak pendek dan berwarna merah. Sementara varietas Simson disebut bagus bila badannya memanjang dan kekar.

Umumnya, ikan platy dapat dipelihara di dalam kolam atau bak semen terbuka dengan kepadatan tinggi. Hanya saja, lingkungan tersebut sering terganggu hama seperti larva capung, kutu argulus kecil, dan lernaea. Serangan larva capung bisa menyebabkan kulit platy terluka, sedangkan kutu argulus dan lernaea yang masuk bersama pakan akan melekat pada kulit ikan. Kondisi ini tentu akan menurunkan kualitas ikan platy.

Untuk itu, cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama hama tersebut adalah dengan melakukan perendaman ikan ke dalam air garam, larutan PK, atau larutan abate.

15. Ikan Rainbow (Melanotaenia sp.)

Ikan Rainbow (Melanotaenia sp.)

Jenis ikan hias air tawar ini berasal dari daerah sungai-sungai Indonesia bagian Timur (Sulawesi dan Irian) sampai ke Australia ini, mempunyai penampilan yang amat cantik. Ikan ini bersifat omnivora dan sedikit mengarah ke herbivora.

Oleh karena itu, ikan ini amat senang hidup di perairan yang banyak tanaman airnya.

Bentuk tubuh ikan rainbow pipih ke samping, agak tebal, dan memiliki sirip punggung, sirip perut, dan sirip ekor yang relatif panjang. Seperti namanya, ikan ini memiliki warna seperti pelangi dengan beragam warna, seperti biru, merah, kuning, dan warna lainnya.

Pada tubuhnya terdapat tujuh garis horizontal kemerahan yang diseling dengan warna kekuningan. Sirip anal berwarna merah dan sirip punggung berwarna kehijauan. Pada tutup insang terdapat titik merah yang dilingkari warna kuning keemasan dengan ekor berwarna merah agak kecokelatan.

Dominasi warna pada rainbow umumnya tergantung dari jenisnya. Sebagai contoh, blue rainbow didominasi oleh warna biru, red rainbow didominasi oleh warna merah, dan boesmani rainbow didominasi oleh warna kekuningan.

Ikan rainbow yang bagus memiliki warna terang, mengkilap, serta bercahaya ketika terpapar sinar. Pada rainbow jantan, warna kulitnya (terutama pada bagian ekornya) akan terlihat lebih cerah, terutama ketika sedang berahi.

Rainbow termasuk ikan yang gesit dan lincah ketika berenang. Oleh karena itu, untuk menangkapnya terkadang cukup susah dilakukan.

Dalam pemeliharaan rainbow dibutuhkan kehati-hatian karena sisik rainbow tergolong mudah lepas. Rainbow dengan sisik yang terlepas bisa menurunkan kualitas sehingga harga jualnya menjadi rendah.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.
Back to top button