Contoh Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

Daftar pustaka dari jurnal, buku, dan internet adalah salah satu elemen penting dalam sebuah karya ilmiah. Namun, banyak orang yang masih bingung cara menulis daftar pustaka, terutama dari internet.

Mengingat hal tersebut, kami merasa perlu memberikan contoh daftar pustaka dari berbagai sumber. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas masalah ini dengan lebih terperinci.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Contoh Daftar Pustaka dari Jurnal
Contoh daftar pustaka dari jurnal

Apabila Anda mengerjakan tugas yang wajib mencantumkan daftar pustaka seperti makalah, maka jurnal pun harus dicantumkan jika dijadikan referensi. Karena itu adalah bentuk apresiasi Anda terhadap pembuat bahan referensi.

Dalam menuliskan daftar pustaka, ada beberapa hal yang harus dicantumkan. Seperti alamat website, digital object identifier, halaman, edisi jurnal, nama jurnal, judul artikel, tahun terbit, dan nama penulis jurnal.

Penulisan daftar pustakanya juga memiliki format yang sesuai dengan standar, jadi tidak boleh sembarangan. Apabila memiliki perbedaan isi atau jenis pada jurnal maka gaya dan tata cara penulisannya juga berbeda. Karena isi dari jurnal tersebut juga berbeda dan tergantung dengan karya tulis yang akan dibuat.

Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal yang bisa Anda jadikan referensi.

1. APA Style

Gaya atau format penulisan daftar pustaka APA Style ini berasal dari Amerika, tepatnya American Psychological Association yang menerbitkannya.

APA Style ini biasanya digunakan dalam daftar pustaka buku yang memuat bidang sosiologi, sejarah, politik, pendidikan, ekonomi, hukum, geografi, akuntansi, antropologi, filsafat, ilmu saraf, psikologi, linguistik, dan AI atau kecerdasan buatan.

Bisa disimpulkan bahwa gaya penulisan daftar pustaka American Psychological Association Style ini banyak pada karya yang berisi ilmu pasti.

Tentunya ilmu dengan berbagai macam teori yang ada hubungannya dengan sains dan sosial. Serta ada hubungannya juga dengan perkembangan kehidupan sosial dan teknologi. Sehingga mungkin jurnalnya berisi mengenai berbagai macam penelitian entah itu dari segi sains maupun sosial.

Format penulisan daftar pustaka APA Style itu, seperti format di bawah ini, dan format ini sudah seperti rumus, jadi tidak bisa dibolak-balik dan diubah.

Nama akhir pengarang. (Tahun terbit). Judul artikel. Nama jurnal, volume (edisi, opsional).

Jika diterapkan sebagai daftar pustaka asli dengan karya tulis sumber referensi, maka berikut adalah contohnya.

Robinson, E. (1996). The relation ship of child and mom. Journal of Personality and Psychology in Family, 36, 178-192.

Pada contoh di atas, penulis dan penyusun jurnal hanyalah satu orang saja. Namun ada jurnal yang jumlah penyusunnya lebih dari satu.

Berikut ini adalah contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal dengan penulis dua sampai tiga, APA Style.

Wijaya, S., & Diana, M. W. (2016). Spasial Orientasi Bali. Jurnal Antropologi, 5, 479-511.

Selain jumlah penulis antara dua hingga tiga orang, ada juga jurnal yang ditulis oleh lebih dari tujuh orang. Tentunya penulisannya juga berbeda, berikut adalah contohnya.

Dewi, S. P., Ramdan, R. D., Vantieur. R. P., Andika. P. D., Sukamto, P. T. Anderson, P. R., . . . Revano, J. L. (1995). Penyebab Depresi dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Fisik. Jurnal Psikiater. 128 (23), 1254-1261.

Contoh daftar pustaka di atas adalah untuk jurnal cetak, sedangkan untuk jurnal online dengan doi penulisannya bisa seperti berikut.

Woody, S. D., Rinovera, P. (2011, September). Pemasaran dengan teknologi: Mengerti penjualan secara mobile di usaha retail. Jurnal penjualan dan manajemen pemasaran, 23(6), 240-253. doi:19.2980/73268907.2011.9644789

Untuk daftar pustaka jurnal online tanpa doi, bisa seperti berikut.

Dawn, A. (2015). Kepemimpinan di tingkat yang lebih tinggi: Edukasi penelitian teknologi. Jurnal pendidikan teknologi. 33(5), 748-827. Didapat dari perpustakaanonline.mizz.com/jurnal/29.9222

2. MLA Style

Format penulisan daftar pustaka MLA Style adalah singkatan dari Modern Languange Association Style. Apabila dibandingkan dengan gaya penulisan daftar pustaka yang lain, gaya MLA Style ini bisa dikatakan lebih sederhana dan mudah.

Pada penggunaan juga berbeda, gaya MLA Style digunakan pada daftar pustaka di bidang ilmu budaya dasar, seni, ilmu alamiah dasar, bahasa, ilmu sosial dasar, agama, kewarganegaraan, dan Pancasila.

Dengan perbedaan format tentu berbeda fungsi maka Anda perlu mengetahui sumber referensi Anda. Hal ini bertujuan supaya Anda tidak salah dalam menuliskan format sumber referensi pada daftar pustaka.

Karena ini mengindikasikan adanya perbedaan karya tulis dan isinya. Sehingga Anda perlu lebih cermat lagi dan mengklasifikasikannya dengan benar.

Dalam penulisan yang menggunakan format MLA Style dirumuskan seperti berikut.

Nama akhir penulis, Nama awal penulis. ”Judul artikel.” Nama jurnaledisi (Tahun Publikasi): Media

Untuk contoh penulisannya, apabila yang menulis jurnal ada satu orang maka akan seperti pada berikut.

Wijaya, Antoni. ”Jendela Dunia: Perkembangan Perpustakaan.” Penelitian Pengaturan Perpustakaan (2017): 1826-1972. Print.

Selain jurnal dengan satu penulis, ada juga jurnal yang ditulis oleh dua sampai tiga orang. Apabila begitu, maka penulisan format daftar pustaka bisa seperti berikut ini.

Widuri, Ratna, Julianto Wijaya, dan Monika Rastiwi. “Belajar mengenai batu populer.” Sains Tidak Jelas 12 (2009): 88-103. Print.

Selanjutnya adalah contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal yang ditulis oleh lebih dari tiga orang.

Ini berbeda dengan APA Style dimana semua penulis tetap ditulis meskipun banyak. Sedangkan MLA Style hanya satu orang yang dituliskan dan diberi tambahan “et al” atau “and friends”.

Anastasia, Rebecca, et al. “Looking something new: Light drop.” Random Science 27 (2015): 93-127. Print.

Jenis jurnal yang lain adalah online, dan penulisannya pasti berbeda dengan yang cetak. Contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal online yang benar sebagai berikut.

Thompson, Jennifer, Selena Patrick and Zack Marren. “Women and the Personality: The Art and Social.” Kick One 3 (1976):n. Pag. Web. 29 Jun. 2003.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

Urutan penyebutan keterangan tentang buku dalam membuat daftar pustaka adalah:

  1. Nama pengarang,
  2. tahun terbit,
  3. judul buku,
  4. tempat terbit, dan
  5. nama penerbit.

Setiap penyebutan keterangan (kecuali penyebutan tempat terbit) diakhiri dengan tanda titik. Setelah tempat terbit diberi tanda titik dua.

Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang, melainkan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutannya adalah

  1. nama lembaga/badan/instansi yang menerbitkan,
  2. tahun terbit,
  3. judul terbitan, dan
  4. tempat terbit.

Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutannya adalah

  1. kata pertama judul buku/karangan,
  2. tahun terbit,
  3. judul buku/karangan secara lengkap,
  4. tempat terbit, dan
  5. nama penerbit.

Di bawah ini diuraikan penjelasan lebih rinci mengenai setiap butir pada penulisan daftar pustaka dari buku yang disebutkan di atas.

1. Penulisan Nama Pengarang

  • Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya, tetapi gelar kesarjanaan tidak dicantumkan.
  • Penulisan nama pengarang dilakukan dengan menyebutkan nama akhir terlebih dahulu, baru nama pertama (first name). Nama akhir yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma dari nama pertama. Nama ini dipakai untuk menuliskan nama Barat dan nama Indonesia yang terdiri atas dua kata atau lebih.
    Contoh:
    – Pradopo, Rachmat Djoko.
    – Stanton, Robert.
    – Sugiarto, Eko.
    Aturan ini tidak berlaku jika nama pengarangnya adalah Tionghoa karena pada nama Tionghoa unsur nama yang pertama merupakan nama famili. Jadi, nama-nama Tionghoa di dalam daftar pustaka tidak perlu dibalik urutannya.
    Contoh:
    – Jong Jek Siang
    – Tan Sie Gie
  • Jika di dalam buku yang diacu yang tercantum nama editor, penulisannya dengan menambahkan singkatan Ed. di belakang nama. Cara penulisan singkatan Ed adalah diawali dengan huruf kapital, diakhiri dengan tanda titik, tidak digarisbawahi, tidak dicetak miring, diletakkan dalam tanda kurung dengan jarak satu ketukan dari nama editor.
    Contoh:
    Koentjaraningrat (Ed.)
  • Jika pengarang terdiri dua orang, nama pengarang pertama ditulis dengan mengikuti ketentuan pada butir b, yaitu nama akhir ditulis lebih dahulu (kecuali nama Tionghoa), sedangkan nama pengarang kedua dituliskan menurut urutan biasa (tidak dibalik). Di antara kedua nama pengarang diberi kata hubung dan (tidak digarisbawahi dan tidak dicetak miring).
    Contoh:
    Soemardjan, Selo dan Marta Susilo.
  • Jika pengarang terdiri tiga orang atau lebih, ditulis nama pengarang pertama saja dengan mengikuti aturan butir b. Setelah nama pengarang pertama, diikuti singkatan dkk (dan kawan-kawan) yang penulisannya tidak digarisbawahi dan tidak dicetak miring.
    Contoh:
    Mubyarto dkk.
  • Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh satu orang, nama pengarang disebutkan sekali saja pada buku yang disebut pertama. Selanjutnya, cukup dibuat garis sepanjang sepuluh ketukan (atau dengan pertimbangan estetis perwajahan) yang diakhiri dengan titik.
    Contoh:
    Pradopo, Rachmat Djoko.

2. Penulisan Tahun Terbit

  • Tahun terbit ditulis sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik.
    Contoh:
    – Pradopo, Rachmat Djoko. 1995.
    – Stanton, Robert. 1965.
  • Jika beberapa buku yang dijadikan acuan ditulis oleh satu orang pengarang dan diterbitkan dalam tahun yang sama, penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul bukunya. Pembedanya adalah pada tahun terbit, yaitu dengan menambahkan huruf a, b, c sesudah tahun terbit dan ditulis tanpa spasi.
    Contoh:
    – Pradopo, Rachmat Djoko. 1997a.
    – _________________ . 1997b.
    – _________________ .1997c.
  • Jika beberapa buku yang dijadikan acuan ditulis oleh satu orang pengarang, tetapi tahun terbitnya berbeda, penyusunannya didasarkan pada umur tahun terbit (sesuai urutan tahun terbit).
    Contoh:
    – Pradopo, Rachmat Djoko. 1995.
    – _________________ . 1997.
  • Jika buku yang dijadikan acuan tidak menyebutkan tahun terbitnya, dalam daftar pustaka ditulis Tanpa Tahun. Penulisan kedua kata ini (Tanpa Tahun) diawali dengan huruf kapital, tidak digarisbawahi dan tidak dicetak miring.
    Contoh:
    – Giriputra, Kameswara (Ed). Tanpa Tahun.
    – Giritirta, Daneswara. Tanpa Tahun.

3. Penulisan Judul Buku

  • Judul buku ditempatkan setelah tahun terbit dan dicetak miring. Judul ditulis dengan huruf kapital pada awal kata (termasuk unsur ulangan), kecuali kata tugas dan diakhiri dengan titik.
    Contoh: Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya.
  • Laporan penelitian, disertasi, tesis, skripsi, atau artikel yang belum diterbitkan, di dalam daftar pustaka penulisannya diapit tanda petik.
    Contoh:
    Sugiarto, Eko. 2003. “Si Taram Versus Syekh Wahab dalam Konteks Budaya Melayu: Konflik Internal Tokoh Sentral dalam Kasih Tak Terlarai Karya Soeman Hs”.
  • Penulisan judul artikel yang dimuat di dalam buku antologi (kumpulan karangan), surat kabar, atau majalah ditulis dengan mengikuti ketentuan butir b.
    Contoh:
    Sugiarto, Eko. 2001. ”Agama sebagai Tertuduh”.
  • Unsur-unsur keterangan, seperti jilid dan edisi, ditempatkan sesudah judul. Keterangan itu ditulis dengan huruf kapital pada awal kata (kecuali kata tugas) dan diakhiri dengan tanda titik.
    Contoh:
    – Syukur, Abdul. 1996. Cara Belajar Efektif. Jilid I.
    – Kiyosaki, Robert T. dan Sharon L. Lechter. 2000. Rich Dad Poor Dad. Alih bahasa J. Dwi Helly Purnomo.
  • Jika sumber acuan itu berbahasa asing, unsur keterangan diindonesiakan, seperti edition menjadi edisi, volume menjadi jilid.
    Contoh:
    Rowe, D. dan I. Alexander. 1967. Selleing Industrial Products. Edisi Kedua.

4. Penulisan Tempat Terbit dan Nama Penerbit

  • Tempat terbit sumber acuan (baik buku maupun terbitan lainnya) ditempatkan setelah judul dan keterangan judul (misalnya edisi, jilid). Setelah tempat terbit, ditulis nama penerbit yang dipisahkan oleh tanda titik dua dari tempat terbit dengan jarak satu ketukan. Setelah penyebutan nama penerbit, dibubuhi tanda titik.
    Contoh:
    Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Jika lembaga penerbit dijadikan pengarang (ditempatkan di urutan paling depan), tidak perlu disebutkan nama penerbitnya lagi.
    Contoh:
    Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Poocketbook of Indonesia. Jakarta.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet

Berikut ini adalah contoh cara daftar pustaka dari internet.

  • Daryono, Yono. 2011. “Representasi Demokrasi dari Bahasa”. http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/13/134440/Representasi-Demokrasi-dari-Bahasa. Diakses pada tanggal 13 Januari 2011.
  • Latief, M. 2010. “Tiga Daya Tarik Kuliah ke China”. http://edukasi.kompas.com/read/2010/11/29/15310189/Tiga.Daya.Tarik.Kuliah.ke.China. Diakses pada tanggal 13 Januari 2011.
  • Santika, Prasiddha. 2011. “Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”. http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/01/13/inflasi-dan-pertumbuhan-ekonomi-di-indonesia/. Diakses pada tanggal 13 Januari 2011.

Selain dari media cetak (buku, majalah, surat kabar), acuan dalam penulisan karya ilmiah bisa diperoleh dari internet. Standar penulisan daftar pustaka dari internet biasanya berbeda antara satu instansi dengan instansi lain.

Meskipun demikian, ada ketentuan yang berlaku umum dalam penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet, yaitu cara menulis unsur-unsur alamat situs web. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.

  • Protokol (protocol). Unsur ini menunjukkan metode yang dipakai seorang web browser dalam bertukar data dengan file server tempat dokumen yang dicari. Jenis-jenis protokol yang populer adalah hypertext transfer protocol (http), hypertext transfer protocol secure (https), dan file transfer protocol (ftp). Penulisan protokol dalam daftar pustaka diikuti dengan tanda titik dua dan garis miring ganda.
    Contoh:
    http://
  • Nama host. Unsur ini menunjukkan server tempat file berada. Nama host tidak terikat pada keharusan ditulis dengan huruf kapital maupun huruf nonkapital. Agar konsisten dan mudah diingat, nama host sebaiknya ditulis dengan huruf nonkapital.
    Contoh:
    http://www.kompas.com
  • Lokasi file (directory path). Penulisan bagian ini harus mengikuti penulisan seperti aslinya, baik menyangkut penggunaan huruf kapital, huruf nonkapital, maupun tanda baca. Meskipun ada yang berpendapat bahwa bagian ini tidak harus dicantumkan dalam daftar pustaka, akan lebih baik jika Anda tetap mencantumkannya dalam daftar pustaka karena halaman depan (home pages) dan halaman menu (menu pages) lazimnya hanya memuat aneka tautan (link) dan hanya salah satu di antaranya yang menuju ke dokumen yang dicari.
    Contoh:
    http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/1048/1/siapa-di-balik-gayus?

Cara penulisan daftar pustaka dari internet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan sumber pustaka dari media cetak.

Unsur yang harus ditulis dalam daftar pustaka meliputi nama pengarang (jika tidak ada bisa ditulis Anonim), tahun dokumen (bisa tahun penerbitan, bisa tahun pembaruan alias update), judul dokumen, dan alamat situs web tempat dokumen tersebut dipungut. Ada juga yang mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun dokumen itu dipungut.

Urutan penulisan daftar pustaka adalah dimulai dengan nama penulis (sesuai ketentuan penulisan nama penulis dalam daftar pustaka) diikuti tanda titik. Setelah itu tahun yang juga diikuti tanda titik.

Selanjutnya judul artikel yang diapit oleh tanda petik dan diikuti dengan tanda titik. Baru alamat lengkap situs web yang dijadikan acuan (protokol, nama host, dan lokasi file) diakhiri dengan tanda titik.

Jika keterangan tanggal saat mengakses dokumen tersebut ingin ditampilkan, tulis tanggal tersebut dan letakkan di bagian paling akhir.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.
Back to top button