Contoh Penulisan Daftar Pustaka (Buku, Jurnal, Internet, dll.) yang Benar

Tata cara menulis dan menyusun daftar pustaka serta contohnya – Ada dua sistem penulisan pustaka yang telah dikenal, yaitu (a) sistem nama dan tahun (b) sistem nomor.

Mana yang kita pilih dari kedua cara menulis daftar pustaka ini pada dasarnya tergantung kita masing-masing. Yang penting harus konsisten antara pustaka satu dengan yang lain, juga antara penulisan di dalam teks dengan penulisan dalam daftar pustaka.

A. Penulisan Pustaka dalam Teks

1. Sistem nama dan tahun

Bila kita menggunakan sistem nama dan tahun, artinya penunjukan sumber pustaka tersebut cukup menyebutkan nama pengarang dan tahun kapan publikasi itu diterbitkan.

Yang dimaksud dengan nama pengarang adalah nama keluarga, bila nama pengarang terdiri dari dua kata (nama kecil dan nama keluarga). Untuk lebih jelasnya dapat diikuti pada uraian tentang penulisan daftar pustaka.

Cara penulisannya di dalam teks tergantung kepada susunan kalimat, yang banyak dipengaruhi oleh gaya setiap penulis. Misalnya:

  • Menurut Rumawas (1984), tanaman kedelai…. dst.
  • Rumawas (1984) mengemukakan bahwa tanaman kedelai…. dst
  • Tanaman kedelai….dst (Rumawas, 1984)

Bila pengarang terdiri dari dua orang ditulis keduanya. Bila tiga orang, tulislah ketiga-tiganya dalam kutipan pertama.

Misalnya: Menurut Rumawas, Wilson dan Sugito (1984), tanaman kedelai …….. dst. Tetapi bila publikasi yang sama itu muncul lagi pada uraian berikutnya (misalnya yang pertama muncul pada bab tinjauan pustaka dan yang kedua muncul dalam bab hasil dan pembahasan), maka pada kutipan yang kedua itu ditulis: “Menurut Rumawas et al.(1984), tanaman kedelai …… dst”. Bila lebih dari tiga penulis, gunakan semua kutipan dengan et al.

Bila kita tidak dapat menemukan publikasi asli, kutipan dapat ditulis misalnya: “Menurut Rumawas, 1984 (dalam Sugito, 1985), tanaman kedelai…..dst”. Ada yang berpendapat bahwa tahun terbit dari publikasi asli tidak perlu ditulis, sehingga menjadi “Menurut Rumawas (dalam Sugito, 1985), tanaman kedelai…..dst”.

Cara ini memang lebih praktis dan ringkas (sesuai dengan prinsip penulisan ilmiah), namun akan menjadi tidak jelas apabila dalam bukunya Sugito tersebut ada beberapa publikasi yang ditulis Rumawas. Dengan menyebutkan tahun akan menjadi jelas, publikasi Rumawas mana yang dimaksud.

Jadi, cara penulisan tanpa tahun bagi pengarang asli ini hanya dianjurkan bila kita yakin bahwa dalam publikasnya Sugito tersebut hanya satu publikasi dari Rumawas.

2) Sistem nomor

Penggunaan sistem nomor, pada dasarnya hampir sama dengan sistem yang disebutkan pertama, misalnya:

  • Menurut Rumawas (2), tanaman kedelai…. dst.
  • Rumawas (2) mengemukakan bahwa tanaman kedelai…. dst.
  • Tanaman kedelai…. dst (Rumawas, 2) atau
  • Tanaman kedelai…. dst (2)

Pemberian nomor disesuaikan dengan nomor urut yang ada dalam daftar pustaka dan sebaiknya dibuat setelah perbaikan perbaikan (konsep terakhir).

Cara seperti ini meskipun ringkas sering menyulitkan pembaca dan membutuhkan ketelitian yang lebih tinggi bagi penyusunannya, apa lagi bila dalam proses penyusunannya mengalami banyak revisi.

B. Cara Menulis Daftar Pustaka

Pada akhir teks dibuat daftar pustaka yang disusun berdasarkan urut-urutan abjad dari nama pengarang. Penulisan sumber pustaka dalam daftar pustaka harus dibuat seringkas mungkin tetapi tetap jelas.

Jelas artinya orang lain dapat dengan mudah mencari pustaka yang dimaksud. Jadi dalam membuat daftar pustaka kita harus selalu membayangkan apakah dengan keterangan sesingkat ini orang lain sudah dapat mencarinya kembali dari perpustakaan.

Penulisan dalam daftar pustaka tidak sama antara majalah (buletin dan jurnal) dengan buku teks. Majalah dicirikan dengan adanya penerbitan berkala, mingguan, bulanan, kuartalan atau tahunan. Isinya berupa kumpulan laporan hasil penelitian yang disajikan secara ringkas dan terpisah untuk setiap judul penelitian, dari berbagai peneliti/pengarang.

Sedangkan buku teks memuat teori-teori yang bersifat umum, sekali terbit (kecuali ada perbaikan dengan edisi baru) dan ditulis oleh seorang atau sekelompok pengarang.

1. Penulisan daftar pustaka untuk majalah

Penulisan majalah dianggap sudah cukup singkat dan jelas. dengan hanya mencantumkan nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah, volume dan nomor majalah serta nomor halaman.

Seperti telah dijelaskan di muka, nama pengarang yang ditulis dalam teks hanya nama keluarga, tidak termasuk nama kecil. Oleh karena itu, agar tidak membingungkan pembaca, yang ditulis lebih dulu dalam daftar pustaka adalah nama keluarga kemudian setelah tanda koma diikuti nama kecil.

Sebagai contoh, Endang Werdiningsih Sosrodiharjo ditulis Sosrodiharjo. Endang Werdiningsih atau bila disingkat E.W. Sosrodiharjo ditulis Sosrodiharjo, E.W.

Gelar-gelar harus ditulis kecuali gelar kesarjanaan. Nama pengarang tidak harus orang, bisa badan/instansi yang bertanggung jawab terhadap isi tulisan. Bila pengarang lebih dari seorang nama pengarang kedua dan seterusnya ditulis biasa tidak perlu dibalik.

Misalnya J. Wilson, Yogi Sugito dan John Simatupang ditulis Wilson, J. Yogi Sugito dan John Simatupang.

Nama-nama orang Indonesia sering menyulitkan, karena jarang menuliskan atau memang tidak memiliki nama keluarga. Meskipun terlihat dua kata atau lebih, semuanya nama kecil.Tetapi sudah barang tentu hal ini sulit diketahui pembaca kecuali bila kebetulan kenal dengan penulis tersebut.

Karena itu ketentuannya, bila kita tidak tahu nama keluarga dan nama kecil atau bisa semuanya nama kecil, maka satu kata terakhir dari nama pengarang tersebut dianggap sebagai nama keluarga. Werdiningsih dianggap nama keluarga dari Endang Werdiningsih bila Sosrodiharjo sebagai nama keluarga (nama orang tua/suami) yang bersangkutan tidak ditulis dalam pustaka yang diterbitkan.

Nama Tionghoa cukup memberi tanda koma antara kata pertama dengan kata berikutnya. Go Ban Hong ditulis Go, Ban Hong bukan Hong, Go Ban. Nama Belanda dan Brazil dengan kata-kata Van, van der. de (Belanda) atau do atau dos untuk Brazil diletakkan di belakang. Sebagai contoh:

  • Koes de Vries ditulis Vries, Koes de
  • A. van der Haar ditulis Haar. A. van der
  • Mario dos Santos ditulis Santos, Mario dos
  • S.do Silva ditulis Silva, S.do

Nama Jerman dan Portugis berlaku seperti nama Belanda dan Brazil, sedangkan untuk nama India dengan kata-kata Le, Du digabung dengan nama keluarga. Sebagai contoh:

  • B.C Sen Gupta ditulis Sen Gupta, B.C
  • A.D. Das Gupta ditulis Das Gupta, A.D
  • J.Le Bean ditulis Le Beam, J.
  • V. Du Bery ditulis Du Bery, V

Tahun penerbitan di tulis setelah nama pengarang, diberi batas tanda titik dan satu ketukan. Misalnya Sosrodiharjo EW. 1989.

Bila beberapa pustaka dengan nama pengarang dan tahun penerbitan yang sama dikutip, antara pustaka-pustaka tersebut dibedakan dengan tanda huruf kecil dan ditulis setelah tahun penerbitan, baik untuk daftar pustaka maupun penulisan dalam teks.

Contoh di atas menjadi: Sosrodiharjo (1989 a) untuk penulisan dalam teks dan Sosrodiharjo, EW. 1989a untuk daftar pustaka.

Penulisan judul harus sama dengan judul pada publikasi asli, tidak boleh dikurangi atau disingkat. Sebaliknya untuk nama majalah, dianjurkan untuk disingkat terutama majalah dari luar negeri. Nama majalah Indonesia belum lazim disingkat, meskipun untuk konsistensi penulisan perlu dilakukan.

Untuk majalah luar negeri tidak banyak kesulitan karena majalah itu sendiri sudah menuliskan singkatan namanya. Bila belum ada dapat digunakan ketentuan yang dianjurkan American Standard Association, sebagai berikut:

  1. Jangan disingkat nama majalah yang hanya terdiri dari satu kata.
    Contoh: Phytopathology, Science, Agrivita, Biology.
  2. Jangan menyingkat sedemikian rupa sehingga nama majalah itu tidak dapat dikenal lagi.
  3. Jangan menyingkat nama orang, bila nama ini berada di depan nama majalah.
    Contoh: Hoppe Seyler’s Z. Physiol. Chem.
  4. Buatlah singkatan dengan menghilangkan sederetan huruf atau sebaiknya diakhiri dengan huruf mati.
    Contoh: Biology dengan Biol, bukan Bio. Ada perkecualian Science dengan Sci dan Journal cukup dengan J.
  5. Urutan singkatan harus sesuai dengan urutan judul lengkap
  6. Hilangkan kata-kata depan, penyambungan dan petunjuk.
    Contoh: on, of, dll
  7. Huruf pertama dari singkatan harus huruf besar. Untuk singkatan singkatan yang berikutnya kata pertama masing-masing dapat huruf besar tiap singkatan huruf besar atau semuanya huruf kecil.
    Contoh: Can J. Microbial atau CAN J. MICROBIAL atau Can j. microbial
  8. Untuk kata-kata majemuk seperti nama Belanda dan Jerman hanya bagian terakhir saja yang disingkat.
    Contoh: Landbouwgeschool menjadi Landbouwgesch. Bodenforschung menjadi Bodenforsch.
  9. Akhiri singkatan dengan titik atau beri jarak antara singkatan-singkatan. Bila diberi jarak semua huruf pertama singkatan harus dimulai dengan huruf besar.

Volume dan nomor majalah, bila ada ditulis secara langsung angkanya, tanpa kata-kata vol. atau no. Penulisan angka untuk nomor majalah diberi tanda kurung, karena merupakan bagian dari volume.

Nomor halaman menunjukkan pada halaman berapa sampai berapa tulisan dengan judul tersebut berada, bukan menunjukkan halaman yang dikutip. Nomor halaman ditulis secara langsung angkanya, setelah penulisan volume dan nomor dengan tanda pemisah titik dua.

Majalah yang terbit setiap bulan boleh jadi nomor menunjukkan bulan ke berapa dan volume menyatakan tahun ke berapa majalah tersebut diterbitkan.

Penulisannya menjadi: 3(6): 15-26. Artinya majalah itu terbit pada volume 3 (tahun ke tiga), nomor ke enam (bulan Juni) dan seluruh isi artikel yang dikutip berada pada halaman 15 sampai ke 26.

2. Cara menulis daftar pustaka dari buku

Ada sedikit perbedaan penulisan antara majalah dan buku teks. Setelah nama pengarang, berturut turut diikuti oleh tahun terbit, judul buku, nomor edisi bila bukan yang pertama, nama percetakan, tempat cetak (nama kota) dan jumlah halaman bila hanya satu jilid.

Perbedaan yang mencolok, terdapat pada penulisan halaman. Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa yang dimaksud halaman di sini adalah halaman yang memuat seluruh isi dari judul, sekali lagi bukan halaman yang dikutip.

Karena dalam buku teks hanya memuat satu judul, yaitu judul/nama buku tersebut demikian pula pengarangnya hanya satu atau sekelompok orang, maka halaman yang dimaksud di sini adalah seluruh halaman dalam buku itu.

Daripada setiap kali ditulis halaman pertama sampai terakhir (misalnya: hal 1-258) lebih ringkas lagi bila ditulis jumlah halamannya (misalnya: 258 hal.). Dengan alasan tidak banyak manfaat untuk menulis jumlah halaman ini, maka beberapa perguruan tinggi menyarankan untuk tidak perlu menulisnya.

Dari contoh penulisan daftar pustaka berikut, dapat disimak perbedaan antara majalah dan buku teks.

Majalah:

Simbolon, M and G. Panggabean, 1986. Some aspect ofcitrus with special reference to Indonesia. Bul. Hort. 14(1): 32-40

Buku Teks:

Samson, J.A. 1980. Tropical Fruit. Second Edition. Longman, London. 250p

Pada kenyataannya masih banyak dijumpai beberapa kesulitan yang menyimpang dari ketentuan di atas.

Kesulitan pertama, karena ada bentuk pustaka lain seperti: abstrak, buku kumpulan dari beberapa penulis (ada editornya), prosiding dari hasil seminar, surat kabar, dsb, yang bukan termasuk majalah dan bukan pula buku teks.

Kesulitan kedua, adanya penulisan yang tidak lazim, misalnya nama keluarga disingkat, nama pengarang berupa instansi dan masih banyak kesulitan lagi. Pada lampiran I disajikan contoh contoh kesulitan yang sering dijumpai berikut cara penulisannya.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Selain Buku Tulis dan Jurnal

  • Abstract:
    Hildebrand. Albert C. 1988. Influence of Some Carbon Compounds On Growth of Plant Tissue Culture in Vitro.Anat. Rec. I00:674 (Abstr).
  • Buku kumpulan dari beberapa pengarang:
    Lindeman, Raymond L. 1994. The trophic dynamic aspect of ecology. p.206 225. In William E Hazen (ed.), Readings in Population and Community Ecology. W. B. Sunders Con., Philadelphia.
  • Laporan Berkala:
    Auerbach. S. I. and R. M.Anderson. 1989. Ecological research, P. I8-54. In Physics Division annual report ending 3| July |959. ORNL 2806 (Oak Ridge National Laboratory.Tenn.)
  • Terjemahan: Makaya, T. I980. Biological, geological and chemical studies on Sr 90. Cs 137 in fresh water regions. (Transl. from japanesa) p. 5-8 ESAEC-tr-4245.
  • Hasil pertemuan himpunan ilmiah (Prosiding):
    Salaman. R.N.and EC. Bawden. 1982. Analysis of some necrotic virus deseases of the potato. Roy. Soc. (London) , Proc., B. III: 53-73
  • Nama penulis Ketua Panitia:
    Riker. A.J. (Chairman). 1982. Literature citations; how biologist like them. AlBS (Amer. Inst. Biol. Sci) Bull 2(1): 18-I9
  • Nama penulis panitia himpunan ilmiah:
    American Pythopathological Society, committee on Standardization of Fungicidal Tests. 1993. Definitions of Fungicide terms. Phytopathology. 33:624-626.
  • Nama penulis: Badan jasa, penerbit tidak disebut:
    Chemical Abstract Service. 1981. Chemical Abstract list of periodicals with key to library files. American Chemical Society. Washington, D.C. 379 p.
  • Nama penulis instansi, halaman tak bernomor:
    U.S. Departement of Agriculture. Plant Pest Control Division, pesticide Regulation Section. 1997. A summary of certain pesticide chemical uses. Loose Leaf. n. p.
  • Nama penulis tidak diketahui: tiap penerbitan diberi nomor halaman tersendiri:
    Anynomous. 1992. Resistance discovered to maize borer. World Farming. 11 (2): 18.
  • Surat kabar: Halaman terpisah:
    Mangandaralam. Sjahbuddin. 1999. Proyek Bimas Ciba Merugikan, Harian Indonesia Raya. 8 Agustus: 2,7.
  • Thesis pada micro film:
    Rafferty. Nancy S. 1988. A Study on the relationship between the pronephros and the haploidsyndrome in frog larvae. Ph. D. thesis. Univ. Illinois (Libr. Congr. Card No. Mic. 58-5479). 41 p Univ. MicrofilmsAnn Arbor. Mich. (Diss. Abstr. 17:1146)
0/5 (0 Reviews)

Tinggalkan komentar