Cristiano Ronaldo

Rating Ronaldo vs Congo 5.9: Portugal Ditahan Imbang DR Kongo 1-1 di Piala Dunia 2026

Portugal gagal meraih kemenangan di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Republik Demokratik Kongo dengan skor 1-1.

Pertandingan berlangsung di NRG Stadium, Houston, Texas, Amerika Serikat pada Kamis, 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo yang diharapkan tampil sebagai pemimpin dan pencetak gol utama Portugal, justru menjadi salah satu sorotan paling menyakitkan malam itu, bukan karena golnya, melainkan karena ketiadaannya di momen-momen krusial.

Di tengah euforia Piala Dunia 2026, penampilan sang kapten Portugal masih jauh dari ekspektasi publik.

Hasil imbang ini semakin terasa berat mengingat Portugal sempat unggul lebih dulu.

Joao Neves membuka keunggulan pada menit keenam lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Pedro Neto.

Namun DR Kongo menyamakan kedudukan melalui sundulan Yoane Wissa pada menit 45+5, dan skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Rating Ronaldo vs Congo Jadi Sorotan

Performa Cristiano Ronaldo di laga Portugal vs DR Congo langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan komunitas sepak bola dunia.

LiveScore, platform statistik sepak bola internasional, mencatat rating Ronaldo sebesar 5.9 dari 10, termasuk dalam kategori di bawah standar untuk seorang bintang sekaliber Ronaldo.

Catatan LiveScore menyebutkan bahwa Ronaldo menjalani “malam yang mengecewakan” dengan dua tembakan yang melebar dari sasaran.

Ia memang berhasil menarik perhatian para bek lawan dan menciptakan ruang bagi rekan-rekannya, namun tidak mendapatkan layanan yang memadai dari lini tengah.

Sementara itu, bek DR Kongo, Axel Tuanzebe, mendapatkan pujian karena secara konsisten membuntuti Ronaldo ke mana pun ia bergerak, membatasi ruang gerak sang superstar.

Kapten Kongo, Chancel Mbemba, juga tercatat berhasil memenangkan duel udara melawan Ronaldo berulang kali dan memblokir sejumlah tembakan berbahaya, dengan rating 7.3.

BACA JUGA:  Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Terbaru: Grup, Knockout, Semifinal & Final dalam WIB

Statistik Ronaldo di Laga Portugal vs DR Congo

Berdasarkan data yang tersedia dari LiveScore dan Sofascore:

  • Rating: 5.9/10 (LiveScore)
  • Tembakan: 2 (keduanya melebar dari sasaran)
  • Umpan sukses: 16 dari 16 (akurasi 100%)
  • Tembakan tepat sasaran: 0
  • Peran: Bergerak aktif menarik perhatian bek lawan dan membuka ruang, namun minim kontribusi langsung terhadap gol

Untuk konteks yang lebih luas, data statistik babak pertama dari Sofascore menunjukkan Portugal menguasai 80 persen penguasaan bola dan menyelesaikan 459 dari 488 operan.

Namun meski dominasi bola sangat besar, Portugal hanya mencatatkan 1 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Data expected goals (xG) justru lebih mengejutkan: Portugal mencatat xG sebesar 0.64, sementara DR Kongo yang lebih sedikit memegang bola justru mencatatkan xG lebih tinggi, yakni 0.82.

Artinya, secara kualitas peluang, DR Kongo justru sedikit lebih berbahaya.

Jalannya Pertandingan Portugal vs DR Congo

Portugal langsung tampil menekan sejak peluit awal.

Hasilnya, gol cepat tercipta pada menit keenam. Pedro Neto mengirimkan umpan silang akurat dari sayap kiri, dan Joao Neves yang masuk tanpa kawalan berhasil menyundul bola ke pojok gawang Lionel Mpasi-Nzau.

Namun DR Kongo tidak menyerah.

Tim besutan Florent Ibengé ini terus menghimpun tekanan dan akhirnya menemukan celah pada masa injury time babak pertama.

Arthur Masuaku mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, dan Yoane Wissa menyambut dengan sundulan tanpa kawalan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 45+5.

Gol tersebut memiliki makna historis, itu adalah gol pertama yang pernah dicetak DR Kongo sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, Portugal terus menekan dengan beberapa pergantian pemain.

Francisco Conceição masuk dan memberikan energi baru, tetapi pertahanan solid DR Kongo tetap sulit ditembus.

BACA JUGA:  Link Live Streaming Resmi Piala Dunia 2026

Ronaldo melepaskan dua tembakan yang keduanya melebar dari gawang. Skor 1-1 tidak berubah hingga laga berakhir.

Mengapa Performa Ronaldo Dikritik?

Ada beberapa faktor yang mendorong kritik terhadap Ronaldo pasca laga melawan DR Kongo:

Minimnya ancaman nyata. Dengan hanya dua tembakan, dan keduanya tidak mengarah ke gawang, Ronaldo gagal memberikan ancaman nyata yang diharapkan. Dalam konteks ekspektasi publik, ini menjadi kontras yang mencolok, terutama ketika bintang lain seperti Lionel Messi mencetak hat-trick di laga pembuka Argentina.

Pertahanan Kongo yang antisipatif. Tuanzebe ditugaskan khusus membayangi Ronaldo, dan ia melakukan tugasnya dengan sangat disiplin. Hal ini membuat Ronaldo tidak leluasa bergerak di area berbahaya.

Persoalan usia dan ekspektasi. Di usia yang mendekati 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi pemain yang paling banyak disorot. Setiap kali ia tidak tampil dominan, pertanyaan tentang kelayakannya sebagai starter utama kembali muncul.

Portugal terlalu bergantung pada umpan silang. Meski Portugal mencatat enam umpan silang dalam pertandingan, mayoritas tidak berhasil menemukan Ronaldo dalam posisi ideal. Koordinasi antara lini sayap dan lini depan belum optimal.

Pembelaan untuk Ronaldo

Namun tidak semua pihak sependapat bahwa Ronaldo tampil buruk. Ada sisi lain yang perlu dipertimbangkan secara adil.

Kontribusi tanpa bola. Data LiveScore mencatat bahwa Ronaldo “menarik perhatian para bek lawan untuk menciptakan ruang” — sebuah peran yang penting meski tidak selalu terlihat dalam statistik. Kehadiran Ronaldo di area kotak penalti secara tidak langsung membuka ruang bagi pergerakan pemain lain.

Layanan yang minim. Dengan xG hanya 0.64 secara keseluruhan, Portugal memang tidak menciptakan peluang berkualitas tinggi. Ronaldo tidak dapat mencetak gol dari peluang yang tidak ada.

BACA JUGA:  Live Streaming Belanda vs Jepang Piala Dunia 2026: Link Resmi dan Jadwal

Akurasi umpan sempurna. Meski kontribusi ofensif minim, Ronaldo menyelesaikan seluruh 16 operan dengan akurasi 100 persen — menunjukkan ia tetap terlibat aktif dalam membangun permainan.

Satu laga bukan vonis akhir. Turnamen baru saja dimulai. Roberto Martinez masih memiliki waktu untuk menyesuaikan strategi dan memastikan Ronaldo mendapatkan layanan yang lebih baik di laga berikutnya.

Dampak untuk Portugal di Grup K

Hasil imbang 1-1 melawan DR Kongo, tim yang menempati peringkat 48 FIFA, bukan sekadar kekecewaan sesaat. Ini berdampak signifikan pada posisi Portugal di Grup K.

Portugal kini berbagi satu poin bersama DR Kongo di puncak klasemen sementara Grup K, sementara Kolombia dan Uzbekistan belum memainkan laga mereka. Jika salah satu dari dua tim itu menang, Portugal bisa langsung tergeser.

Laga berikutnya Portugal adalah melawan Kolombia, yang diperkirakan menjadi ujian lebih berat. Satu poin dari dua laga pertama tidak cukup untuk mengamankan tempat di babak 32 besar.

Portugal tidak boleh terpeleset lagi.

Roberto Martinez perlu mengevaluasi sejumlah hal: cara tim menciptakan peluang berkualitas, koordinasi antara lini sayap dan striker, serta apakah formasi 4-2-3-1 yang digunakan sudah optimal untuk memaksimalkan Ronaldo.

Selain itu, keputusan mengganti Bernardo Silva di babak pertama, yang mendapatkan rating 5.8 dari LiveScore, juga bisa menjadi tanda bahwa sang pelatih tidak puas dengan penampilan lini tengah.

DR Kongo sendiri menorehkan sejarah dengan meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia sepanjang sejarah keikutsertaan negara itu. Sebuah pencapaian luar biasa yang akan dikenang lama.