Puisi Perpisahan Sekolah, Guru Tercinta, dan Sahabat

Puisi Perpisahan Sekolah, Guru, dan Sahabat – Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, setiap ada kehidupan pasti akan ada kematian yang mengiringnya. Hal tersebut adalah wajar dalam kehidupan dan mau tidak mau kita harus tetap menjalaninya.

Puisi perpisahan merupakan salah satu media yang dapat kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan saat terjadi perpisahan. Terdapat banyak sekali puisi perpisahan dengan berbagai tema yang berbeda. Seperti perpisahan sekolah, guru, dan sahabat.

Kumpulan puisi perpisahan di bawah ini mungkin dapat kamu jadikan sebagai inspirasi jika saat ini kamu juga ingin membuat sebuah puisi perpisahan sekolah.

Puisi Perpisahan Sekolah

Puisi Perpisahan Sekolah

Perpisahan sudah pasti akan terjadi saat kita lulus sekolah, saat kamu memutuskan mengambil jalan masing-masing, yang berbeda dengan teman atau sahabat, saat jarak dan waktu menjadi penghalang dalam persahabatan.

Berikut beberapa puisi perpisahan sekolah yang bisa kamu jadikan inspirasi saat masa-masa kelulusan.

Selamat Tinggal Sahabat

Di sekolah ini kita bertemu
Kau seorang sahabat karibku
Yang selalu mengerti aku
Baik dalam senang maupun dukaku

Kau selalu mewarnai hari-hariku
Dengan senyum dan canda tawamu
Kau membuat aku bahagia
Meski hati kadang sedang terluka

Wahai sahabatku tersayang
Sebentar lagi mungkin kita tak lagi dapat bertatap
Karena perpisahan yang tak dapat dielak
Kita akan saling melepaskan
Demi menatap masa depan

Wahai sahabatku tersayang
Seperti baru kemarin aku tahu namamu
Seperti baru kemarin kita duduk sebangku
Kenapa waktu begitu cepat berlalu
Hingga waktu akan membuat kita sulit bertemu

Wahai sahabatku tersayang
Begitu besar anugerah yang Tuhan berikan
Hingga aku dapat mengenalmu dan menjadi sahabatmu
Kau selalu menerangiku
Di saat gelap menyelimutiku

Berpisah setelah bertemu
Itulah yang mesti kita jalani
Namun ingatlah wahai sahabatku
Namamu akan selalu di hati

Kita bertemu di sekolah
Kita berpisah juga di sekolah
Semoga saat kau sukses nanti
Kita bersama-sama mengunjungi sekolah ini lagi

Mengingat setiap kenangan yang kita ukir bersama
Mengingat duka tawa yang kita lalui bersama
Kita bertemu karena takdir
dan berpisah karena takdir

Aku berusaha rela melepaskanmu
Ku berusaha ikhlas melepaskanmu
Karena itu semua demi kebaikanmu
Agar kau dapat meraih cita-citamu

Kejarlah mimpimu wahai sahabatku
Setinggi langit biru.

***

Sekolahku

Ku buat sebuah puisi sederhana untukmu
Tempatku mengarungi samudra ilmu
Ku persembahkan khusus padamu
Wahai sekolah tercintaku

Di sini aku mengenal banyak teman
Hingga menemukan sahabat tersayang
Menemukan kekasih pujaan
Menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan

Semuanya menjadi satu di sini
Di sekolahku ini
Sekolah dimana aku menemukan jati diri
Agar berguna bagi bangsa dan negeri

Di sekolah kutemukan ketulusan dari seorang guru
Di sekolah pula aku belajar tentang ilmu
Ku belajar indahnya kebersamaan
Diskusi dalam menyelesaikan perbedaan

Sekolahku
Semoga engkau jaya selalu
Menjadi tempat mendidik putera puteri bangsa
Menjadi generasi penerus yang berguna

Selamat tinggal aku ucapkan
Wahai sekolahku tersayang
Kau tak akan pernah aku lupakan
Meski seiring perkembangan jaman.

***

Baca juga:  Kumpulan Puisi Pendidikan dan Sekolah, Penuh Makna & Pesan Moral

Puisi Perpisahan untuk Guru Tercinta

Puisi Perpisahan untuk Guru Tercinta

Ketika kamu lulus sekolah, entah itu sekolah dasar (SD), SMP atau SMA, otomatis kamu juga akan berpisah dengan guru-guru kamu yang selama ini membimbing dan mengajarimu berbagai pengetahuan di sekolah.

Ketika saat itu tiba, berikan puisi perpisahan untuk guru tercintamu. Mungkin terlihat sederhana, tapi akan sangat berarti dan akan dikenang. Berikut kami berikan beberapa contoh puisi untuk guru yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Selamat Tinggal Bapak Ibu Guru

Bapak Ibu Guru..
Berikanlah ijin kepada kami untuk memahami ketulusanmu
Berikanlah ijin kepada kami untuk menggenggam kesabaranmu
Berikanlah ijin kepada kami untuk meneteskan air mata ini
Berikanlah ijin kepada kami untuk menyesali segala kesalahan kami

Bapak Ibu Guru..
Melalui tangan kecil ini kami mulai belajar menulis
Melalui ajaranmu kami mulai belajar mengeja kata
Melalui ajaranmu kami mulai mengenal angka
Begitu tulusnya engkau membimbing kami

Bapak Ibu Guru..
Ketulusanmu tak akan pernah dapat kami bayar
Tanpamu kami bukanlah siapa-siapa
Bahkan kami bukan apa-apa
Namamu tlah melekat kuat dalam hati kami
Merasuk hingga ke dalam sanubari

Bapak Ibu Guru..
Kami mohon maaf atas segala kesalahan kami
Segala kesalahan adik-adik kelas kami
Dan kami mohon doakanlah kami
Agar kami menjadi putera puteri negeri
Yang bisa membawa nama baik bapak ibu guru kami

Bapak Ibu Guru..
Kami ucapkan terima kasih atas semuanya
Terima kasih atas ketulusanmu
Terima kasih atas kasih sayangmu
Terima kasih atas kesabaranmu
Terima kasih atas bimbinganmu

Bapak Ibu Guru..
Terimalah takdzim dari kami
Terimalah permintaan maaf kami
Dan terimalah salam hormat kami
Kan kami panjatkan slalu doa untukmu
Agar Tuhan selalu menjagamu.

***

Terima Kasih Guruku

Keberadaanmu bagaikan seberkas cahaya
Yang menyinari gelapnya alam dunia
Keberadaanmu bagaikan setetes embun
Yang memberikan kesejukan dalam panasnya jiwa

Jasamu sungguh mulia
Keberadaanmu begitu berharga
Kau lepaskan kami
Dari kebodohan yang menyelimuti diri

Guruku..
Kau adalah pahlawan bagiku
Tanpamu ku tak akan mengerti
Tulis, hitung maupun baca itu ini

Kau berjuang tanpa membalaskan imbalan
Kau didik kami dengan penuh kesabaran
Segala budimu tak akan pernah kami lupakan
Hingga kami tumbuh dewasa mendatang

Guruku..
Terima kasih kami ucapkan
Dan maafkanlah kami selama ini
Yang mungkin sering membuatmu sakit hati

Di hari perpisahan ini
Kami ucapkan dengan setulus hati
Bahwa kami menyayangi
Semua guru-guru kami.

***

Baca juga:  Kumpulan Puisi Guru Singkat, Guruku Tercinta: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Puisi Perpisahan Sahabat

Puisi Perpisahan Sahabat

Perpisahan pasti akan datang dalam hidup kita, entah dengan sekolah, guru, juga sahabat. Meski kemarin sahabat selalu ada, tapi setelah lulus sekolah atau karena suatu urusan lain, yang namanya perpisahan tidak bisa dihindari.

Baca puisi tentang perpisahan sahabat di bawah ini.

Kawan yang Akan Pergi

Waktu akan terus berjalan
Detik demi detik akan terus bergulir
Tak terasa waktu semakin dekat

Kini tibalah saatnya
Waktu dimana kita berada
Di akhir masa bersama-sama

Kawan,
Bagai tersambar petir rasanya hatiku
Saat kau katakan semua itu
Rasanya baru saja kemarin
Kau bilang jika akan pergi
Ke tempat baru
Untuk meraih impianmu

Teringat seketika dalam benakku
Waktu-waktu yang kulalui bersamamu
Segala canda dan duka kita lewati bersama
Kukira semuanya akan tetap sama

Terasa berat rasanya hatiku kawan
Kau adalah sahabatku tersayang
Melepaskan kepergianmu
Namun semua demi masa depanmu

Kawan,
Terima kasih untuk segalanya
Atas semua waktu yang kau luangkan
Atas semua tawa yang kau hadirkan

Ingatlah kawan,
Meski jarak dan waktu memisahkan kita
Namun hati kita akan tetap bersama
Itulah yang namanya sahabat sejati.

***

Sahabat Putih Biru

Tak terasa tiga tahun tlah berlalu
Semua kita jalani dengan indah
Berawal dari seragam putih merah
Yang berlanjut hingga seragam putih biru

Kini seragam itu saatnya dilepas
Sebagai tanda jika kita akan berpisah
Meniti ke jenjang yang lebih atas
Menuju masa depan yang lebih indah

Perpisahan adalah kata yang sulit untuk diucapkan
Bahkan terkadang kita enggan untuk mendengar
Namun jalan telah disiapkan
Bagi putra putri bangsa di masa depan

Tak pernah sedikitpun terlintas di benakku
Jika waktu akan secepat ini berlalu
Perpisahan yang akan aku jalani
Membuatku merasakan sakit hati

Bulir air mata jatuh tak tertahankan
Dengan saling berjabat tangan antar sesama teman
Mengiringi rasa kesedihan karena perpisahan
Berselimut kegembiraan dalam kelulusan

Kita bersama lebih dari setahun lamanya
Mengukir suka duka dalam canda tawa
Meski sekolah akan berbeda nantinya
Komunikasi harus selalu kita jaga

Melalui perpisahan kita akan sadar arti dari kebersamaan
Arti dari mengukir setiap kenangan
Arti dari persahabatan
Arti dari saling mendoakan

Sahabat putih biru
Semoga kita akan selalu
Menjadi insan yang berguna
Bagi masyarakat, nusa, dan bangsa.

***

Bertemu di Puncak Kesuksesan

Dia yang selalu setia bersamaku
Dia yang selalu berlari ke arahku
Seorang yang selalu siap mendengar ocehanku
Seorang yang senantiasa menjadi tempat keluh kesahku

Saat hatiku sedih dan menangis
Air matanya pun akan turut menghabis
Saat aku diliputi keberuntungan
Dia akan tersenyum dengan penuh kebahagiaan

Hadirmu bagaikan nyawa dalam jiwaku
Namun terkadang aku tak sengaja mengabaikanmu
Ku lebih mementingkan kekasihku
Yang justru membawa kehancuran bagi hidupku

Kau alihkan pandanganku darinya
Kau hibur hatiku saat merana
Kau membuatku lupa akan kesedihanku
Dengan semua canda tawamu

Sahabat tak pernah meninggalkanku
Di saat aku terpuruk dilanda kegalauanku
Dia bagaikan indahnya pelangi
Yang menghiasi langit di kala hujan berhenti

Aku tak rela siapapun menyakitinya
Termasuk sosok jahat yang menuju ke arahnya
Yang mengaku cinta padahal dusta
Ku tak mau dia dikecewakan dunia

Harapan demi harapan
Impian demi impian
Kita ukir dalam kebersamaan
Agar dapat menjadi kenyataan

Pemikiran yang berbeda tak membuat kita berselisih
Jalan kehidupan yang berbeda tak membuat kita berdebat
Sama-sama kita meraih bintang
Untuk menggapai masa depan yang cemerlang

Meski keringat bercucuran
Jadikan sebagai semangat yang menggairahkan
Doaku kan selalu bersamamu
Terbanglah yang tinggi kawan
Sampai bertemu di puncak kesuksesan
Semoga anugerah dan berkah Tuhan selalu terlimpahkan.

***

Tak Terpisah oleh Jarak

Aku berjumpa denganmu di bangku sekolah itu
Sosok yang belum aku kenal
Sosok yang belum pernah aku lihat

Tak kusangka dia akan menjadi bagian dari hidupku
Yang turut mengisi hari-hari indahku
Melewati suka dan duka bersamaku

Di matanya ku lihat semangat meraih cita-cita
Penebar semangat kegembiraan
Pengiring hari penuh candaan

Dulu aku hanyalah anak yang duduk menyendiri
Tiada tempat untuk berbagi
Namun kini hadirmu
Membuatku hidupku semakin berarti

Kau adalah sahabat yang akan menghampiriku saat aku susah
Yang akan turut berbahagia saat aku senang
Yang menghiasi hari-hariku dengan keceriaan

Tak terasa umur kita semakin bertambah
Tahun demi tahun telah terlewati
Bulan demi bulan tlah kita lalui

Beban hidup semakin berat
Tapi kita tak ingin saling meninggalkan
Kepolosan tlah berubah menjadi kedewasaan
Keegoisan tlah berubah menjadi kebijaksanaan
Dengan erat kita saling menggenggam
Melalui aral rintangan yang menghadang

Pundak kita saling menopang
Kedua kaki kita saling menguatkan
Kita lalui setiap proses kehidupan
Dengan penuh rasa keteguhan

Impian untuk meraih masa depan
Membuat kita harus melewati perpisahan
Namun ingatlah sahabat seperjuangan
Jarak tak akan pernah memisahkan

Bagiku kau akan tetap di hatiku
Tak akan pernah terhapus dari ingatanku
Segala ukiran tentang kenangan
Tak akan hilang karena perpisahan.

Baca juga:  Kumpulan Puisi Tentang Sahabat Sejati, Teman, dan Perpisahan

Puisi Perpisahan Cinta untuk Pacar

Kebahagiaan dalam Perpisahan

Perjalanan cinta yang salah
Dulu membuatku tersesat
Kau yang ku anggap indah
Ternyata hanya ilusi sesaat

Yang menyilaukan mata
Hingga membutakan segalanya
Cahayamu bukanlah sebagai penerang
Justru membawa kesengsaraan

Dulu aku tak mampu berucap
Dulu aku tak sanggup membuka mata
Terlelap dalam sebuah impian
Yang tak akan pernah menjadi nyata

Tapi kini semuanya telah berubah
Ku mampu berteriak lantang
Ku mampu membalikkan sihirmu
Ku mampu menghindar dari hunusan pedangmu

Kau bagaikan jantung kehidupanku
Tapi itu dulu
Dan kini ku mampu sadari
Jika detak jantung itu tak nyata dalam diri

Kesengsaraan datang tanpa henti
Karena khayalan akan mimpi-mimpi
Tapi kini
Ku tak lagi bisa kau kelabui

Perpisahan ini
Membuatku mengerti
Arti kebahagiaan diri
Yang tak pernah ku rasa saat bersamamu selama ini.

***

Pergilah

Dulu aku bagaikan orang yang tak sanggup berdiri
Namun kini ku dapat berlari
Dengan penuh keyakinan hati
Dengan penuh rasa percaya diri
Memilih jalan yang tak berduri

Perjalanan kisah yang penuh kebohongan
Sudah jauh aku tinggalkan
Tak lagi ku menoleh ke belakang
Ke arahmu yang penuh kepalsuan

Mungkin memang terdengar naif
Perpisahan namun membawa kebahagiaan
Namun itu semua bukanlah kemunafikan
Karena memang begitulah kenyataan

Jangan pernah lagi mendekatiku
Meski hanya selangkah saja kakimu
Jangan lagi kamu berani
Menampakkan wajahmu di sini

Bagimu yang penuh kedustaan
Tak layak memperoleh penyambutan
Bagimu yang penuh kepalsuan
Yang terbaik adalah perpisahan

Pergilah
Menjauhlah
Dan menghilanglah
Dari hidupku yang terlampau lelah.

***

Perpisahan Jalan Kehidupan

Cinta mempertemukan kita berdua
Berhiaskan harapan dan indahnya impian
Kita tak sanggup berselisih paham
Meskipun hanya dalam semalam

Kau tanamkan rasa pengertian
Kau ukirkan arti kesetiaan
Kau lukiskan kejujuran
Kau tutupi lubang ketidak sempurnaan

Tak sedikitpun kamu lelah
Membuatku yang dulu layu hingga merekah
Dulu aku yang tampak gersang
Kau sirami dengan penuh rasa kasih sayang

Ku tak pernah merencanakan kehadiranmu
Bahkan memimpikan segala keindahanmu
Kau mampu membangkitkanku
Menuntunku menemukan semangatku

Setiap kehadiran pasti ada perpisahan
Itulah yang aku takukan
Kehilangan dirimu tak pernah aku rencanakan
Bahkan aku takut untuk membayangkan

Kita lewati setiap waktu bersama-sama
Hingga kau yakin mengikrarkan janji bersama
Di hadapan Tuhan pemilik semesta
Hingga tak ada seorang pun yang mampu menghadangnya

Dulu aku tak pernah bermimpi
Tapi kau ajari aku untuk mengerti
Hingga ku menjadi manusia yang penuh harapan
Untuk berani menatap masa depan

Tak pernah sekalipun kau membuatku terluka
Apalagi meneteskan air mata
Tak pernah sekalipun kau bersikap kasar
Apalagi menciptakan amarah besar

Sikapmu yang selalu lembut
Tutur katamu yang selalu halus
Kau habiskan sisa waktumu bersamaku
Hingga kita tak lagi dapat bersatu

Kau membuatku jadi permata
Yang dulu hanya debu tanpa asa
Kau membuatku jadi berharga
Yang sebelumnya hanya seorang yang tak berguna

Saat semua orang menatap tajam ke arahku
Hanya kau yang selalu tersenyum kepadaku
Ku hanya mampu berdoa
Agar kita mampu melewati hidup bersama

Hingga suatu ketika
Kau tak lagi mampu berkata-kata
Ternyata catatan sang pencipta
Menuliskan kita tak lagi bisa bersama

Aku mengerti arti dari perpisahan
Yang menjadi jalan kehidupan
Kaulah yang mengajari semuanya
Agar aku selalu tegar

Ku tak menitikkan air mata
Meski setetes pun jua
Kau tanamkan keyakinan dalam hatiku
Jika cinta dan kasih sayangku
Adalah rumahmu untuk bernaung
Tempatmu untuk pulang.

***

Perpisahan Karena Terlena Kesempurnaan

Semuanya bagaikan mimpi
Bertemu sosok sepertimu
Semua di luar kehendakku
Bahkan tak pernah terlintas di benakku

Kesempurnaanmu
Keindahanmu
Tak mungkin mampu aku gapai
Tak mungkin dapat aku capai

Kau datang menghampiriku
Dengan segala keelokanmu
Kau berikan harapan
Keindahan cinta kau tawarkan

Ku bagaikan bidadari tak bersayap
Ku bagai cermin keindahan tanpa cacat
Suka duka kita lalui bersama
Seolah waktu tak kan mampu memisahkan kita

Kita rangkai kata demi kata
Hingga menjadi sebuah jalinan cerita
Kau begitu sempurna
Hingga membuatku terlena

Meski banyak celotehan tentangku
Menganggapku tak tahu diri
Namun aku tak peduli
Karena kau selalu di sini

Ternyata dunia membalikkan segalanya
Awan biru berganti mendung kelabu
Sapaan manismu tak lagi aku dengar
Kehangatanmu tak lagi aku dapatkan
Kecemasanmu akan diriku tak lagi aku dengar

Entah apa..
Entah siapa..
Yang membuatmu goncang
Yang membuatmu terhasut

Sekarang aku diam sendiri
Tertunduk dalam sepi
Termenung merasakan lara hati
Karena dirimu yang tiba-tiba pergi

Di balik awan ribuan mata mengintip tajam
Berbisik sembari menertawakan
Diriku yang bodoh
Diriku yang penuh kesedihan
Diriku yang terlena

Akan kesempurnaan yang menyebabkan perpisahan.

***

Perpisahan Gerbang Kehidupan

Kini akhirnya tiba juga
Waktu dimana aku dipaksa
Untuk melepaskan jiwa dan ragamu
Jauh menghilang dari sisiku

Sekuat tenaga kukumpulkan keikhlasan
Meski tetes-tetes air mata jatuh tak tertahankan
Wajahmu yang penuh kesejukan
Berhiaskan senyuman dalam kebekuan

Tuhan memberikan kesempatan terakhir kepadaku
Untuk menatap wajahmu yang diam membisu
Ingatan akan tentangmu menari-nari dalam benakku
Berjuta kenangan indah terukir jelas dalam ingatanku

Segala cara aku lakukan
Agar aku tetap mampu berdiri tegar
Seluruh kasih sayang yang kau berikan
Seakan memberiku sebuah kekuatan

Meski kini kita tak dapat bersama lagi
Meski kini ragamu tak lagi ada di sisi
Namun cintamu akan tetap menaungi
Kan selalu menemaniku di sini

Kau yakinkan kepadaku akan satu harapan
Yang kau ukir dalam rangkaian doa
Kepercayaan yang kau tanamkan dalam jiwamu
Akan terbukanya gerbang kehidupan baru
Yang akan kembali kau arungi bersamaku.

***

Puisi Tentang Perpisahan Keluarga

Meskipun perpisahan meninggalkan luka yang cukup dalam namun dibalik itu semua terdapat hikmah yang luar biasa besar jika kita mampu menyikapinya dengan baik.

Demikian mungkin yang ingin disampaikan pada puisi tentang perpisahan keluarga di bawah ini.

Perpisahan karena Pendewasaan

Satu kata yang menjadi berkat sang Pencipta
Yang tidak bisa kita pilih siapa di dalamnya
Bagaimana sifat dan tabiatnya
Seperti apa pula rupanya
Ya, keluarga..

Apa kita lahir dari seseorang yang membanggakan
Atau seseorang yang penuh dengan kekurangan
Namun semuanya adalah keistimewaan
Yang dianugerahkan Tuhan kepada para insan

Seperti apapun keluarga kita
Meskipun ada cela di dalamnya
Mesti kita terima dengan ikhlas hati
Karena dari situlah kita dapat berdiri

Lewat keluargalah kita mendapatkan kenyamanan
Merasakan hangatnya pelukan
Melewati segala perselisihan
Mengerti arti kebersamaan

Meski kadang muncul keinginan menjauh
Saat perdebatan semakin keruh
Namun ingatlah satu hal
Keluarga adalah tempatmu untuk pulang

Tak ada yang lebih berharga dari keluarga
Tak ada yang lebih mengerti kita dari keluarga
Tak ada yang seikhlas dan setulus keluarga

Namun pendewasaan menuntut kita untuk berpisah
Mengukir ribuan cerita dan kisah
Langkah kaki menapak semakin jauh
Menentukan pilihan yang harus ditempuh

Namun ingatlah satu hal
Bahwa keluarga adalah tempatmu untuk pulang.

***

Batas Usia Memisahkan Kita

Dulu, untuk mengangkat kepala pun aku tak mampu
Berbicara sepatah kata pun aku tak bisa
Apalagi harus berjalan
Atau berlari seperti sekarang

Dulu, aku yang hanya sebesar boneka
Yang belum bisa apa-apa
Secara perlahan tumbuh menjadi dewasa
Dan itu bukan terjadi hanya sekejap mata

Orang tua yang senantiasa membesarkan
Merawat dengan penuh kasih sayang
Tanpa mengharapkan imbalan
Atau bahkan menginginkan uang

Dulu, untuk membaca huruf pun aku tak mampu
Namun kini, aku dapat membaca seluruh isi bumi
Mengerti akan berbagai hal
Mengenal akan alam sekitar

Saat aku sakit kau slalu ada
Saat aku sukses kau turut berbahagia
Tak pernah sedikit pun terselip benci dalam amarahmu
Namun aku yang justru sering mengecewakanmu

Dalam sebuah bangunan kecil kita mengarungi kehidupan
Tempat kita berlindung paling aman
Tempat kita kembali untuk pulang
Tak peduli sejauh apapun perjalanan

Itulah keluarga
Pendidik karakter pertama kita
Penyejuk jiwa di kala kita haus
Penghilang lelah di kala tubuh letih

Namun kini, kedua pilar utama keluarga tlah berusia senja
Kedua kakinya tak lagi dapat berdiri kokoh
Berjuang selama puluhan tahun
Mendidik dan membesarkan buah hatinya

Waktunya tlah tiba bagi keduanya untuk melepas lelah
Mengharuskan melepaskan segala beban berat kehidupan
Tulang-tulangnya yang dulu kuat padat berisi
Kini rapuh seiring bertambahnya usia dan beratnya perjuangan

Hingga sampailah waktu di penghujung tiba
Terasa sesak memenuhi dada
Batas usia tlah memisahkan kita
Namun kalian akan slalu ada dalam jiwa

Cinta kasih yang kalian berikan
Tak akan pernah lekang termakan jaman
Segala nasihat untuk kami
Kan menjadi pijakan kami melangkahkan kaki

Hanya doa tulus yang mampu kami hadirkan
Semoga Tuhan menjaga kalian di surga
Semoga kelak di kehidupan nanti
Kita semua akan berkumpul kembali.

***

Tidak bisa di pungkiri jika perpisahan akan membawa kesedihan, jadi alangkah baiknya jika mulai saat ini kamu menghargai orang-orang yang dekat denganmu.

Manfaatkan waktu yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya untuk selalu berbuat yang terbaik untuk mereka. Karena tidak menutup kemungkinan kita akan menyesal saat perpisahan tiba dan kita tidak mempergunakan waktu tersebut dengan bijak.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close