Ilustrasi aturan Jika Poin Sama di Fase Grup Piala Dunia

Jika Poin Sama di Fase Grup Piala Dunia, Ini Aturannya

Jika ada tim dengan poin sama di fase grup Piala Dunia, peringkat tidak langsung ditentukan secara acak.

FIFA punya urutan kriteria tiebreak yang baku dan harus diterapkan tahap demi tahap, mulai dari catatan pertandingan antar tim yang bersangkutan, selisih gol, jumlah gol, hingga catatan kedisiplinan tim.

Aturan ini berlaku resmi untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pertanyaan ini penting karena format Piala Dunia 2026 menggunakan 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim.

Setiap tim hanya bermain tiga laga di fase grup, sehingga peluang dua atau bahkan tiga tim finis dengan poin yang sama sangat besar.

Berikut penjelasan lengkap bagaimana FIFA menentukan peringkat kalau ada tim yang jumlah poinnya sama di fase grup piala dunia.

Sistem Poin di Fase Grup Piala Dunia

Sebelum membahas aturan tiebreak, perlu dipahami dulu cara kerja sistem poin di fase grup.

Setiap tim akan mendapat:

  • 3 poin untuk kemenangan
  • 1 poin untuk hasil seri
  • 0 poin untuk kekalahan

Karena setiap tim hanya bermain tiga pertandingan grup, kombinasi hasil yang membuat dua tim atau lebih mengumpulkan poin yang sama bukan hal yang jarang terjadi.

Saat skenario ini benar-benar terjadi, peringkat akhir grup tidak ditentukan dengan cara sembarangan, melainkan lewat aturan selisih gol Piala Dunia dan beberapa kriteria lain yang sudah diatur secara resmi oleh FIFA dalam regulasi turnamen.

Urutan Aturan Penentuan Peringkat Jika Poin Sama

Ilustrasi aturan jika poin sama di fase grup piala dunia 2026
Ilustrasi aturan jika poin sama di fase grup piala dunia 2026

Berdasarkan regulasi resmi Piala Dunia 2026 yang dipublikasikan FIFA, berikut urutan kriteria tiebreak fase grup Piala Dunia yang diterapkan secara berjenjang.

Jika satu kriteria sudah berhasil memisahkan peringkat tim, kriteria berikutnya tidak perlu dipakai lagi.

Tahap pertama: hasil pertandingan antar tim yang terkait (head-to-head)

Hal menarik dari aturan Piala Dunia 2026 adalah kriteria head-to-head justru didahulukan, berbeda dari edisi-edisi sebelumnya yang lebih dulu melihat selisih gol keseluruhan.

Tahapannya sebagai berikut:

  1. Jumlah poin dalam pertandingan antar tim yang sama poinnya. FIFA pertama-tama hanya melihat hasil laga di antara tim-tim yang terlibat dalam keadaan seri, bukan seluruh hasil di grup.
  2. Selisih gol dalam pertandingan antar tim terkait. Jika poin head-to-head masih sama, dilihat selisih antara gol yang dicetak dan gol yang kebobolan dalam laga-laga tersebut.
  3. Jumlah gol yang dicetak dalam pertandingan antar tim terkait. Jika masih imbang, dilihat siapa yang mencetak lebih banyak gol saat bertemu langsung.
BACA JUGA:  Jadwal & Link Nonton Jerman vs Curaçao Piala Dunia 2026

Tahap kedua: catatan keseluruhan di fase grup

Jika kriteria head-to-head di atas masih belum bisa memisahkan tim-tim yang terlibat (biasanya terjadi saat tiga tim sama-sama terikat), FIFA beralih melihat catatan dari seluruh pertandingan grup, bukan hanya laga antar tim yang bersangkutan:

  1. Selisih gol di semua pertandingan grup. Ini adalah selisih total antara gol yang dicetak dan gol yang kebobolan sepanjang tiga laga grup.
  2. Jumlah gol yang dicetak di semua pertandingan grup. Tim yang mencetak lebih banyak gol secara total akan unggul.

Tahap ketiga: fair play points

  1. Poin fair play atau catatan kedisiplinan. Jika seluruh kriteria di atas masih sama, FIFA menggunakan catatan kartu kuning dan kartu merah sepanjang fase grup sebagai penentu.

Tahap keempat: peringkat FIFA

  1. Peringkat resmi FIFA (FIFA/Coca-Cola Men’s World Ranking). Inilah penentu paling akhir. Tim yang berada di peringkat lebih tinggi pada edisi peringkat FIFA terbaru sebelum turnamen akan ditempatkan lebih atas.

Yang perlu dicatat, untuk Piala Dunia 2026 ini ada perubahan penting dibanding edisi-edisi sebelumnya: undian atau drawing of lots yang dulu menjadi metode terakhir kini sudah dihapus dan digantikan sepenuhnya oleh peringkat FIFA.

Artinya, secara teori, peringkat grup di Piala Dunia 2026 selalu bisa ditentukan tanpa perlu undian.

Contoh Simulasi Sederhana

Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi fiktif penerapan aturan selisih gol Piala Dunia.

Contoh 1: Selisih gol langsung memisahkan

Tim A dan Tim B sama-sama mengumpulkan 4 poin di akhir fase grup.

Namun, ketika dicek selisih golnya, Tim A punya selisih gol +2, sementara Tim B hanya +1.

Karena head-to-head antara keduanya ternyata juga sudah dicek dan masih sama (misalnya mereka bermain imbang), maka tahap berikutnya yang dipakai adalah selisih gol keseluruhan, dan dalam kasus ini Tim A berada di atas Tim B karena unggul selisih gol.

BACA JUGA:  Jadwal Live Streaming Prancis vs Senegal Piala Dunia 2026, Dimana?

Contoh 2: Harus masuk ke kriteria lanjutan

Jika Tim C dan Tim D sama-sama punya 4 poin, selisih gol yang sama persis, dan jumlah gol yang dicetak pun sama persis.

Jika dua tim ini sebelumnya juga sudah saling bertemu di fase grup, maka penentuan peringkat akan kembali ke hasil pertemuan langsung mereka, yaitu siapa yang menang, atau jika seri, siapa yang punya selisih gol lebih baik di laga tersebut.

Apabila ternyata semua kriteria itu tetap sama, barulah dilihat catatan fair play, lalu jika masih juga sama, peringkat FIFA jadi penentu akhir.

Apa Itu Fair Play Points?

Fair play points adalah sistem penilaian kedisiplinan tim berdasarkan jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima sepanjang fase grup.

Semakin sedikit kartu yang didapat, semakin baik catatan fair play sebuah tim.

Skema pengurangan poinnya secara umum mengikuti pola berikut:

  • Kartu kuning: pengurangan 1 poin
  • Kartu kuning kedua yang berujung kartu merah: pengurangan 3 poin
  • Kartu merah langsung: pengurangan 4 poin
  • Kartu kuning yang diikuti kartu merah langsung dalam insiden berbeda: pengurangan 5 poin

Tim dengan total pengurangan poin paling kecil akan dianggap unggul dalam kriteria fair play.

Aturan ini bukan sekadar formalitas. Pada Piala Dunia 2018, fair play points pernah benar-benar menjadi penentu nasib sebuah tim.

Jepang dan Senegal sama-sama mengumpulkan empat poin dengan selisih gol dan jumlah gol yang identik, bahkan keduanya juga bermain imbang 2-2 saat bertemu langsung.

Karena Senegal mendapat lebih banyak kartu kuning dibanding Jepang selama fase grup, Senegal pun menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tersingkir akibat aturan fair play.

Konteks Piala Dunia 2026: Kenapa Aturan Ini Makin Krusial

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang memakai format 48 tim, melonjak dari format 32 tim yang dipakai sejak 1998.

BACA JUGA:  Jadwal Piala Dunia 2026 Kamis 18 Juni WIB: 5 Laga

Dengan format baru ini, 48 tim dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos ke babak gugur, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup yang juga berhak melaju.

Skema ini membuat total 32 tim lolos ke babak baru bernama Round of 32, sebelum kemudian bertemu di babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final.

Karena ada jalur tambahan lewat “delapan tim peringkat ketiga terbaik”, penentuan peringkat grup Piala Dunia menjadi jauh lebih krusial dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Satu kartu kuning ekstra atau satu gol tambahan bisa jadi pembeda antara melaju ke babak gugur atau langsung pulang.

Untuk menentukan delapan tim peringkat ketiga terbaik itu sendiri, FIFA memakai kriteria yang mirip, yaitu jumlah poin, selisih gol, jumlah gol dicetak, fair play points, dan peringkat FIFA, hanya saja tanpa kriteria head-to-head karena tim-tim peringkat ketiga ini berasal dari grup yang berbeda dan tidak pernah saling bertemu.

Kesimpulan

Jika poin sama di fase grup Piala Dunia, FIFA tidak menentukan peringkat secara acak, melainkan lewat urutan kriteria tiebreak fase grup Piala Dunia yang baku.

Urutannya dimulai dari hasil pertandingan antar tim yang sama poinnya (poin, selisih gol, dan jumlah gol head-to-head), lalu beralih ke catatan keseluruhan grup (selisih gol dan jumlah gol), dilanjutkan dengan fair play points berdasarkan catatan kartu, dan terakhir peringkat resmi FIFA.

Khusus di Piala Dunia 2026, metode undian sudah dihapus sepenuhnya dan digantikan oleh peringkat FIFA sebagai penentu paling akhir.

Sumber Rujukan

  1. FIFA.com — Halaman resmi format grup dan tie-breakers Piala Dunia 2026
  2. ESPN — Format, grup, dan jadwal lengkap Piala Dunia 2026
  3. Fox Sports — Penjelasan tiebreaker fase grup dan cara tim peringkat ketiga lolos
  4. NBC Philadelphia — Penjelasan aturan tiebreaker Piala Dunia 2026
  5. Sofascore — Analisis perubahan urutan tiebreaker dari regulasi resmi Pasal 13 Piala Dunia 2026