50 Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja dan Jawabannya

Tes Wawancara Kerja – Setelah selesai menempuh pendidikan, target pertama yang harus dicapai adalah melangkahkan kaki ke dunia yang kita mau tidak mau harus menghadapinya, yaitu dunia kerja.

Pencari kerja harus aktif mencari informasi lowongan pekerjaan baik dari situs lowongan kerja, iklan lowongan kerja di sekolah atau perguruan tinggi atau pun di media baik online maupun offline, situs perusahaan, dan juga melalui job fair.

Untuk dokumen awal yang dibutuhkan sebagai modal awal adalah surat lamaran kerja, curriculum vitae, foto, fotokopi ijazah, dan fotokopi transkrip nilai. Jika lolos pada tahap pemeriksaan dokumen, maka dilanjutkan tes psikologi dan tes wawancara kerja.

Daftar isi

A. Persiapan dan Tips Wawancara Kerja

Bagi Human Resources Department (HRD) atau bagian sumber daya manusia perusahaan, seorang pencari kerja yang penuh persiapan memiliki kemungkinan berlipat diterima dari pada pencari kerja yang sama sekali tidak ada persiapannya.

Persiapan dasar penampilan dan bahasa tubuh yang harus dilakukan:

1. Penampilan

Persiapan wawancara kerja
Persiapan wawancara kerja

Jangan sampai salah memilih baju ketika tes wawancara, persiapkan penampilan dari ujung rambut sampai ujung kaki:

  • Rambut. Untuk pria pastikan rambut tercukur rapi. Untuk wanita berambut panjang lebih baik diikat ekor kuda atau digulung ke atas.
  • Make up (wanita). Jangan menggunakan make up yang berlebihan dan pastikan kuku bersih dari cat kuku.
  • Parfum. Gunakan parfum, namun jangan terlalu menyengat. Pastikan tidak tercium bau rokok, alkohol, atau pun bau mengganggu lainnya.
  • Pakaian. Walau sekarang beberapa start-up dan industri kreatif memiliki lingkungan kerja yang santai, sebaiknya jangan berpenampilan casual saat wawancara kerja, Anda bisa menggunakan pakaian warna cerah dan aksesori. Namun jika melakukan pendaftaran ke perusahaan firma hukum, bank, atau pun pemerintah, gunakan pakaian warna putih ataupun gelap dan tambahkan blazer untuk memberikan kesan serius dan profesional. Hindari warna merah karena dapat memberi kesan kepribadian yang memberontak.
    Untuk wanita jangan menggunakan pakaian yang terlalu terbuka dan bawahan yang terlalu mini, karena dapat mengurangi kesan profesional.
  • Sepatu. Gunakan sepatu pantofel. Jika menggunakan sepatu pantofel yang memiliki tali, pastikan tali sudah terikat kuat. Untuk pria gunakan kaos kaki hitam daripada warna putih.

2. Bahasa tubuh

Tips wawancara kerja
Tips wawancara kerja

Bahasa tubuh juga menentukan penilaian tes wawancara kerja:

  • Jalanlah dengan tegap.
  • Saat berjabat tangan pastikan tangan tidak berkeringat dan jabatlah tangan dengan tegas dan cukup kuat.
  • Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
  • Duduklah dengan tegak, jangan membungkuk.
  • Sesekali tersenyum.
  • Jawablah pertanyaan dengan suara yang jelas.
  • Ketika menjawab pertanyaan wawancara, jangan memainkan benda-benda di sekitar, seperti cincin, bolpoin, dan benda lainnya.

B. Pertanyaan dan Jawaban Wawancara Kerja

Tips umum ketika menjawab pertanyaan wawancara kerja:

  1. Persiapkan informasi tentang perusahaan dan posisi yang dilamar.
  2. Jawablah pertanyaan dengan jelas dan jangan terlalu pendek dan jangan terlalu panjang.
  3. Jangan menjawab pertanyaan dengan jawaban “Ya” atau “Tidak” saja.
  4. Beri jeda beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan karena memberi kesan tenang dan percaya diri.

Selanjutnya adalah berlatih untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan pewawancara. Pastikan menangkap pertanyaan yang diajukan dan berhati-hatilah pada pertanyaan jebakan. Pertanyaan jebakan sering dilontarkan untuk menguji kewaspadaan sekaligus untuk lebih mengenal karakter asli dari pencari kerja.

Berikut adalah 50 contoh pertanyaan dan jawaban wawancara kerja:

Bagian I Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja (Fresh Graduate)

Wawancara kerja
Wawancara kerja

1. “Apa yang bisa Anda ceritakan mengenai diri Anda?”

Pertanyaan wawancara kerja ini bertujuan untuk mengetahui karakter Anda. Hindari jawaban seperti menceritakan keadaan sedih keluarga Anda, dan juga kejadian-kejadian dramatis dalam hidup Anda.

Contoh jawaban:

“Nama saya Kresna, saya merupakan lulusan dari Prodi Informatika di Universitas X. Sewaktu kuliah saya mengambil jurusan komputer dan jaringan. Dan selama 4 tahun di perguruan tinggi, saya terlibat dalam kepengurusan badan mahasiswa dan berbagai kepanitiaan serta menjadi asisten dosen selama 6 periode dan saya terbiasa untuk bekerja dalam tim, memiliki tanggung jawab tinggi, dan mengerjakan hal-hal dengan tepat waktu.”

2. “Mengapa Anda memilih program studi atau jurusan tersebut ketika Anda Kuliah?”

Mungkin alasan sebenarnya adalah karena prodi atau jurusan tersebut dipilihkan orang tua atau orang dekat, namun jangan kemukakan alasan tersebut. Ungkapkan dengan lebih profesional, misalkan karena sudah tertarik dengan bidang tersebut dari dulu.

Contoh jawaban wawancara kerja:

“Saya sudah tertarik dengan ilmu komputer terlebih pada bagian jaringan sejak sebelum kuliah, saya bahkan sudah mempelajari dasar jaringan di sekolah menengah dan mencoba mempraktekkannya di sekolah. Dengan memilih jurusan jaringan komputer saya dapat mengembangkan minat dan fokus saya pada ilmu tersebut.”

3. “Apakah yang Anda lakukan di luar aktivitas belajar selama kuliah?”

Deskripsikan diri Anda sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar dan mengerjakan tugas saja, namun mahasiswa yang dibekali dengan soft-skill tambahan. Dapat membahas kepemimpinan melalui kepanitiaan atau pun kerja paruh waktu yang menunjukkan sifat positif.

Contoh jawaban:

“Selain menjadi asisten dosen, saya juga terlibat dalam berbagai kepanitiaan dan menjadi pengurus himpunan mahasiswa. Selain itu untuk membantu biaya kuliah, saya juga bekerja secara paruh waktu secara rutin di toko komputer.”

4. “Sebutkan tiga kata yang mendeskripsikan diri Anda.”

Tiga kata yang disebutkan haruslah kata yang menunjukkan kekuatan positif, karena pertanyaan ini untuk langsung mengetahui karakter terkuat pencari kerja. Pilih tiga kata dan deskripsikan secara singkat kekuatan tersebut.

Kata yang bisa digunakan tergantung pada bidang yang dilamar, misalkan jika pada pekerjaan yang memerlukan kreativitas gunakan kata kreatif, pekerja keras, dan tepat waktu, jika pada bidang yang perlu kejelian seperti akuntan maka gunakan kata seperti teliti.

Kata umum lain yang dapat digunakan adalah jujur, pekerja keras, berdedikasi tinggi, dapat diandalkan, fleksibel, setia, mudah bekerjasama, antusias, mudah beradaptasi, komunikator yang baik, mampu bekerja dalam tim, dan lain sebagainya.

Contoh jawaban:

“Saya pekerja keras, tepat waktu, dan mampu bekerja dalam tim. Selama bekerja di toko komputer dan menjadi asisten dosen saya harus dapat mencapai target dan mengerjakan pekerjaan saya dengan benar. Tidak jarang juga saya harus mengatur pembagian tugas dalam tim kerja kami. ”

5. “Prestasi apa yang telah Anda raih?”

Jangan memberikan prestasi umum yang mudah diraih orang lain, seperti menyelesaikan kuliah tepat waktu atau berhasil membuat sesuatu yang orang lain bisa mudah membuatnya dalam sekejab, karena itu berarti Anda hanyalah orang dengan kemampuan rata-rata. Kemukakan prestasi yang membuat pewawancara tertarik dengan Anda.

Tunjukkan pula kepercayaan diri dalam menjawab pertanyaan ini, namun jangan terlalu memperlihatkan kepuasan Anda agar tidak terkesan bahwa Anda adalah kepuasan Anda agar tidak terkesan bahwa Anda adalah tipe orang yang cepat puas.

Berikan contoh yang pencapaian terbaik Anda dalam perkerjaan yang membuat perusahaan berpikir Anda layak untuk posisi tersebut, berikan juga tambahan pandangan Anda tentang rencana pengembangan ke depannya.

Contoh jawaban:

“Prestasi terbesar saya adalah ketika saya terpilih menjadi koordinator dalam implementasi jaringan baru di salah satu bagian dalam kampus. Waktu itu peralatan dan komponen yang digunakan sengaja menggunakan teknologi terbaru karena mengedepankan kecepatan, dan semuanya belum pernah diajarkan dalam perkuliahan, namun saya berusaha mempelajari dan berhasil melakukan simulasi dan pengaplikasian jaringan tersebut sebelum tenggat waktu yang ditetapkan kampus, dan tentu saja semua dilakukan bersama bantuan teman-teman. Teknologi tersebut juga masih tergolong baru sampai sekarang dan saya dapat membantu mengaplikasikannya di perusahaan ini agar didapatkan koneksi yang lebih stabil dan tentu saja jauh lebih cepat.”

6. “Kegagalan apa yang pernah Anda lakukan?”

Semua orang pasti melakukan sebuah kesalahan, namun kesalahan tersebut membuat kita untuk bisa bangkit berdiri lagi dan menjadi lebih kuat. Berikan contoh salah satu kegagalan Anda, namun pastikan Anda memberikan solusi dan komitmen untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Contoh jawaban:

“Dulu awalnya saya merasa saya yang paling mengerti semua hal, bahkan ada teman seangkatan yang sama sekali tidak tahu tentang kabel LAN. Saya memiliki kepercayaan diri yang sangat besar saat itu. Suatu waktu dosen menugaskan simulasi jaringan menggunakan aplikasi komputer, saya sudah terbiasa melakukannya sehingga saya sengaja menunda tugas tersebut dan baru mengerjakannya di pagi hari ketika tugas tersebut harus dipresentasikan.

Saya mengerjakan tugas tersebut dengan cepat tanpa mengeceknya lagi. Dan ketika presentasi ternyata saya membuat simulasi yang salah. Kepercayaan diri saya membuat saya meremehkan sebuah tugas dan berujung pada kehancuran diri saya sendiri.

Semenjak saat itu saya berkomitmen untuk tidak menganggap remeh semua hal dan memastikan saya melakukan double check untuk setiap tugas yang saya lalukan. Setelah itu semua tugas saya lancar dan saya dipercaya menjadi asisten dosen, teman-teman juga menilai saya menjadi pribadi yang ramah dan lebih friendly.

7. “Sebutkan kelebihan dari diri Anda.”

Ketika menjawab pertanyaan tes wawancara kerja ini, sebutkan beberapa kelebihan utama Anda, lebih mudah jika memberikan kelebihan yang terkait dengan pekerjaan yang dilamar. Berikan sedikit cerita atau contohnya.

Contoh jawaban:

“Saya adalah tipe pekerja keras. Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang diberikan, dan tidak jarang saya berusaha memberikan lebih dari sekedar parameter minimal yang dibutuhkan.”

8. “Sebutkan kelemahan dari diri Anda.”

Pewawancara memancing pencari kerja untuk menceritakan kelemahan dirinya, dan yang paling penting bagaimana mereka mengatasi hal itu. Jadi berilah kelemahan yang tidak terlalu fatal dan berikan solusinya. Bisa juga berilah kelemahan yang seakan-akan nantinya dapat menjadi keunggulan Anda.

Contoh jawaban:

“Saya sangat suka bekerja atau mengerjakan sesuatu, saya lebih memilih bekerja dengan men-cover shift teman yang berhalangan hadir waktu bekerja paruh waktu daripada diam di rumah. Saya juga memilih mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu daripada berlibur. Hal ini mungkin nantinya akan berpengaruh dalam pola hidup saya, tapi saya juga sedang berusaha menyeimbangkannya.”

9. “Bagaimana pandangan Anda tentang diri Anda dalam lima tahun ke depan?”

Alasan dari pertanyaan ini apakah ada perusahaan di gambaran masa depan Anda dan apakah Anda memiliki perencanaan untuk melihat ke depan. Jawaban sebaiknya menunjukkan jika Anda akan tetap berkontribusi kepada perusahaan.

Contoh jawaban:

“Dalam lima tahun ke depan saya ingin lebih berperan dengan posisi yang strategis dan tentu saja dapat memberikan kontribusi lebih pada perusahaan berkat pengalaman yang telah saya dapatkan selama itu.”

10. “Apakah arti sebuah kesuksesan bagi pribadi Anda?”

Sukses bisa juga terjadi dari hal-hal kecil, tidak perlu memberikan gambaran sukses yang terlalu berat. Keberhasilan kecil bisa menjadi sebuah kesuksesan.

Contoh jawaban:

“Saya berusaha mengerjakan pekerjaan saya dengan ketepatan waktu dan juga memastikan kualitasnya. Saya mengerjakan semua pekerjaan saya dengan sepenuh hati. Karena itu sukses bagi saya adalah jika orang lain bisa tersenyum puas atas hasil pekerjaan saya.”

11. “Apa pendapat Anda tentang lembur?”

Lembur merupakan suatu hal yang tidak dapat dielakkan, jawablah dengan yakin bahwa Anda tidak keberatan dengan dengan lembur, namun jangan terlalu memberikan jawaban yang basa-basi seperti tidak masalah bekerja lembur setiap hari.

Contoh jawaban:

“Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan saya sebelum tenggat waktu, namun saya menyadari terkadang pekerjaan tidak dapat diprediksi dan sesekali memerlukan waktu untuk lembur dan saya tidak keberatan lembur dengan situasi mendesak seperti itu.”

12. “Kapan waktunya Anda akan mencapai puncak karir Anda?”

Pertanyaan wawancara kerja ini untuk mengetahui apakah Anda orang yang cepat puas atau bertarget pendek. Jawaban ideal yang diharapkan adalah kita selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan tidak terkait apakah sudah menduduki pangkat tinggi atau pun tidak.

Contoh jawaban:

“Bagi saya puncak karir bukanlah suatu parameter utama dalam karir saya, tapi dalam segala situasi saya akan terus memberikan yang terbaik dan selalu menaikkan standar pekerjaan saya secara terus-menerus. Saya juga selalu melakukan evaluasi terhadap pekerjaan saya.”

13. “Apakah hobi Anda?”

Hobi setiap orang sangatlah beragam, namun jangan memberikan hobi Anda yang tidak mendukung pekerjaan, seperti sering bermain game online tanpa mengenal waktu atau selalu bermain media sosial. Ada beberapa pilihan aman hobi yang dapat disebutkan, seperti olah raga, kegiatan sosial, bermain musik, membaca, menulis, dan kegiatan positif lainnya.

Contoh jawaban:

“Saya sangat suka membaca, terutama tentang teknologi terbaru. Dengan membaca saya seolah-olah bisa membuka pintu untuk segala sesuatu yang baru yang dapat saya terapkan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.”

14. “Apakah pekerjaan impian Anda?”

Impian setiap orang adalah bekerja pada hal yang disukainya. Walau terkadang harus berbohong, berikanlah jawaban tes wawancara kerja yang menandakan bahwa pekerjaan impian Anda adalah pekerjaan yang Anda lamar. Jika Anda mengatakan pekerjaan lainnya akan membuat pewawancara menangkap jika Anda hanya akan bekerja sementara sampai Anda benar-benar mendapatkan pekerjaan impian Anda di tempat lain.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan impian saya adalah di bidang jaringan komputer, karena itu saya melamar di perusahaan ini yang sangat dikenal mengedepankan teknologi terbaru dalam jaringan. Dan saya merasa tempat saya adalah di perusahaan ini.”

15. “Mampukah Anda bekerja di bawah tekanan?”

Pewawancara pasti memilih orang yang mampu bekerja di bawah tekanan, karena mereka menyukai pribadi yang kuat dan unggul.

Contoh jawaban: “Saya mampu bekerja di bawah tekanan. Tugas kuliah yang diberikan di kampus juga saling mengejar antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang lain. Apa lagi tekanan tersebut sangat terasa di akhir masa studi di mana tugas sudah mulai berupa tugas besar dan juga masih ada kerja praktek dan skripsi.”

16. “Apa arti sebuah pekerjaan bagi Anda?”

Jawaban pertama tes wawancara kerja ini, yang terlintas terkait uang, namun jangan jawab secara lugas. Berilah jawaban yang terkesan lebih profesional, seperti agar bisa mempraktekkan ilmu, atau berkontribusi bagi perusahaan.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan merupakan sarana bagaimana saya bisa menerapkan segala pengetahuan dan ilmu yang saya miliki demi perusahaan.”

17. “Anda lebih suka bekerja dalam tim atau seorang diri?”

Pewawancara ingin mengetahui apakah anda tipe seseorang yang suka mengerjakan segala sesuatu sendiri atau seorang yang nyaman bekerja dalam tim. Jawaban ini bisa tergantung dengan posisi yang dilamar.

Contoh jawaban:

“Saya bisa bekerja dalam tim dan juga bekerja seorang diri. Namun tergantung pada situasi yang dihadapi. Jika memang pekerjaan tersebut mencukupi jika dikerjakan seorang diri, maka saya lebih memilih bekerja sendirian. Namun jika ternyata pekerjaan itu cukup rumit dan terlebih skalanya besar dan jelas membutuhkan banyak orang maka saya lebih nyaman bekerja dalam tim.”

18. “Jika bisa memilih posisi dalam tim, posisi apa yang Anda pilih?”

Jawaban kali ini juga bergantung pada pekerjaan yang dilamar, jika Anda nantinya menarget posisi manajerial maka ambillah posisi sebagai koordinator atau pemimpin, tapi jika misalkan menjadi system analyst Anda bisa memilih sebagai perancang atau konseptor.

Contoh jawaban:

“Saya lebih memilih sebagai perancang blue print dari proyek dikerjakan. Saya menyukai hal teknis, dan tentu saja saya memastikan blue print-nya nanti sesuai dengan kebutuhan client dan juga sesuai dengan kebijakan perusahaan.”

19. “Jika bekerja dalam tim, orang seperti apa yang sulit diajak bekerja sama?”

Janganlah berkeluh-kesah tentang tim terdahulu, tapi utarakan secara umum tipe orang yang sulit untuk diajak bekerja sama.

Contoh jawaban:

“Menurut saya orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang yang tidak mau maju. Tidak mau maju berarti dia tidak mau memberikan kemampuan lebih, tidak mau akan perubahan, bukan pekerja keras. Bila bersama tim yang mau maju maka biasanya mereka memiliki etos kerja yang baik dan semua pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik.”

20. “Bagaimana jika ada kritik yang diberikan pada Anda?”

Tunjukan kepada pewawancara jika Anda adalah seorang yang terbuka akan kritik. Karena orang yang tidak mau dikritik biasanya memiliki ego yang tinggi, dan ini akan sulit untuk diarahkan dan diajak bekerja sama.

Contoh jawaban:

“Saya terbuka akan kritik, karena kritik itu berarti masukan bagi saya demi pengembangan kemampuan dan diri saya.”

21. “Apa pendapat Anda tentang menjadi seorang enterpreneur?”

Salah satu impian seorang pekerja kantor adalah menjadi seorang entrepreneur, namun jangan tunjukkan impian Anda ini kepada pewawancara kerja. Mereka memilih seorang pekerja yang loyal dan fokus bekerja daripada seorang karyawan yang memiliki usaha sampingan lain, mereka juga takut waktu bekerja di perusahaan akan dimanfaatkan untuk mengurusi usaha lain tersebut.

Contoh jawaban:

“Saya belum memikirkan tentang menjadi seorang entrepreneur karena fokus saya saat ini adalah menerapkan segala ilmu yang didapatkan dan mengembangkan diri di perusahaan.”

22. “Bagaimana Anda membayar biaya kuliah atau pendidikan Anda?”

Ini merupakan salah satu cara untuk melihat tingkat kemandirian, kedewasaan, dan tanggung jawab Anda. Walau biaya kuliah Anda dibayar orang tua atau mendapatkan sponsor dari keluarga, pastikan Anda memiliki usaha untuk membantu biaya tersebut.

Contoh jawaban:

“Dari awal saya mengincar perguruan tinggi yang memberikan beasiswa, namun di awal masa perkuliahan terus terang saya masih dibantu biaya oleh orang tua saya. Namun setiap semester saya terus berusaha untuk mendapatkan beasiswa dan saya juga bekerja di toko computer untuk meringankan biaya. Dari bekerja di toko komputer saya sudah bisa membayar biaya kos dan biaya sehari hari saya sendiri.”

23. “Bagaimana cara Anda untuk menghadapi suatu tantangan pekerjaan?”

Pewawancara ingin mengetahui bagaimana pelamar kerja menghadapi tantangan yang tiba tiba terjadi, mereka mengukur strategi dan tingkat respon pelamar kerja. Anda dapat memberikan contoh tantangan yang dihadapi.

Contoh jawaban:

“Mengerjakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan adalah sebuah tantangan sendiri. Skripsi saya mengangkat terkait suatu teknologi jaringan komputer yang telah dipublikasikan dalam sebuah jurnal penelitian. Dengan sumber litelatur yang masih terbatas, saya memutuskan untuk tetap menggunakannya. Dan akhirnya kerja keras tersebut terbayarkan, saya berhasil mengimplementasikan teknologi tersebut di kampus saya.”

24. “Bagaimana jika terdapat sebuah masalah besar dalam pekerjaan Anda?”

Jelaskan jawaban Anda dengan rangka: identifikasi masalah dan penyebabnya serta efeknya, mencari cara penyelesaiannya, dan tindakan pencegahannya.

Contoh jawaban pertanyaan wawancara kerja ini:

“Pertama saya tidak akan panik, saya akan berusaha tenang, Saya akan melakukan penyelidikan detail tentang masalah tersebut dan tentu saja sampai mana efek yang terjadi. Setelah itu saya akan mencari cara penyelesaian terbaiknya sekaligus memperbaiki kerusakan yang terjadi. Dan saya memastikan akan membuat SOP ketat terkait kasus ini sehingga nantinya tidak akan terjadi lagi.”

25. “Gambarkan lingkungan kerja yang Anda sukai.”

Kita sebenarnya tidak bisa memilih lingkungan kerja kita nantinya, bisa saja perusahaan merekrut orang tambahan agar bisa meredakan konflik internal mereka. Lebih aman memberikan kesan positif dengan memberikan informasi Anda mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Contoh jawaban:

“Saya cukup mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan, terlebih pada lingkungan kerja. Saya tidak masalah ditempatkan pada lingkungan kerja yang seperti apa. Saya pernah bekerja di lingkungan yang santai dan juga ekstrim, dan saya bisa menyesuaikannya. Saya juga menyadari jika perusahaan ini merupakan perusahaan yang mengedepankan kecepatan dalam berinovasi, dan saya tidak sabar untuk ikut dalam proses tersebut.”

26. “Apakah arti keluarga bagi Anda?”

Orang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya lebih memiliki kedewasaan lebih dan akan berusaha mempertahankan pekerjaannya sehingga biasanya masa kerjanya lebih lama dan lebih setia. Biasanya orang yang dididik di keluarga yang harmonis lebih memiliki sedikit masalah kepribadian dari pada orang yang berasal dari keluarga yang penuh pertengkaran.

Contoh jawaban:

“Saya sangat mencintai keluarga saya. Ayah dan ibu telah membesarkan dan membiayai pendidikan saya. Sekarang adalah saatnya saya membalas budi kepada mereka, dan saya yakin mereka mendoakan keberhasilan saya saat ini.”

27. “Bagaimana jika besok Anda memenangkan undian uang sebesar sepuluh miliar?”

Pewawancara ingin menempatkan Anda pada suatu peristiwa dan mengamati keputusan yang Anda ambil, apakah pelamar akan langsung keluar bekerja dan bersenang senang atau tetap di perusahaan.

Contoh jawaban:

“Jika saya memenangkan uang lima miliar, saya akan membelikan orang tua saya rumah dan mendaftarkan mereka untuk berlibur. Kemudian saya akan membeli rumah untuk saya sendiri dan menyimpan sisanya dalam deposito dan program investasi bank. Uang tersebut akan menjadi cadangan untuk orang tua dan masa tua saya ketika saya pensiun dari perusahaan.”

28. “Apakah Anda akan menikah atau mempunyai anak dalam waktu dekat?”

Pertanyaan wawancara kerja ini sebaiknya dijawab jujur, karena bisa berpengaruh pada penempatan kerja Anda. Karena menikah atau mempunyai anak berarti Anda akan langsung terikat pada suatu kota di mana keluarga berada dan enggan meninggalkannya namun jika tidak masalah, ceritakan juga jika Anda tidak memiliki masalah jika bekerja di daerah mana pun meskipun jauh dari keluarga. Jika Anda sedang hamil ceritakan hal ini juga, karena berarti Anda hanya akan berada secara singkat di kantor dan harus langsung mengambil cuti melahirkan.

Contoh jawaban:

“Saya belum ingin menikah, karena saya ingin menguatkan pekerjaan dan kemampuan saya dulu baru saya akan memikirkannya nanti jika sudah waktunya. Untuk fokus saya sekarang adalah mencari pekerjaan.”

29. “Berapa lama Anda berencana bekerja di sini?”

Pewawancara ingin mengetahui apakah Anda memilih bekerja di perusahaannya karena Anda membutuhkannya sementara dengan berbagai macam alasan yang melatarbelakangi atau memang Anda berniat untuk berdedikasi di perusahaan.

Contoh jawaban:

“Saya akan terus bekerja di sini selama perusahaan membutuhkan ilmu dan kecakapan saya. Berikanlah kesempatan kepada saya untuk membuktikan kontribusi saya dalam perusahaan.”

30. “Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?”

Terkadang kita memilih melamar pekerjaan di kota tempat kita tinggal dengan pertimbangan akan terus di kota tersebut, namun bagaimana bila suatu saat perusahaan menempatkan Anda ke daerah lain? Akan menjadi pertanyaan yang mudah jika Anda belum berkeluarga, sebaliknya keadaan ini akan berat bagi yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Jawablah pertanyaan ini dengan jujur dan tanpa mengeluh.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan dan perusahaan ini merupakan pekerjaan impian saya, dan saya merasa saya mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut. Saya memilih kantor pusat ini karena saya merasa mempunyai kemampuan lebih untuk bekerja di pusat. Namun jika beberapa tahun lagi saya ditempatkan di luar kota, saya akan mempertimbangkannya.”

Bagian II Tes Wawancara Kerja Bukan Pekerjaan Pertama

Interview kerja fresh graduate
Interview kerja (bukan) fresh graduate

Jika ada pertanyaan wawancara kerja terkait tentang tempat bekerja sebelumnya, pastikan Anda tidak menjelek-jelekkan perusahaan atau personel di dalamnya, karena dari situ akan terlihat karakter negatif Anda yang suka membicarakan keburukan orang lain yang pastinya tidak disukai oleh perusahaan.

31. “Di mana Anda bekerja sebelumnya?”

Jujurlah pada jawaban ini, karena hal ini juga tertulis pada CV Anda. Tambahkan penjelasan singkat terkait bidang usaha perusahaannya.

Contoh jawaban:

“Saya bekerja pada PT. X di daerah Y. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang asuransi. Meskipun terbilang baru tapi karena merupakan anak perusahaan dari sebuah perusahaan besar, mereka bisa langsung menembus pasar. Tentu saja prestasi ini juga diimbangi dengan sistem marketing yang unggul.”

32. “Apa alasan Anda berhenti bekerja dari tempat kerja Anda sebelumnya?”

Jangan memberi alasan yang mengesankan Anda mudah tidak puas terhadap fasilitas atau Anda suka menjadi “kutu loncat’ atau juga karena anda terlibat pelanggaran etika kerja. Berilah alasan yang lebih berkesan tidak negatif, seperti karena Anda ingin lebih berkembang atau mencari posisi yang lebih baik.

Contoh jawaban:

“Perusahaan terdahulu merupakan pekerjaan pertama saya setelah menyelesaikan studi. Dari deskripsi pekerjaan yang ditawarkan adalah terkait jaringan komputer, namun ternyata kebanyakan mengurusi perbaikan komputer. Saya merasa berada di tempat yang tidak sesuai kemampuan saya yang sebenarnya, saya yakin potensi saya lebih tinggi dari sekedar memperbaiki komputer. Karena itu akhirnya saya memutuskan keluar dan mencoba bergabung di perusahaan ini.”

33. “Berapa gaji Anda di perusahaan sebelumnya?”

Jika memungkinkan berikan jawaban tanpa menyebutkan nominal gaji Anda, misalnya dengan menyebutkan jika gaji Anda kurang lebih sama dengan gaji di perusahaan lain dengan posisi yang setara. Namun jika pewawancara masih mengejar nominalnya, jawablah dengan jujur.

Contoh jawaban:

“Gaji yang saya terima kurang lebih sama dengan perusahaan X yang juga memiliki posisi sebagai Y di sana. Saya mendapatkan informasi ini dari teman saya yang kebetulan bekerja sebagai Y di perusahaan X.”

34. “Bagaimana kesan Anda tentang atasan Anda terdahulu?”

Ceritakanlah segala pandangan positif Anda terhadap atasan Anda terdahulu, jangan ceritakan konflik drama perkantoran Anda kepada pewawancara. Tunjukkan jika sampai sekarang Anda masih menghormatinya.

Contoh jawaban:

“Atasan yang terdahulu memiliki visi yang jauh ke depan lengkap dengan capaian yang harus dilakukan pada setiap tahunnya. Dia pintar untuk mengatur anak buahnya dan juga tidak sungkan untuk ikut terjun dalam lapangan. Pemilik perusahaan juga sangat menyukai atasan saya.”

35. “Apa sifat buruk atasan Anda terdahulu?”

Jangan menceritakan keburukan atasan terdahulu? Kemudian bagaimana menjawab pertanyaan wawancara kerja ini? Ini merupakan salah satu pertanyaan jebakan, meski pewawancara memancing dengan pertanyaan negatif, janganlah menjawab dengan negatif juga.

Contoh jawaban:

“Saya mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang baru. Sifat orang lain memang berbeda beda, tapi saya sudah terbiasa menghadapi berbagai macam orang.”

36. “Apakah Anda memiliki hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja?”

Kebalikan dengan jawaban sebelumnya, ceritakanlah hubungan baik Anda dengan rekan kerja Anda.

Contoh jawaban:

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja. Karena begitu eratnya kami, kami jadi menyadari kekuatan masing masing orang sehingga jika ada pekerjaan tim kami selalu membaginya berdasarkan kepakaran terkuat kami masing masing.”

37. “Mengapa sampai usia Anda saat ini Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik?”

Tanggapi pertanyaan wawancara kerja ini dengan bijak, ini bukanlah pertanyaan yang bermaksud untuk merendahkan Anda. Pewawancara ingin menggali apa yang membuat Anda melamar di perusahaan ini.

Contoh jawaban:

“Karena itu sekarang saya berada di sini, saya merasa dengan bekerja di perusahaan ini saya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari tempat kerja saya sebelumnya. Saat ini saya berada dalam kemampuan, kematangan, serta usia yang tepat untuk bergabung di perusahaan Anda.”

38. “Ceritakan masa ketika Anda menganggur.”

Pewawancara ingin mengetahui perjuangan yang telah Anda lakukan selama masa kekosongan Anda, sekaligus mengecek CV yang diberikan. Jawablah dengan jujur dan ceritakan bahwa Anda tidak menyerah.

Contoh jawaban:

“Saya sudah menganggur selama dua bulan semenjak saya mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya. Ketika saya gagal dalam satu lowongan kerja saya selalu berusaha melakukan evaluasi diri, dan saya akhirnya mencapai seleksi tahap akhir seperti saat ini. Selain mencari kerja, sementara ini saya juga bekerja secara paruh waktu.”

39. “Bagaimana jika bawahan Anda mengeluhkan tentang masalah di luar pekerjaan?”

Kehidupan di tempat kerja nantinya tidak akan murni tentang pekerjaan, pasti juga akan bersinggungan dengan kehidupan sosial. Contoh mudahnya ketika rekan kerja sakit atau melahirkan, kita pasti ikut menunjukkan simpati. Sama halnya jika ada orang lain yang mengalami masalah, tidak perlu sebuah alasan untuk berbuat baik.

Contoh jawaban:

“Saya akan mendengarkan masalah mereka, karena sebenarnya mereka membutuhkan tempat untuk berbagi cerita tempat yang mengerti mereka. Dan jika tidak terlalu ikut campur saya akan berusaha memberikan saran untuk jalan keluar permasalahannya.”

40. “Apa yang Anda lakukan jika bawahan Anda melakukan kesalahan?”

Dari pertanyaan wawancara kerja ini pewawancara ingin mengetahui apakah Anda memiliki kebijaksanaan sekaligus jiwa kepemimpinan.

Contoh jawaban:

“Saya tidak akan langsung menyalahkan atau memarahi karena masalah tidak akan selesai jika saya marah marah. Saya akan membantu menyelesaikan kesalahan tersebut, dan jika ternyata kesalahan tersebut sudah merembet ke mana mana maka saya selaku atasannya akan meminta maaf ke semua pihak yang dirugikan karena pekerjaan mereka adalah tanggung jawab saya. Setelah semua teratasi saya akan membuat evaluasi dan memastikan kesalahan serupa tidak akan terjadi lagi.”

41. “Apa halangan tersulit yang Anda alami pada pekerjaan terdahulu?”

Usahakan untuk tidak menembak rekan kerja atau atasan terdahulu, Anda bisa menyebutkan sistem kerjanya, misalnya karena perusahaan yang lama sifatnya outsourcing atau ada pembagian shift kerja.

Contoh jawaban:

“Tempat kerja saya dahulu semuanya menggunakan sistem outsourcing kecuali untuk posisi manajerial namun posisi tersebut juga dipegang oleh keluarga dari pemilik perusahaan. Saya merasa tidak dapat berkembang jika tetap di perusahaan yang lama.”

Bagian III Tes Wawancara Kerja Tentang Perusahaan

Tes wawancara kerja
Tes wawancara kerja

42. “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”

Persiapkan diri dengan baik dengan informasi perusahaan diantaranya sejarah singkat, visi misi, filosofi, bidang perusahaan, dan keunggulan perusahaan. Tunjukkan juga bahwa Anda tertarik untuk bergabung.

Anda dapat juga memaparkan studi singkat yang telah Anda lakukan tentang perusahaan sekaligus memberikan analisis bisnis Anda.

Contoh jawaban:

“Perusahaan ini berdiri pada tahun X sebagai pabrik kecil di kota X dan sampai sekarang telah berkembang dengan memiliki X pabrik dengan X karyawan. Dengan visi utama menjadi X, semua arah, rencana, dan strategi perusahaan terlihat bersinergi untuk mencapai Visi tersebut. Dan saya bangga jika bisa ikut berkontribusi dalam pencapaian visi besar tersebut.”

43. “Bagaimana Anda bisa mengetahui tentang lowongan pekerjaan ini?”

Jawab juga secara jujur dari mana Anda mengetahui lowongan tersebut, misalkan dari situs lowongan kerja, iklan lowongan kerja atau lainnya. Namun jika Anda mengetahui lowongan atas rekomendasi seseorang, pastikan Anda mengutarakan hal ini. Karena tidak jarang perusahaan meminta bantuan kepada orang yang dipercaya untuk merekomendasikan calon karyawan yang memiliki kompetensi lebih.

Contoh jawaban:

“Saya mengetahui lowongan ini dari dosen saya. Beliau merupakan dosen di Universitas X sekaligus merupakan Rektor di sana. Beliau tahu perusahaan ini merupakan perusahaan incaran saya sejak kuliah karena itu beliau memberi tahu ketika ada informasi lowongan tersebut kepada saya.”

44. “Apa yang Anda ketahui tentang posisi pekerjaan tersebut?”

Penting untuk mengerti posisi pekerjaan yang dilamar, terlebih pada tugas dan tanggung jawabnya. Pastikan Anda dapat menjawab dengan benar karena pewawancara menyukai orang yang siap dan terlebih cocok untuk posisi tersebut.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan yang ditawarkan adalah sebagai back end programmer. Tentu saya akan bersentuhan dengan baris kode setiap harinya. Pekerjaan mungkin bermacam macam dari mengerjakan seluruh atau sebagian modul tertentu. Bisa juga menyelesaikan error yang terjadi. Dan saya mengerti setiap pengerjaan modul kami ditarget waktunya dan saya akan berusaha menepati target waktu tersebut.”

45. “Mengapa Anda memilih perusahaan kami?”

Jangan menyebutkan alasan utama adalah terkait gaji yang diterima, berikan alasan dengan professional dengan memaparkan sisi positif perusahaan.

Contoh jawaban:

“Saya memilih perusahaan ini karena merupakan perusahaan terdepan dan terbesar dalam bidangnya. Saya juga mendengar bahwa perusahaan juga memiliki jenjang karir yang jelas, selain itu perusahaan sangat menghargai hasil kerja payah karyawannya.”

46. “Mengapa kami harus memilih Anda untuk posisi ini?”

Sebutkan langsung kualifikasi serta pengalaman dan prestasi Anda, yakinkan perusahaan bahwa Anda merupakan orang yang tepat.

Contoh jawaban:

“Saya memiliki kemampuan akademik yang cukup baik dengan IP X, selain itu saya juga memiliki cukup pengalaman dalam berorganisasi saya sempat menjadi ketua badan perhimpunan yang menghadapkan saya kepada karakteristik orang yang berbeda dan juga kepengurusan birokrasi. Saya yakin saya dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan.”

47. “Menurut kami, Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini.”

Ini bukanlah penolakan maupun apresiasi, namun untuk mengetahui apakah Anda merupakan orang yang besar kepala. Jawaban yang diharapkan adalah jawaban yang bijaksana, rendah hati, dan tentu saja percaya diri.

Contoh jawaban:

“Saya masih perlu belajar dan mengenal perusahaan lebih jauh, sehingga nantinya saya dapat secara maksimal berkontribusi dalam perusahaan ini.”

48. “Berapa gaji yang Anda inginkan?”

Untuk menyebutkan gaji yang diinginkan setidaknya Anda tahu perkiraan gaji untuk posisi dan pekerjaan yang ditawarkan. Jelaskan range gaji yang Anda harapkan dengan mempertimbangkan perkiraan gaji tadi serta pengalaman dan kemampuan Anda. Terakhir sebutkan juga bila Anda menginginkan pekerjaan tersebut dan bersedia untuk melakukan negosiasi.

Contoh jawaban:

“Dengan memperhatikan posisi dan perkerjaan yang harus ditangani nantinya, gaji yang saya harapkan adalah 7 sampai 9 juta rupiah per bulan. Namun saya terbuka untuk melakukan negosiasi.”

49. “Jika Anda mendapatkan posisi ini, berapa lama rencana Anda bekerja di perusahaan kami?”

Jangan sebutkan secara angka berapa lama rencana Anda akan bekerja di perusahaan, yang ingin ditangkap pewawancara adalah komitmen Anda untuk bekerja. Jika Anda menjawab berapa tahunnya maka Anda sudah berencana suatu saat akan keluar.

Contoh jawaban:

“Selama saya masih bisa berkontribusi, saya akan terus bekerja di perusahaan ini. Perusahaan ini merupakan perusahaan incaran saya dan saya tidak akan mudah untuk melepaskannya.”

50. “Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?”

Manfaatkan pertanyaan wawancara kerja ini dengan pertanyaan yang menandakan ketertarikan Anda dengan perusahaan. Anda bisa menanyakan tentang pengembangan perusahaan, teknologi, proyek terbaru yang sedang dikerjakan namun jangan berikan pertanyaan yang bisa Anda cari sendiri melalui website perusahaan.

Contoh jawaban:

“Bagaimana perusahaan bisa selalu terdepan dalam pengembangan teknologi baru?”

Tinggalkan komentar