Cara Ternak Kambing Modern yang Baik Agar Sukses

Memang kalau dilihat dan dikerjakan, cara beternak kambing itu mudah dan gampang sekali. Para pemelihara kambing sama seperti juga pemelihara itik maupun ayam kampung, hanya melepaskan binatang peliharaannya begitu saja.

Namun kalau kita ingin mengikuti cara beternak kambing yang baik agar sukses, cukup ikuti beberapa tahap dan persyaratan berikut ini:

  1. Membuatkan kandang untuk kambing kambing yang akan kita pelihara.
  2. Menyediakan makanan yang berkualitas tinggi dan setiap harinya bisa mencukupi kebutuhan kambing kambing tersebut.
  3. Pengaturan pengembangbiakan.
  4. Menjaga kesehatan kambing kambing itu dari serangan penyakit.

Keempat syarat syarat tersebut dapat dikatakan mutlak harus dipenuhi untuk dapat memelihara kambing dengan baik dan intensif. Sebab semua syarat tersebut untuk kelestarian hidup kambing yang kita pelihara.

Kalau akan beternak kambing, belum mengetahui seluk beluk kambing, dianjurkan untuk mempelajari dengan lebih mendalam. Berikut adalah panduan lengkap cara ternak kambing yang menguntungkan.

Kandang Kambing

Desain Kandang Kambing
debbyeka

Kalau kita memerlukan rumah, untuk kambing pun memerlukan kandang. Sebab kandang dalam ternak kambing sangat penting. Berikut beberapa alasan pentingnya kandang yang baik:

  1. Sebagai tempat bernaung di waktu malam hari;
  2. Sebagai tempat berlindung dari gangguan panas matahari, hujan atau bila ada angin yang sangat kencang;
  3. Untuk kambing itu sendiri, kandang merupakan tempat yang paling aman dan praktis buat melahirkan anak-anaknya;
  4. Bisa juga kandang tersebut kita pergunakan untuk mengadakan perkawinan atau “pemacekan” kambing. Dengan demikian kambing kambing itu akan dapat mengadakan perkawinan dengan rasa aman; dan
  5. Dengan adanya kandang, bisa juga kita pergunakan untuk mengawasi kambing kambing tersebut, apakah kambing itu sehat semua atau ada yang terjangkit sesuatu penyakit.

Untuk membuat kandang sehat, kandang kambing harus terkena sinar matahari. Sebaiknya sinar matahari dapat menerobos masuk kandang di waktu pagi.

Hal yang harus diperhatikan yaitu adanya pergantian udara dalam kandang dan kandang harus kuat menahan angin.

Kandang kambing dapat kita buat dengan sistem kandang tunggal atau pun sistem kandang ganda. Namun pembuatan kandang tersebut memang sebaiknya disesuaikan saja dengan berapa kambing yang kita pelihara.

Kandang yang dibentuk atau dibuat secara sederhana, biasanya memakai patokan patokan sebagai berikut.

Kandang Kambing Jantan

Untuk seekor kambing jantan memerlukan kandang seluas: 1 x 1.5 m.

Kandang Kambing Betina

Biasanya kandang kambing betina, akan dibuatkan untuk kandang betina yang besar dan bunting serta mempunyai anak satu atau dua ekor. Untuk keperluan ini ukurannya adalah: 1 x 1,5 m.

Kalau hanya untuk keperluan kambing betinanya saja adalah: 0,8 x 1.5 m.

Kalau kita mau membuatkan kandang untuk 10 ekor kambing yang kita campur sekaligus, dapat menggunakan ukuran 1.5 x 7.5 m atau minimal dapat pula dipergunakan ukuran 1.5 x 6 m.

Dinding

Agar kambing kita tidak terkena angin yang kencang, sebaiknya untuk dindingnya dibuat secara tertutup. Untuk dinding kandang ini dapatlah kita buat dari bilik bambu yang tebal atau pun dari papan.

Yang penting kuat, sebab kambing suka membenturkan kepalanya ke dinding. Sedangkan untuk penyekat kandang, dapat kita pergunakan bambu yang dibelah belah dan jarang jaraknya.

Untuk yang menghadap ke tempat makanan, kita harus mengatur dengan jarak antara 20 – 25 cm. Ini kita buat dengan maksud agar kepala kambing itu bisa keluar untuk mengambil makanannya.

Kemudian kita juga harus membuatkan pintu yang besarnya relatif, menurut kebutuhan. Usahakan pintu berada di belakang.

Selain membuatkan pintu kita harus membuatkan tangga untuk menopang kambing keluar masuk ke dalam kandang.

Tempat Makanan

Rak tempat makanan kambing harus kita tempatkan di tempat yang tidak mudah terkena sinar matahari ataupun hujan.

Adapun besar kecilnya rak tempat makanan itu sebenarnya tidak ada patokannya, yang terpenting dapat menampung makanan yang berupa rumput-rumputan untuk sehari penuh.

Namun untuk para calon pemelihara kambing yang belum berpengalaman, bisa mengikuti pedoman sederhana berikut ini:

  • Bagian dasar selebar 25 cm.
  • Bagian atasnya selebar 35 40 cm.
  • Dalam rak berantara 50 cm.
  • Jarak dengan lantai dapat setinggi 25 cm.

Bahan untuk tempat makanan ini dapat dibuat dari bambu yang dianyam, dengan demikian tidak banyak makanan yang jatuh tercecer.

Lantai

Untuk pembuatan bahan lantai, seharusnya kita memilih bahan bahan yang tahan terhadap air kencing. Paling baik kalau kita pergunakan bambu-bambu yang telah tua atau bambu-bambu yang telah kita rendam di dalam air dalam waktu yang cukup lama.

Supaya kotoran yang jatuh di lantai itu bisa keluar, maka kita harus mengatur antara bambu bambu yang kita buat lantai itu dengan jarak antara 1 – 1,5 cm.

Kemudian kandang dibuat mempunyai kolong. Maksudnya agar kotoran yang jatuh ke kolong itu berbau tak enak dan membuat keadaan tak sehat, bila ada angin maka bau itu dapat hilang terbawa angin dan membuat kandang menjadi sehat kembali.

Apalagi kalau terus setiap pagi kena sinar matahari. Tanah di bawah kolong itu, bisa berupa tanah biasa. Akan tetapi baik juga kalau dibuat semen plasteran dan diberi lubang sedalam 0,5 m untuk menampung kotoran kotoran kambing.

Setelah 3 bulan kotoran tersebut bisa diambil dan dipergunakan sebagai pupuk. Bila kita mengusahakan pertanian, pupuk tersebut dapat kita pakai sendiri. Kalau kita tidak mempunyai tanam tanaman, pupuk tersebut bisa dijual.

Atap

Untuk atap ini kita harus mengusahakan agar supaya tidak bocor. Lalu kalau kita mempergunakan sistem kandang tunggal yang mempunyai rak tempat makanan di luar, maka kita harus juga mengusahakan agar supaya rak makanan tersebut tidak kena air.

Sebenarnya kalau kita akan membicarakan tentang kandang, semua itu hanyalah menurut selera sendiri. Berapa banyak kambing kambing yang akan dipelihara, dan bentuk kandangnya dapat dirancang yang sesuai dengan kebutuhan.

Lalu yang penting pula untuk diketahui, memelihara pejantan kambing yang akan digunakan sebagai pemacek, haruslah dikandangkan tersendiri.

Sebaiknya kambing jantan kandangnya diletak kan di tengah-tengah kambing betina yang telah dewasa. Dengan demikian baik kambing jantan maupun kambing kambing betina masih terus mempunyai nafsu kawin yang tinggi.

Pakan Kambing

Pemberian Pakan Kambing

Kambing pada umumnya makan tanaman hijau bagian daunnya. Tapi kadang kambing memakan pula batang, bunga dan buahnya, tentu saja yang masih lunak dan lemas. Selanjutnya kambing masih mampu mengunyah dan nantinya mengeluarkan lagi dengan jalan melembutkan kunyahan yang disebut “nggayemi” (Jawa).

Biasanya hijau-hijauan ini berasal dari tanaman jenis rumput rerumputan atau pun padi-padian, kacang kacangan dan yang lain yang disukai kambing.

Kemudian yang perlu kita perhatikan sebagai peternak kambing ialah kambing ini tidak suka makanan hijau hijauan yang masih segar. tetapi kena air. Baik itu air dan” embun pagi hari atau pun air hujan yang mengguyur hijau-hijauan tadi. Selain makanan basah, kambing juga tidak suka makanan yang kering.

Ingat bahwa tinggi rendahnya angka manfaat makanan hijau hijauan juga tergantung dari beberapa hal yang antara lain adalah:

1. Umur Hijau-Hijauan

Hijau-hijauan yang terlalu tua dan berasal dari tanaman berbunga atau berbuah dan hijau hijauan tanaman muda. kandungan proteinnya adalah rendah juga martabat karbohidratnya.

Hanya serat kasarnya saja yang tinggi. Jadi yang baik untuk makanan adalah hijauan yang siap berbunga atau hijau hijauan yang cukup tua.

2. Kondisi Tanah

Hijau hijauan yang ditanam di tanah yang subur akan lebih baik bila dibandingkan dengan hijau-hijauan yang ditanam di tanah yang tandus.

Sebab hal itu ada kaitannya dengan adanya defisiensi salah satu unsur mineral yang bisa berakibat buruk bagi kambing yang kita pelihara.

Contohnya saja: Kambing akan menderita Magnesium Tetani bila kekurangan unsur mineral magnesium pada hijau hijauan. Dengan gejala gejala ternak sering mengalami kekejangan pada sendi-sendi kaki.

Untuk mengetahui hijau-hijauan yang kekurangan salah satu unsur tersebut perlu diperhatikan ciri-cirinya, antara lain hijau-hijauan yang kekurangan unsur tersebut warnanya tolol-totol merah, kekuning-kuningan, yang seharusnya berwarna hijau gelap.

3. Jenis Tanaman

Tanaman yang menghasilkan serat kasar zat kersik akan cepat turun nilai manfaat makanannya. Kemudian kita harus mengetahui berapa banyak makanan yang dibutuhkan oleh kambing dalam satu harinya.

Biasanya kambing dewasa setiap harinya memerlukan makan hijau hijauan sebanyak 6 kg. Untuk kambing kambing betina yang sedang menyusui dapat kita berikan makanan tambahan konsentrat yang berupa dedak, bungkil kelapa, bubur nasi, dan sedikit garam.

Adapun imbangan proteinnya berkisar antara 1:5 atau bisa juga antara 1:7, maksudnya adalah 1 bagian berat konsentrat dibanding dengan 5 atau 7 bagian berat hijau hijauan.

Namun harus diingat dalam memberikan makanan kepada kambing kambing ini setiap hatinya juga tetap seberat 6 kg.

Biasanya yang bisa diberikan kepada kambing adalah:

a. Kelompok Padi-Padian

  1. Rumput Kolonjono. Rumput ini biasanya banyak terdapat di daerah daerah perkebunan, ataupun di daerah rawa, tepian sungai, di tanah yang basah. Tinggi rumput ini bisa mencapai 35-50 cm.
  2. Rumput Benta.
  3. Rumput Jukut Tualadi. rumput ini berbulu lebat, baunya tidak enak, tetapi rasanya manis.
  4. Rumput Benggala.
  5. Rumput Kawatan.

b. Kelompok Kacang-Kacangan

  1. Orok orok/Krotalaria.
  2. Daun, ranting, ataupun bunga Turi.
  3. Petai cina atau mlandingan, baik juga buah maupun bunga mlandingan yang masih muda.
  4. Kacang tanah baik itu daun, bunga, buah asal yang masih muda.
  5. Kacang kedelai.

c. Kelompok Lain yang Bisa Diberikan

  1. Daun waru.
  2. Daun ketela pohon.
  3. Daun pisang.
  4. Daun nangka.
  5. Daun Clitoria, atau Kembang Telang.

Pemberian makanan ini tergantung dari peternak sendiri, tetapi harus diusahakan agar pemberian makanan itu bisa dicampur-campur, antara padi-padian dengan kacang-kacangan serta makanan lain yang biasa diberikan.

Hal ini dimaksudkan untuk menambah mutu makanan yang diberikan kepada ternak kita. Sebab bila ada salah satu bahan makanan yang kurang mineral akan bisa ditutup dengan makanan lain.

Pengenalan/Menandai Kambing

Menandai Kambing

Kalau kita beternak kambing dalam jumlah yang banyak, misalnya puluhan atau bahkan ratusan ekor, memang agak sulit untuk mengenal ternak kita satu demi satu, sebenarnya kesulitan itu bisa saja kita atasi dengan sesederhana mungkin.

Bila saja kita tidak bisa mengenal ternak kita satu persatu, maka akan sulit buat kita bila ada ternak yang hilang, ataupun akan mengambil ternak yang kita maksudkan.

Untuk itu ada beberapa cara yang praktis buat mengenal ternak ternak tersebut.

1. Cara Pemberian Kalung

Dengan pemberian kalung ini kambing memang mudah untuk dikenali, sebab setiap ternak kita akan dibuatkan kalung dan di kalung itu diberi liontin dari seng yang telah kita tulisi angka angka.

Jadi kalau kita beternak 100 ekor, harus menyediakan seratus kalung dan liontin yang bernomor urut sampai 100 pula.

Dengan demikian akan memudahkan kita bila mencari ternak yang hilang ataupun hal yang tidak kita harap harapkan.

2. Cara Pemotretan

Cara kedua kita lakukan dengan cara pemotretan, setiap kambing dipotret 3 kali, dari samping, depan, dan samping sebaliknya (yang dimaksudkan adalah dari samping kiri dan kanan).

Kalau kita beternak sampai 100 ekor memerlukan pemotretan sebanyak 300 kali.

Tentu saja hal ini tidak praktis dan juga banyak mengeluarkan biaya, hasilnya juga kurang memuaskan. Sebab banyak kambing kambing yang tubuh maupun warnanya hampir sama satu dengan lainnya.

3. Goresan pada Telinga

Cara ketiga adalah pemberian tanda dengan menggoreskan luka pada telinga telinga kambing. Untuk keperluan ini kita harus menyediakan alat alat sebagai berikut.

  • Gunting yang tajam dan bersih.
  • Spirtus, alkohol, ataupun minyak tanah yang bersih, nantinya akan dipergunakan untuk pembersih darah.
  • Kapas ataupun kapuk sebagai pembersih.

Biasanya orang akan memberi tanda dengan jalan melukai kuping-kuping kambing tersebut.

Caranya, bila telinga kanan itu menunjukkan angka satuan, yang kiri bawah menunjukkan angka puluhan, sedangkan kiri atas untuk jumlah ratusan.

Perawatan Kuku Kambing

Memang orang jarang yang tahu bahkan kalau orang awam mendengar akan tertawa sendiri kalau mendengar kuku kambing perlu diadakan perawatan.

Kalau orang mengatakan merawat kuku kuda memang sudah biasa, sebab kuku kuda akan selalu dirawat dan kemudian diberi tapel/ladam besi hingga tidak rusak kalau untuk berlari menarik delman.

Tapi kalau kambing? Sebenarnya orang kurang mengetahui, bahwa kambing ini sering berada di daerah daerah lembek, hingga pertumbuhan kuku kambing cepat apalagi kambing jarang sekali lari-lari di aspalan.

Semakin lama kuku-kuku yang tidak dipelihara itupun semakin panjang. Kalau saja panjangnya kuku-kuku itu tak seimbang, akan dapat mempengaruhi jalannya kambing dan menjadi penyebab dari kepincangan kambing.

Selain itu, kambing sering digembalakan di daerah-daerah yang becek dan banyak cacingnya. Hal ini merupakan salah satu sumber dan penyebab kambing kambing itu terserang penyakit.

Kuku yang terserang cacing, akan kelihatan keropak, aumya tidak rata. Apalagi kalau sampai ada tungau yang menyerang di sela-sela kuku kambing menyebabkan kambing malas berjalan karena sakit dan susah sekali jalannya.

Akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan kuku, dapat menyebabkan:

  1. Kelainan bentuk kaki akibat dari lamanya penyakit yang diderita; dan
  2. Pincang jalannya.

Karena itu, kuku-kuku kambing perlu dirawat. Sebagai peternak kambing yang baik, kita juga harus memperhatikan binatang ternak setiap hari. Hingga kalau kita melihat ada kuku-kuku kambing yang mulai kelihatan panjang, kita dapat memotongnya.

Pemotongan ini tidak perlu dilakukan setiap hari ataupun setiap minggu, kadang-kala saja.

Alat yang dipakai untuk memotong kuku kambing ini adalah pisau yang tajam ataupun renet, kalau ada keropak, kerak pada kuku kambing tersebut segera kita bersihkan dengan mempergunakan spiritus.

Cara Memelihara Kambing Pejantan

Memelihara Kambing Jantan

Di sini yang kita sebutkan dengan nama kambing jantan adalah kambing jantan yang benar-benar sehat.

Sebab memang banyak kambing-kambing yang berjenis kelamin jantan kelihatan sehat, namun mereka tidak mempunyai daya nafsu untuk kawin yang hebat, bahkan tidak punya gairah nafsu.

Kalau ada kambing kambing yang berjenis kelamin jantan, namun tak mempunyai lagi gairah ataupun nafsu untuk kawin, penyebabnya bisa karena beberapa hal, antara lain:

  1. sering dipakai untuk pejantan/sebagai pemacek:
  2. biasanya kaki belakang kambing sakit, juga bisa menurunkan gairah seksual;
  3. mungkin alat kelamin sakit;
  4. bisa juga karena susunan syaraf pusatnya terganggu; dan
  5. termasuk ternak yang sakit.

Karena itulah perlu diadakan pemeliharaan kambing-kambing jantan yang baik hingga dapat berfungsi benar-benar sebagai pejantan.

Untuk mendapatkan kambing pejantan yang berkualitas, perlu diadakan pemeliharaan dan perawatan sebagai berikut:

  • Letakkan dalam kandang tersendiri, kandang itu terletak di antara kandang-kandang kambing betina yang telah dewasa, supaya nafsu seks kambing itu selalu menyala nyala.
  • Usahakan mempunyai gerakan yang bebas, yaitu dengan cara selain dikandangkan juga sering dilepas di lapangan.
  • Untuk menjaga kesehatannya, kandang kambing jantan ini perlu disikat dan dibersihkan. Dengan demikian penyakit penyakit yang menempel di badannya bisa dihilangkan. Ingat, sebab pejantan akan dipergunakan sebagai bibit. Penyikatan kambing jantan sebaiknya dilakukan seminggu sekali, atau paling tidak sebulan 3 kali.
  • Makanan yang diberikan harus cukup dan mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan agar menambah manfaat buat kekuatannya.
  • Kandang harus diusahakan sebersih mungkin dan sekering mungkin. Paling tidak setiap pagi sinar matahari pagi dapat masuk.

Kemudian kalau ingin pejantan itu benar benar selalu fit dan dalam kondisi yang prima, untuk mengawinkannya atau sebagai pemacek umur kambing juga harus diperhatikan.

Kambing jantan yang paling baik telah berumur 2 tahun. Bila kita pergunakan sebagai pejantan, selama satu tahunnya hanya boleh dikawinkan dengan 25-50 kambing betina saja.

Ini pun harus kita bagi menjadi dua tahap perkawinan artinya setiap ekor kambing betina yang telah dikawini, hanya boleh dikawinkan sekali lagi dengan pejantan yang sama dalam waktu setengah bulan lagi.

Jadi jelasnya seekor kambing betina, sekarang dikawinkan dengan pejantan, 2 minggu kemudian dikawinkan dengan pejantan yang sama lagi.

Cara Memelihara Induk Kambing

Induk Kambing

Induk kambing membutuhkan perawatan yang baik, apalagi induk yang sedang bunting tua memerlukan perawatan yang teliti dan sebaik mungkin.

Untuk itu, perawatan induk kambing dapat diatur sebagai berikut:

  1. Makan harus diperhatikan jumlah maupun kualitasnya.
  2. Harus dilatih agar bisa bergerak atau jalan menuju kandang peranakan yang nantinya akan ditempati untuk melahirkan anak.
  3. Kalau induk kambing itu telah mendekati hari kelahiran, harus segera ditempatkan pada tempat yang tersedia.
  4. Kandang untuk beranak itu harus ditempatkan yang terpisah dari kandang kambing lainnya, sebab memerlukan keadaan yang agak tenang.
  5. Ukuran kandang sebaiknya memang diambilkan dari 1 x 1.5m.

Lantai kita usahakan diberi jerami agar lebih empuk, jangan lupa jerami yang benar-benar kering, dan juga bersih.

Perlu diketahui juga apakah kambing kita sudah akan beranak atau belum. Ciri-ciri atau tanda-tanda kalau kambing akan beranak antara lain sebagai berikut.

  • Puting bila diperah mengeluarkan cairan putih.
  • Kambing yang akan melahirkan selalu kelihatan gelisah dan suka mencakar-cakar lantai.
  • Dari alat kelaminnya selalu keluar cairan berupa lendir yang putih dan jernih.
  • Suka mengembik.

Kalau induk kambing itu telah memberi tanda-tanda seperti di atas, segera menempatkan ke kandang peranakan. Pada umumnya kambing ini beranak tanpa mengalami kesulitan. Biasanya kambing ini beranak 2 ekor, jarak antara kelahiran yang pertama dengan yang kedua antara 15 menit.

Selama kambing mau beranak sebaiknya ditunggui, sebab ada kalanya anak kambing sukar keluar karena kepalanya menunduk atau kakinya terlipat. Bila itu terjadi kita dapat menolong dengan jalan memasukkan kembali anak kambing ke tempat yang normal dengan pelan-pelan.

Anak kambing yang baru lahir, perlu diperhatikan di bagian mulut dan hidungnya. Karena biasanya bagian-bagian hidung dan mulut banyak lendirnya, walaupun induk kambing biasanya menjilati anaknya pada bagian-bagian tersebut terlebih dahulu.

Selain itu, karena mulut dan hidung kambing berhubungan langsung dengan paru paru kambing, jika lendir tersebut masuk ke dalam paru-paru akan membahayakan jiwa anak anak kambing.

Untuk bagian tubuhnya, dijilati induk kambing, namun kita pun dapat ikut membantu dengan jalan melap tubuh anak kambing supaya lendir segera hilang dan tak mengering di tubuh.

Kalau ada anak kambing yang lahir tidak segera bernafas, sebaiknya segera ditolong dengan jalan sebagai berikut.

  1. Menutup mulutnya.
  2. Memijit-mijit bagian dada dan kemudian mengangkat angkat tubuh bagian belakangnya.

Kalau tubuh anak kambing telah kering dari lendir, maka pusat anak kambing segera diberi jodium tentuur atau pun parutan kunyit dan ditaburi abu dapur yang hangat-hangat kuku. Hal itu untuk menjaga agar kambing tersebut tidak mengalami infeksi.

Setelah itu, anak kambing boleh kita pisahkan ke kandang lain yang alasnya diberi jerami. Maksud jerami tersebut adalah untuk menghangatkan anak kambing. Bila akan minum bolehlah kita dekatkan lagi ke induknya yang berada di kandang lain.

Perawatan Kambing Setelah Melahirkan

Kambing Melahirkan

Induk kambing yang habis beranak harus mendapatkan perawatan yang teliti. Pertama-tama kita harus terus memperhatikan tempat-tempat tertentu, seperti: sekitar alat kelamin, pantat, ambing, dan puting susunya, kalau kotor harus dibersihkan dengan air hangat hingga bersih.

Setelah itu kambing kita raba secara pelan-pelan, usahakan memerah susunya sedikit. Hal ini untuk mengeluarkan air susu yang rasanya asam, dan juga merangsang induk kambing agar nantinya tidak mengalami kesulitan bila anak-anak kambing itu akan menyusu.

Memang di dalam mengawasi induk kambing sehabis melahirkan, pekerjaan kita tak ubahnya seperti dokter. Namun, pekerjaan itu harus kita lakukan kalau kita ingin mendapatkan hasil yang optimal .

Setelah semua pekerjaan itu selesai, kita harus pula pikirkan cara-cara pemberian makanan buat induk kambing yang habis melahirkan anaknya.

Perhitungan yang dikatakan baik oleh sementara peternak dengan cara memberikan makanan konsentrat dengan imbangan protein 1: 6 sejumlah 0.2 sampai 0,5 kg seharinya.

Sedangkan anak kambing bisa kita berikan makanan seperti ini kalau saja nanti telah berumur kurang lebih 1 bulan atau setelah 1,5 bulan.

Setelah anak kambing itu telah berumur 2 bulan, sebaiknya disapih dari induk kambing. Sebab dengan demikian kesehatan induk kambing akan lebih terjamin lagi.

Dalam menyapih anak kambing, jangan lupa kita harus ikut melatih agar anak kambing itu bisa merumput sendiri, hingga tidak menggantungkan susu dari induknya.

Akmal Bahtiar

Menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, aktif menulis berbagai topik populer, seperti sains, sastra, dan hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button