Arti Istilah Bokeh: Asal Kata Jepang dan Maknanya dalam Foto serta Video
Kalau kamu pernah browsing soal fotografi atau videografi, kata “bokeh” pasti sudah tidak asing.
Tapi kalau kamu menemukan istilah ini di tempat lain di internet, terutama dalam judul-judul konten yang terasa clickbait, wajar kalau bingung.
Apakah ini istilah teknis? Nama sebuah efek? Atau sesuatu yang lain?
Jawaban sebenarnya: bokeh adalah istilah dari dunia fotografi dan videografi yang menggambarkan kualitas area blur di luar fokus dalam sebuah gambar atau video.
Bukan nama konten. Bukan istilah gaul.
Asalnya dari bahasa Jepang, dan punya makna visual yang cukup spesifik.
Disini akan dibahas semuanya dari awal, dari asal katanya, maknanya yang benar, sampai kenapa istilah ini sering muncul dengan konteks yang kurang tepat di internet.
Apa Itu Bokeh?
Bokeh (dibaca boh-keh atau boh-kay, keduanya umum dipakai) adalah istilah dalam fotografi yang merujuk pada kualitas visual dari area yang tidak dalam fokus di sebuah foto atau video.
Yang penting dipahami: bokeh bukan sekadar “gambar blur”.
Blur bisa terjadi karena banyak hal, kamera goyang, objek bergerak, atau foto yang gagal fokus.
Bokeh berbeda. Ia adalah blur yang artistik dan disengaja, biasanya terlihat di latar belakang saat subjek utama difoto dengan tajam.
Bayangkan foto portrait seseorang di depan pohon natal. Subjeknya tajam, tapi lampu-lampu di belakangnya jadi bulatan-bulatan cahaya yang lembut dan indah. Itu bokeh.
Atau video cinematic dengan pemeran utama di depan jalan kota malam hari, sementara lampu-lampu di belakang meleleh jadi lingkaran cahaya yang hangat. Itu juga bokeh.
Kualitas bokeh sendiri bisa berbeda-beda tergantung lensa. Ada yang menghasilkan bulatan mulus, ada yang berbentuk seperti koin segi enam, ada yang terasa “creamy”, ada yang terasa keras.
Fotografer biasanya punya preferensi soal ini.
Asal Kata Bokeh dari Bahasa Jepang

Kata “bokeh” berasal dari kata Jepang 「ボケ」 (boke), yang secara umum berkaitan dengan kondisi kabur, blur, atau sesuatu yang tidak jelas/hazy.
Dalam bahasa Jepang sehari-hari, boke juga bisa merujuk pada kondisi pikiran yang tidak fokus atau linglung — seperti frasa yang dipakai untuk menggambarkan seseorang yang “nggak nyambung”. Tapi dalam konteks fotografi, maknanya lebih sempit: mengacu pada kondisi visual area di luar bidang fokus.
Istilah ini masuk ke kosakata fotografi internasional, terutama di kalangan fotografer yang tertarik dengan lensa-lensa Jepang berkualitas tinggi.
Penambahan huruf “h” di akhir — dari boke menjadi bokeh — konon dimaksudkan untuk membantu penutur bahasa Inggris melafalkannya dengan lebih mendekati pengucapan aslinya.
Sekarang, “bokeh” sudah menjadi istilah standar dalam fotografi dan videografi di seluruh dunia, termasuk di komunitas kamera dan konten kreatif Indonesia.
Arti “Video Bokeh”
Kalau mendengar frasa “video bokeh”, artinya yang paling tepat adalah: video yang memiliki efek depth of field dangkal, di mana subjek utama tampak tajam sementara latar belakangnya terlihat blur secara artistik.
Beberapa contoh konkret penggunaan yang benar:
- Video sinematik malam hari — subjek berbicara ke kamera, sementara lampu-lampu jalan di belakang membentuk lingkaran cahaya yang lembut.
- Video pernikahan (wedding videography) — pasangan pengantin difokuskan tajam, dekorasi bunga di belakang tampak blur dengan warna yang meleleh indah.
- Video portrait untuk media sosial — wajah narator atau kreator tampak bersih dan tajam, sedangkan ruangan di belakang tidak mengganggu perhatian.
- Video review produk — produk yang diulas difokus penuh, latar belakang minimalis terlihat blur lembut supaya perhatian tidak terpecah.
- Video musik atau vlog — efek depth of field dipakai untuk memberi kesan sinematik dan profesional.
Jadi “video bokeh” dalam konteks yang benar adalah soal teknik visual, bukan nama genre konten, bukan label untuk sesuatu yang lain.
Perbedaan Bokeh dan Blur Biasa

Banyak orang menyamakan keduanya, padahal ada perbedaan yang cukup penting.
| Aspek | Bokeh | Blur Biasa |
|---|---|---|
| Tujuan visual | Disengaja untuk efek artistik | Bisa disengaja atau tidak disengaja |
| Letak efek | Di area luar fokus (biasanya background) | Bisa di mana saja dalam frame |
| Kualitas estetika | Mulus, creamy, atau berbentuk pola cahaya tertentu | Tidak ada standar kualitas, bisa terasa kasar |
| Penyebab teknis | Aperture besar, focal length panjang, jarak subjek ke background | Kamera goyang, shutter speed lambat, motion blur, objek bergerak |
| Contoh penggunaan | Portrait, video sinematik, fotografi produk | Foto yang gagal, efek gerak dalam sport photography |
Singkatnya: semua bokeh adalah blur, tapi tidak semua blur adalah bokeh.
Faktor yang Membuat Efek Bokeh Terlihat Bagus
Bokeh yang indah tidak terjadi begitu saja.
Ada beberapa faktor teknis yang mempengaruhinya:
Bukaan Lensa (Aperture)
Semakin besar bukaan lensa, ditulis dengan angka f yang kecil seperti f/1.4, f/1.8, atau f/2.8, semakin sempit depth of field dan semakin kuat efek bokeh yang dihasilkan.
Lensa dengan aperture besar biasanya disebut “lensa cepat” dan sering dipakai oleh fotografer portrait.
Jarak Subjek dari Kamera
Semakin dekat subjek ke kamera, semakin dangkal depth of field.
Ini berarti background akan semakin blur.
Jarak Subjek dari Latar Belakang
Semakin jauh subjek dari background-nya, semakin blur background tersebut akan terlihat.
Ini sering diabaikan, padahal pengaruhnya besar.
Coba posisikan subjek beberapa meter di depan tembok dibanding langsung menempel ke tembok, hasilnya akan sangat berbeda.
Focal Length
Lensa dengan focal length lebih panjang (misalnya 85mm, 100mm, atau lebih) cenderung menghasilkan bokeh yang lebih kuat dibanding lensa wide angle, bahkan dengan aperture yang sama.
Cahaya di Latar Belakang
Bokeh paling terlihat indah ketika ada sumber cahaya kecil di background, lampu, lampu bokeh natal, cahaya jendela, atau refleksi cahaya kecil.
Titik-titik cahaya ini yang akan membentuk lingkaran-lingkaran khas efek bokeh.
Kualitas Lensa
Setiap lensa punya karakter bokeh yang berbeda.
Ini dipengaruhi oleh desain elemen optiknya, termasuk bentuk bilah aperture di dalam lensa.
Inilah kenapa fotografer sering punya preferensi merek atau model lensa tertentu.
Mode Portrait pada Smartphone
Kalau tidak punya kamera dengan lensa besar, mode portrait di smartphone bisa mensimulasikan efek ini.
Smartphone modern menggunakan kombinasi sensor depth, kamera ganda/triple, dan pemrosesan AI untuk memisahkan subjek dari background dan mengaburkan background secara digital.
Cara Membuat Efek Bokeh di Video dan Foto
Efek bokeh tidak susah dibuat kalau tahu caranya.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Tentukan subjek utama. Putuskan dulu apa yang ingin kamu jadikan pusat fokus — wajah orang, produk, bunga, hewan peliharaan, atau objek lainnya.
2. Jauhkan subjek dari background. Ini langkah yang sering terlewat. Minta subjek berdiri atau diletakkan beberapa meter di depan latar belakang, bukan tepat di depannya.
3. Gunakan aperture besar (jika pakai kamera). Set aperture ke f/1.8, f/2.0, atau f/2.8. Semakin kecil angka f, semakin kuat efek bokeh. Pastikan fokus terkunci di subjek.
4. Gunakan mode portrait atau cinematic (jika pakai HP). Aktifkan mode portrait sebelum mengambil foto. Untuk video, beberapa smartphone punya mode cinematic atau video portrait yang melakukan hal serupa.
5. Pilih latar belakang yang menarik. Background dengan lampu kecil, tekstur tanaman, atau cahaya yang tersebar akan menghasilkan bokeh yang lebih menarik secara visual. Tembok polos tetap bisa, tapi kurang dramatis.
6. Pastikan fokus tepat di subjek. Periksa bahwa area fokus benar-benar di mata (untuk portrait) atau di bagian utama objek, bukan background atau area lain.
7. Jangan berlebihan saat edit. Kalau menambahkan blur secara manual saat editing, pakailah dengan wajar. Blur yang terlalu kuat dan tidak natural justru terlihat artifisial dan murah.
Istilah “Video Bokeh” Sering Disalahgunakan

Di sinilah banyak kebingungan terjadi.
Di beberapa bagian internet, istilah “video bokeh” atau frasa serupa dipakai sebagai kode atau label untuk menarik klik, sering kali menuju konten yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan fotografi.
Ini adalah praktik clickbait yang memanfaatkan ketenaran istilah teknis untuk keperluan lain.
Makna teknis “bokeh” tidak berubah hanya karena sebagian orang memakai istilah itu secara keliru.
Sama seperti kata “virus” tetap bermakna biologis walau ada yang menyebutnya untuk malware komputer, konteksnya yang menentukan.
Jika menemukan konten yang menggunakan istilah ini sebagai judul tapi tidak ada kaitannya dengan fotografi atau videografi, itu bukan informasi tentang bokeh, itu clickbait yang memanfaatkan popularitas kata tersebut.
Contoh Penggunaan Bokeh
Efek bokeh sebenarnya sudah sangat umum di sekitar kita, kita hanya sering tidak menyadarinya:
- Foto portrait di studio atau outdoor — latar belakang yang lembut adalah ciri khas bokeh.
- Video pernikahan — hampir semua wedding videographer menggunakan depth of field dangkal untuk kesan sinematik.
- Konten TikTok dan Reels — kreator yang menggunakan mode portrait atau lensa kamera dengan aperture besar.
- Review produk di YouTube — produk tampak tajam dan terfokus, background tidak mengganggu.
- Fotografi makanan (food photography) — hidangan di depan, background blur lembut untuk kesan premium.
- Thumbnail YouTube — wajah kreator sering diedit dengan efek bokeh atau difoto dengan lensa portrait untuk tampak lebih menonjol.
- Iklan dan konten brand — bokeh sering dipakai untuk memberi kesan mewah dan profesional.
Memahami Istilah Bokeh di Internet
Buat kamu yang baru mulai belajar soal ini, beberapa tips praktis:
- Cek konteks artikel atau video-nya. Konten yang membahas bokeh secara serius biasanya ada di situs fotografi, kanal YouTube kamera, atau blog teknologi. Jika judul terasa seperti umpan klik, kemungkinan besar memang itu tujuannya.
- Pahami bahwa bokeh adalah istilah visual dan teknis. Tidak ada konten tertentu yang “harus” disebut bokeh selain yang berkaitan dengan efek blur artistik dalam fotografi dan videografi.
- Hindari situs yang terasa mencurigakan. Kalau ada situs yang menjanjikan “video bokeh full” tanpa konteks fotografi yang jelas, lebih baik tidak diklik. Potensi konten berbahaya atau malware cukup tinggi di situs semacam itu.
- Jangan klik tautan yang menjanjikan konten ilegal atau dewasa. Bokeh dalam konteks aslinya tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.
- Gunakan referensi yang terpercaya. Situs fotografi seperti PetaPixel, DPReview, atau kanal YouTube fotografer yang kredibel adalah tempat yang baik untuk belajar tentang bokeh yang sebenarnya.
Kesimpulan
Bokeh adalah istilah visual dari dunia fotografi dan videografi, bukan nama konten, bukan istilah gaul, bukan label untuk sesuatu yang berbau lain.
Asalnya dari kata Jepang boke yang secara umum berkaitan dengan kondisi kabur atau blur.
Dalam konteks fotografi, maknanya lebih spesifik: kualitas artistik dari area yang berada di luar fokus, biasanya terlihat sebagai latar belakang yang lembut atau lingkaran cahaya yang indah.
“Video bokeh” dalam penggunaan yang benar berarti video dengan efek depth of field dangkal: subjek tajam, background blur, bukan hal lain.
Efek ini bisa dicapai dengan lensa aperture besar, pengaturan jarak yang tepat antara subjek dan background, atau mode portrait/cinematic di smartphone.
Kalau menemukan istilah ini dipakai dengan cara yang terasa tidak nyambung dengan konteks visual, besar kemungkinan itu memang bukan tentang fotografi.

